
Cyra sudah mengambil cuti untuk 2 bulan kedepan untuk proses sebelum dan sesudah melahirkan.
"Mi, mengapa kaki Cyra bengkak begini ya?" tanya Cyra pada mami Luci, sambil terus melihat kearah kakinya, terlihat jari-jari kaki membesar dua kali lipat.
"Kamu sebentar lagi akan melahirkan nak" jawab mami Luci dengan lembut seperti ibu pada umumnya.
"Sendal, sepatu ku semua enggak muat mi" terang Cyra.
"Mama juga dulu gitu waktu hamil Lian, malah badan mami besar sekali, mami naik 25 kg" mami Luci mengenang masa hamilnya.
"Cyra kemarin timbang naik 20 kg mi, gimana nurunin berat badan setelah melahirkan ya mi" Tanya Cyra, dia dan mami Luci saat ini sedang duduk bersama disebuah meja bundar di taman belakang rumah.
"Nanti setelah melahirkan akan berkurang kog setengah berat badan kita" ucap mami Luci.
"Kamu rencana melahirkan bagaimana nak?" tanya mami Luci.
"Hmm" gumam Cyra.
"Cyra ingin ceasar mi, biar enggak merasakan sakitnya melahirkan, Cyra bayangi untuk melahirkan normal sangat menakutkan" ucap Cyra.
"Sama saja sakitnya nak" ucap mami Luci.
"Cyra rasa ceasar lebih enak mi, kata orang yang Cyra dengar juga dapat membalikkan badan kita ke posisi semula, Cyra enggak suka gemuk mi" ucap Cyra manja.
__ADS_1
"Kamu mau bagaimana pun tetap cantik nak, Lian saja suami mu sangat sayang terhadap kamu" ucap mami Luci.
Deg, jantung Cyra terasa berhenti sesaat mendengar apa yang mami Luci katakan, dia merasa sedikit tersanjung, tetapi dia selalu mengatur hatinya untuk tidak menerima cinta dari atau kasih sayang dari Lian, karena menurut Cyra, gara-gara Lian melamarnya lah dia tidak bisa menikmati masa gadisnya lebih lama.
"Tidak mi, Cyra wanita karir harus mempunyai badan yang sempurna setidaknya tidak gendut mi" celetuk Cyra.
"Kamu masih mau bekerja nanti?"
"Masih mi, lagian Lian tidak melarang ku, karena aku juga memang sedang mengejar karir ku mi" ucap Cyra.
"Ya, itu bagaimana pun adalah kesepakatan kalian bersama!" ucap mami Luci.
"Iya mi" jawab Cyra.
Tentu Cyra dan mami Luci langsung menoleh kearah orang yang baru datang.
"Besan ku" ucap mama Desi kemudian mereka berpelukkan.
"Mama" ucap Cyra dengan senangnya, dia senang menyambut kedatangan mamanya.
"Mama sendiri, papa dimana?" tanya Cyra.
"Papa mu sedang ada kerjaan" jawab mama Desi.
__ADS_1
"Mama enggak dikasih duduk kah!" ledek mama Desi yang sedari tadi diterima dengan cara berdiri.
"Eh, dek kog datang enggak bilang-bilang sih?" tanya mami Luci.
"Bukan enggak bilang mbak, mbak saja enggak balas Chat ku" ucap mama Desi.
"Aghh, ya ampun aku baru ingat ponsel ku habis baterai, karena keasikan ngomong jadi lupa cas!" terang mami Luci.
"Pantesan, aku dicuekin loh mbak?" goda mama Desi.
"Kalian ngomong apa, seru banget?" tanya mama Desi.
"Ini loh soal persalinan Cyra!" ucap mami Luci.
"Cyra ingin Ceasar" terang mami Luci.
"Loh Cyra, memang enggak bisa lahir normal?" tanya mama Desi terkejut.
"Bukan enggak bisa ma, tapi aku enggak mau! Takut sakit" ucap Cyra dengan santainya.
"Cyra, kamu ini mengapa ambil langkah begitu, dimana ada ibu yang melahirkan enggak sakit? Membesarkan saja sakit!" ucap mama Desi yang merasa marah karena anaknya lebih memilih untuk melahirkan secara ceasar.
Pada dasarnya wanita menginginkan melahirkan dengan normal melalui jalan lahirnya, agar dia merasa jadi wanita sesungguhnya, walau ceasar juga butuh perjuangan, bukan berarti ibu yang melakukan tindakan Ceasar tidak menjadi wanita sesungguhnya, hanya jika tindakan itu diambil ketika sang ibu benar-benar tidak bisa melahirkan normal, atau karena kendala lainnya. Bukan seperti Cyra yang menghindari sakit dan sebagainya.
__ADS_1