
Lian dan Angel akhirnya pun kini telah pulang kerumah mereka. Sebenarnya mereka sudah tiba di kota kembali 1 hari lalu hanya tidak langsung kembali kerumahnya. Saat mereka tiba dirumahnya, mereka tidak melihat Cyra berada dalam rumah padahal waktu sudah menujukan pukul 7 malam.
"Sudah puas sayang liburannya?" tanya Lian pada anaknya.
"Belum papa" jawab Angel melemahkan wajah cerianya.
"Loh kog belum, kan sudah 1 minggu" jawab Lian.
"Angel kan sudah kasih tahu papa, Angel enggak ingin pulang sini" jawab Angel dengan wajah cemberutnya.
"Jangan begitu donk nak, disini kan oma, opa, kakek, nenek merindukan mu dan mama mu juga pasti merindukan mu" ucap Lian.
"Lihat saja mama tidak di rumah pa!"
"Mama kan tidak tahu kita pulang nak"
Angel hanya dapat ber O ria.
Karena dari liburan mereka Lian tidak pernah berkomunikasi dengan Cyra maupun keluarga karena kondisi jaringan sinyal juga tidak ada.
"Ya sudah masuk kamar sana tidur ya, besok baru ketemu mama" ucap Lian kepada anaknya.
"Baik papa sayang" jawab Angel.
Kemudian Angel pun memberikan kecupan dipipi papanya sebagai ucapan selamat malam. Lian juga mencium kening sang anak dengan penuh kasih sayang.
"Kemana lagi Cyra ini" batin Lian sambil meletakan koper pakaiannya.
Lian melihat isi kamarnya, ke kanan dan ke kiri, tidak ada perubahan tetapi terasa sangat berbeda seperti tempat yang sangat asing untuknya.
__ADS_1
Tidak berapa lama terdengar pintu kamar dibuka dan ternyata itu Cyra yang baru saja pulang.
"Oh, sudah puas liburannya, baru ingat pulang kerumah?" Cyra langsung saja mengatai Lian tanpa berbasa-basi.
Lian hanya menatap Cyra dengan tajamnya, raut wajah datar tanpa sedikit goresan senyum yang seperti biasanya Lian berikan jika melihat wajah Cyra.
"Pergi diam-diam pulang pun diam-diam, seperti hantu" omel Cyra.
"Apa dia belum menyadari kesalahannya?" batin Lian.
"Sebaiknya kau pergi saja dari rumah ini, enggak usah kembali lagi" ucap Cyra.
"Cukup, Cyra. Mengapa kamu tidak mengintropeksi diri mu sendiri, mengapa aku dan Angel bisa pegi tanpa memberi kabar!" Lian yang sudah mulai hilang kesabarannya karena melihat tingkah bicara Cyra.
"Apa yang harus aku intropeksi, aku tidak pernah berbuat salah pada mu" ucap Cyra dengan lantangnya.
"Kau yang sepertinya menganggap, kau ini tidak punya istri ya, sampai aku harus malu didepan mertua ku sendiri karena suami dan anak pergi aku saja tidak tahu" ucap Cyra, mengingat kembali momen dimana dia malu kepada mami Luci karena menanyakan keberadaan Lian.
"Sekarang kamu juga ingat kau mempunyai suami dan anak?" Sindir Lian.
"Kemana saja kamu selama ini?" tanya Lian.
"Apa kamu sudah berbuat layaknya seorang istri kepada suaminya?"
"Melayani suaminya lahir batin?"
"Mengurus anak kita dengan penuh kasih sayang?"
"Aku bahkan sudah tidak ingin meminta lebih, aku hanya ingin kamu benar-benar memberikan Angel kasih sayang saja tidak kamu lakukan!" ucap Lian dengan gemetarnya, karena dia menahan emosinya.
__ADS_1
Cyra terdiam mendengar Lian berkata dengan tatapan mata yang berbeda, suara yang berbeda, raut wajah yang berbeda.
Cyra sadar selama ini Lian tidak pernah mengeluh ini semua, tentang apa yang dia perbuat, hanya Lian sering meminta Cyra untuk lebih memperhatikan Angel. Tetapi tidak juga dilakukan.
"Kemana kamu disaat Angel sangat butuh seorang mama, saat dia kecelakaan, kecelakaan karena apa?"
"Karena kelalaian mamanya!" bentak Lian.
"Hei, jaga bicara mu, Angel kecelakaan karena dia tidak mau mendengar ku" jawab Cyra tidak ingin di salahkan.
"Dan 1 lagi, aku sudah memberikan darah ku buat Angel, apa lagi salah ku?"
"Memberikan darah, menolong anak adalah kewajiban orang tua, apa yang kau ingin kan dari anak ketika dari mu di ambil?"
"Pamrih" tekan Lian.
Lagi-lagi Cyra terdiam.
"Kau tau semua kejadian diwaktu kecelakaan yang terjadi pada Angel"
"Dan kamu masih ingin kembali dengan Dimas, silakan" ucap Lian melebarkan tangannya.
"Dan mulai sekarang aku akan memberikan keputusan ku, untuk kamu dan aku"
"Aku sudah lelah selama ini bersabar dan menahan segala amarah ku, aku sudah mencoba memperbaikinya, tetapi aku enggak bisa"
"Maafkan aku" ucap Lian dengan lirihnya, sebenarnya hati dia sangat sakit saat ini, dia berusaha untuk kuat.
"Kita akan bercerai" ucap Lian kemudian dia mengambil pakaiannya dan keluar dari kamar utamanya yang selama ini menjadi tempat tidur dia dan Cyra karena keterpaksaan keadaan. Seperti yang diketahui, jika mami Luci datang Lian akan tidur di kamar bersama Cyra dan semenjak Angel besar.
__ADS_1
Cyra hanya bisa terdiam tanpa expresi ketika Lian mengatakan akan bercerai. Tidak ada apapun perasaan yang Cyra tampilkan saat ini. Kepalanya sepertinya kosong ditinggal pengisinya.