Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
69. Bertemu Angel


__ADS_3

Kali ini Cyra kembali lagi berada didepan rumah mami Luci dengan jantung yang berdegup kencang, hingga menyebabkan sedikit sesak nafas, Cyra mengatur perlahan pernafasannya agar kembali lancar.


Dia seperti menghadapi wawancara pertamanya, tetapi kali ini lebih membuatnya tegang.


Dari rumah dia sudah bertekad, dari beberapa hari setelah bertemu dengan Tias, dia menjadi lebih bertekad untuk menemui Angel.


Tetapi dia juga sangat takut akan ditolak oleh keluarga mami Luci karena luka yang ditorehkan, bukan luka secara langsung tetapi perbuatan kecil dia yang dibuat hingga pelan-pelan mengikis rumah tangga dia sendiri bersama Lian.


Satpam rumah sudah mempersilakan Cyra untuk mengemudi mobilnya untuk masuk kedalam rumah keluarga Lian, tetapi dia masih merasa sangat gugup, hingga dia gemetaran.


"Aku harus bisa, jika aku ditolak maka selamanya aku enggak akan kesini" gumam Cyra menatap kedepan.


Ditinjaknya pedal gas mobilnya untuk segera menuju tempat dimana keluarga itu biasa memarkirkan mobil. Tentu rumah ini mempunyai halaman yang luas dengan beberapa mobil yang berada didalamnya.


Dia menarik nafasnya tinggi dan dihembuskan, terasa sekali dalam dirinya, dia merasa takut.


Rasa bersalah sekarang tentu selalu menghampirinya.


Sesampainya didepan pintu rumah mami Luci, dia pun segera menekan bel rumah yang memang terpasang didepan pintu.


"Mi" panggil Cyra ketika melihat wanita parubaya yang barusan membukakan pintu setelah dia menekan bel rumah tersebut.

__ADS_1


"Cyra" tentu mami Luci merasa terkejut dengan kedatangan dari Cyra.


"Ayo masuk nak!" Ajak mami Luci sembari memeluk Cyra sesaat.


Cyra merasa sangat terharu karena dia masih disambut baik oleh mami Luci, sebelumnya dia bahkan sudah keringat dingin karena takut bertemu dengan mami Luci yang telah dia kecewakan begitu dalam.


Tentu mami Luci tidak suka wanita yang meninggalkan suami dan anak hanya mementingkan diri sendiri.


Tetapi tidak sekarang, dia melihat mami Luci begitu menerimanya, bahkan rasa bersalahnya kian bertambah. Dia sudah banyak mengecewakan wanita yang rambutnya sudah sangat banyak beruban ini.


"Maafkan Cyra mi" ucap Cyra sedikit bergetar, karena dia masih dalam keadaan takut.


"Bik Narni" panggil mami Luci.


"Iya bu" jawab bik Narni dari arah dapur dengan buru-buru berjalan kearah sumber suara.


"Nyonya" bik Narni pun sama terkejutnya dengan kehadiran nyonyanya dulu.


"Ya bik" jawab Cyra tersenyum kecil.


"Bik, buatkan Cyra minum dulu sama tolong panggilkan Angel ya" ucap mami Luci.

__ADS_1


"Baik bu" jawab Bik Narni, kemudian berpamitan.


Bik Narni berharap jika kedatangan Cyra membawakan kebahagian untuk Angel, dengan hati yang bergembira dia segera memanggil Angel yang berada dalam kamar.


Bik Narni mengatakan kepada Angel jika Angel mendapatkan sebuah kejutan diluar sana, tentu Angel segera berlari kearah yang dikatakan Bik Narni.


"Mamaaaaaaaaa!" teriak Angel dengan gembiranya, dia merasa sangat bahagia doanya selama ini agar mamanya bisa datang melihatnya telah dikabulkan.


Mata Cyra terlihat berkaca-kaca, baru kali ini dia merasakan betapa Angel sangat berharga, apalagi dengan suara Angel.


Angel berlari dan memeluk mamanya dengan erat, Cyra hanya terdiam bukan karena tidak menerima Angel, tapi karena sudah tidak tahu apa dirinya masih pantas disayang seperti ini oleh Angel.


Mami Luci tentu sangat senang melihat ibu dan anak ini saling bertemu.


"Mama, Angel kangen" ucap Angel sambil tetap memeluk mamanya.


Cyra memberanikan diri merangkul, mempererat pelukannya bersama Angel.


"Mama juga" jawab Angel, menahan harunya diri dia sendiri.


Setelah tidak tinggal bersama Angel dan Lian, Cyra baru merasakan menjadi seorang diri itu bagaimana. Padahal selama ini dia selalu mendapat kasih sayang dari suami, anak dan mertuanya. Tetapi karena egoisnya Cyra dia menyia-nyiakan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2