
Waktu yang ditentukan telah tiba untuk pesta kecil yang akan diberikan untuk Angel.
Nenek Desi, kakek Rendi dan tante Jihan telah berkumpul dirumah Lian, papi Bram dan mami Luci tentu selalu berada disana sedari pagi.
"Kog Cyra tidak kelihatan?" tanya mama Desi kepada Lian.
"Cyra belum pulang kerja ma!" jawab Lian dengan santainya.
"Mama seperti tidak tahu kakak saja kalau sudah kerja, siapa pun bisa dia lupakan" ceplos Jihan.
"Jihan" tegur papa Rendi.
"Memang benar pa" Jihan tidak mau kalah dengan sang papa.
"Sudah kog kalian yang jadi ribut sih, malu di rumah besan" tegur mama Desi.
Mami Luci, papi Bram hanya tersenyum melihat mereka berdebat hanya karena Cyra.
"Benar ya mbak, Cyra masih suka pulang malam?" tanya mama Desi kepada mami Luci.
"Benar dek, tapi ya enggak apa-apa memang pekerjaan dia" ucap mami Luci yang memang orangnya tidak mengekang siapa pun yang berada dekat dia.
"Ini yang buat aku enggak suka dia bekerja mbak, hingga lupa keluarga, lupa waktu, hanya taunya kerja dan kerja. Kurang apa lagi anak itu, semua sudah Lian berikan" protes mama Desi yang mulai ingin emosi saja melihat tingkah anaknya.
"Kita ngertiin Cyra saja" ucap mami Luci.
"Sampai kapan mbak, kita ngertiin dia, dia bahkan sudah punya anak, anak saja sampai dia lupakan, apalagi ulang tahun pertama untuk anaknya" ucap mama Desi lagi yang seakan tidak bisa berhenti memprotes anaknya terus.
"Sudah ma enggak apa-apa!" ucap Lian.
"Lian, kamu lihat sekarang sudah jam berapa?" tanya mama Desi kepada Lian.
__ADS_1
Lian pun melihat kearah tangan kirinya, terdapat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan.
"Jam 6" batin Lian.
Cyra sudah terlambat pulang 1 jam, seharusnya Cyra dari jam 5 sudah sampai di rumah, tetapi sampai waktu sekarang pun belum terlihat batang hidung Cyra.
"Kita tunggu sebentar lagi saja" ucap papi Bram menengahi mereka.
"Kasihan Angel" ucap Jihan karena saat ini Angel berada dalam gendongan tantenya.
"Tidak perlu ditunggu, kita lanjutkan saja" ucap mama Desi yang terlanjur kecewa dengan Cyra.
"Jangan ma, kasihan Angel, masak dihari ulang tahunnya, mamanya tidak mendampinginya" ucap papa Rendi.
"Tapi pa, lihat anak mu yang terlalu dimanja itu" protes mama Desi kepada papa Rendi.
"Iya ma, benar kata papa, kita tunggu setengah jam lagi ya, karena Angel pasti sudah capek, dia juga ingin tidur!" ucap Lian.
"Untung saja pilihan ku tepat tidak mengundang orang, hanya mengundang kakek, nenek dan tantenya Angel saja, Cyra membuat ulah lagi" batin Lian.
Hampir setengah jam menunggu, akhirnya Cyra pun pulang. Tanpa rasa bersalah dia menyapa seluruh keluarganya.
"Ma, pa, Jihan tumben datang" tanya Cyra.
"Kak, apa kamu lupa hari ini ulang tahun anak mu, kami semua menunggu mu pulang" ucap Jihan yang merasa kesal juga karena kelakuan sang kakak.
"Astaga, aku lupa" ucap Cyra dengan polosnya.
Mama Desi sangat ingin marah terhadap Cyra. Dia ingin rasanya menampar anaknya hanya karena didepan keluarga Lian tidak mungkin dia lakukan hal tersebut karena akan menjatuhkan harga diri Cyra.
"Cyra, bisa-bisanya kamu bilang lupa dihari ulang tahun anak mu?" tanya mama Desi dengan merapatkan gigi-giginya karena kesalnya terhadap Cyra sangat besar.
__ADS_1
"Maaf ma, Cyra sibuk" ucap Cyra dengan santainya.
"Maaf mi, pi, pa sudah membuat kalian menunggu, tetapi Cyra tadi benar-benar sibuk hingga pulang pun terlambat" ucap Cyra sambil melihat raut wajah para orang tua yang berbeda.
Jihan dan Lian hanya dapat terdiam, sambil menggeleng kecil kepalanya.
"Angel, maafkan mama ya!" ucap Cyra mendekati Angel yang berada dalam pelukan Jihan adiknya.
Sedari pulang, Cyra tidak langsung menyapa Angel, malah cuek terhadap Angel.
"Sini sama mama, tante pasti capek gendongnya" ucap Cyra mengambil alih mengendong Angel.
"Sudah-sudah karena hari ini, hari baik, hari lahir Angel, kita jangan ribut-ribut, kita nyanyikan lagu buat Angel Yuk" ajak mami Luci.
Mereka pun lebih memilih mendengar apa yang dikatakan mami Luci, karena memang lebih baik mereka menyelesaikan sekarang, jika dilanjutkan tiada habisnya.
Ketika lilin dinyalakan, Angel terlihat sangat senang, mungkin karena melihat cahaya terang.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga" mereka pun bernyanyi dengan suara masing-masing yang cempreng.
Lian dan Cyra membantu Angel untuk meniup lilinnya.
"Yeee, sekarang potong kue ya" ucap Jihan yang terlihat antusias.
"Potong kuenya, potongnya sekarang juga, sekarang juga"
Kemudian Cyra mengambil pisau khusus memotong kue dan memotongnya.
Setidaknya ulang tahun Angel tetap terlaksana, walau dengan sedikit masalah yang Cyra timbulkan.
Lian hanya bisa menyimpan rasa kesal, kecewa didalam hati, atas sikap Angel.
__ADS_1