
Cyra telah menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.
Dia meminta izin cuti dari kantornya selama satu minggu lebih.
"Aku senang sekali" batin Cyra yang baru saja menyandarkan badannya di sofa depan televisinya.
Sesaat kemudian dia menatap rumah yang ditinggalkan oleh Lian untuknya.
"Sepi" senyum Cyra.
Ya, Cyra merasakan sepi berada dalam rumah sebesar ini hanya dengan sendiri.
Dia memakai asisten rumah tangga hanya untuk membersihkan rumahnya, setelah itu orangnya akan pulang tidak menginap seperti bik Narni.
Tapi bagi Cyra ini adalah sebuah ketenangan, berbanding terbalik dengan hati kecil dia yang terdalam seperti merindukan sesuatu yang hilang. Tetapi dia sendiri tidak bisa menyadari apa yang dia inginkan.
Ting! Ting! Ting!
Bunyi bel rumahnya. Sekita Cyra pun bangkit dari duduknya, tidak seperti biasanya dia akan malas-malasan karena biasa yang akan membuka pintu tersebut adalah Lian atau bik Narni.
"Siapa ya, perasaan aku enggak ada janji deh sama teman" batin Cyra sambil mendekati pintu utamanya.
"Hm" Cyra sedikit terkejut karena orang yang datang adalah sungguh tamu yang tidak di undang.
__ADS_1
"Mamaaaaa" teriak seorang anak kecil dengan suara riangnya karena sudah hampir 3 minggu dia tidak bertemu dengan mamanya.
Ya, yang datang adalah Lian dan Angel. Disini terlihat Angel sangat bahagia dapat menemui mamanya lagi. Bukan Lian yang melarang Angel untuk bertemu dengan mamanya tetapi sang mama sendiri selalu menolak untuk bertemu dengan Angel dengan alasan sibuk serta liburannya.
"Angel" ucap Cyra. Yang saat ini Angel sudah memeluk setengah tubuh mamanya dengan sangat erat. Anak tersebut melepaskan rasa rindunya terhadap sang mama.
Lian hanya menatap Cyra dengan wajah datar, walau didalam hatinya masih tersimpan rasa sayang untuk Cyra tetapi dia tidak ingin memperlihatkan hal tersebut. Kini Lian lah yang lebih banyak diam
"Mama, Angel kangen sama mama" ucap Angel kepada mamanya, sambil menaikan kepalanya melihat wajah mamanya.
"Mama kangen tidak sama Angel" anak itu terus saja berkata-kata.
"Iya mama kangen" jawaban yang lancar dari mulut Cyra, biasanya dia akan mengalihkan pembicaraan atau tidak menjawab apa yang Angel tanya kan.
"Iya" tangan Cyra pun seakan tergerak sendiri untuk mengelus kepala Angel.
Cyra saat ini binggung dengan hatinya sendiri.
Bahkan dia sampai tidak mempersilakan Lian dan Angel untuk masuk ke dalam rumah.
Cyra juga masih pada pendiriannya cuek terhadap Lian.
"Ini" Lian memberikan sebuah amplop berwarna coklat, amplop yang lebar.
__ADS_1
"Tolong tanda tangani saat ini juga, aku sudah menanda tangani" ucap Lian dengan suara sedikit bergetar, ada rasa sakit mengucapkan hal tersebut.
Cyra pun menerima amplop tersebut dan Cyra tentu tau apa yang ada didalam amplop tersebut.
"Tenang saja, aku dengan senang hati menerima ini" ucap Cyra sambil tersenyum cantik, tentu ini menyayat hati Lian, karena Cyra begitu santai menerima surat cerai tersebut, sedangkan dia sampai bergetar menanda tanganinya.
Lian dan Angel bagaikan pengantar surat saja, hanya berada didepan pintu, sedangkan Cyra berjalan masuk kedalam rumah untuk mengambil pulpen tetapi dia tidak ingat untuk menyuruh orang yang sebentar lagi menjadi mantan suaminya untuk masuk.
"Ini" ucap Cyra kembali memberikan amplop tersebut.
"Ups, sorry"
"Aku lupa meminta kalian untuk menunggu didalam" ucap Cyra tanpa rasa bersalah, entah apa yang dia pikirkan hingga hal itu terlewatkan.
"Sudah, aku punya kesibukan, aku pulang dulu" ucap Lian dengan datar.
"Ayo sayang kita pulang" ucap Lian kepada Angel.
"Iya pa, dha-dha mama" ucap Angel berpamitan dengan mamanya. Angel sudah tahu saat ini dia akan tinggal lebih banyak bersama papanya dibandingkan dengan papanya.
"Sayang" tergiang dalam pikiran Cyra, suara yang dulu sering dia dengar tetapi dia sangat tidak menyukai hal tersebut. Biasanya Lian akan memanggilnya begitu, walau dia tidak pernah meresponnya.
"Ya" Cyra menatap mereka pergi meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Cyra menutup pintunya, kini dia merasa benar-benar bebas. Tetapi ada juga rasa dimana dia merasa, seperti tidak rela melepas. Rasa Egois lah yang lebih menguasai dia.