
Baru saja Cyra membuka pintu utama untuk keluar, dia yang sedari tadi berharap tidak akan bertemu dengan Lian, tidak sesuai dugaan, dia malah berpapasan dengan Lian.
Cyra melihat Lian dengan kikuk, dia merasa tegang, merasa tidak enak hati.
Dia binggung apa dia yang harus menyapa terlebih dahulu, atau membiarkan Lian yang menyapanya tetapi bagaimana jika Lian yang tidak ingin menyapanya.
Cyra mencoba bersikap santai mengulas sedikit senyum di bibirnya.
"Apa kabar?" tanya Lian.
Ternyata Lian lah yang masih lebih berbesar hati untung menyapa Cyra, sedangkan Cyra lebih fokus pada ketegangannya.
"Ba-ik" jawab Cyra yang gugup.
Dia merasa bersalah melihat Lian yang masih berbaik hati untuk menyapanya, padahal dia sudah membuat hati Lian tersakiti dari awal pernikahan.
__ADS_1
"Sudah bertemu Angel?" tanya Lian
"Sudah, aku permisi ya!" Jawab Cyra yang sudah sangat ingin kabur dari hadapan Lian.
Lian tahu jika saat ini Cyra ingin menghindarinya. Melihat Cyra membuat hati Lian sedikit tergores kembali. Bagi Lian anda saja ini tidak terjadi setidaknya dia, Angel dan Cyra masih bersatu, tapi ini adalah pilihan tepat karena tidak membuatnya untuk merasakan sakit setiap hari melihat sikap Cyra, semua dia tahan sendiri.
"Ya" ucap Lian yang terlihat sudah lebih cuek.
Tidak seperti dulu Lian yang mencari perhatian kepada Cyra.
Lian lebih memilih untuk hidup sendiri dan membesarkan Angel saja. Lian hanya menerima Cyra untuk bersilaturahmi dengan mereka, karena mengingat kebaikan keluarga, orang tua Cyra kepadanya dan kepada anaknya.
Sedangkan Cyra dia pulang dengan rasa lega, karena sudah dapat bertemu dengan Angel, hanya saja Cyra masih merasa sangat bersalah karena terlalu mengecewakan orang tuannya.
Mami Luci, Lian dan Angel dapat menerimanya hanya kedua orang tuanya yang menolak kehadiran dari Cyra, itu berdasarkan kecewa yang sungguh besar tersebut.
__ADS_1
"Aku akan menjalani hidup ini lebih baik lagi" batin Cyra sambil menyetir mobilnya.
Kini Cyra juga merasakan jika di cuekin seperti yang Lian lakukan memang lah sangat tidak enak. Dirinya juga merasa hampa, sepertinya sudah tidak ada orang yang menginginkan keberadaannya. Bahkan Angel sendiri saja sudah seperti mendapatkan penganti dirinya.
Hanya saja Cyra masih sangat penasaran siapakah Vika sebenarnya, mengapa Angel bisa seakrab ini bersama wanita ini.
"Apa aku harus mencari tahunya" batin Cyra sembari menyetir mobilnya dengan santai untuk menuju perjalanan pulang kerumahnya.
Rumah yang menjadi kenangan, entah itu kenang buruk ataupun indah, semua berada disana.
Cyra terus masih memikirkan siapakah wanita yang bernama Vika, entah karena dia merasa cemburu ketika Angel menyebutnya dengan girang, dengan gembira atau karena rasa penasaran dia yang besar.
Cyra terus berpikir, tetapi akhirnya dia memutuskan untuk tidak mencari tahu siapa Vika di keluarga Lian, itu hidup keluarga Lian bukan keluarga dia lagi. Kini yang Cyra tahu dia sudah hidup sendiri.
Hanya entah sampai kapan dia akan sendiri atau dia akan membuka pintu hati dia untuk orang lain, tetapi ada juga pikiran dia jika orang lain terluka lagi olehnya.
__ADS_1
Seharusnya cukup Lian laki-laki yang tersakiti dan di sia-siakan oleh Cyra.