Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
40. Angel


__ADS_3

3 tahun kemudian.


"Papa" teriak Angel berlari kearah papanya.


"Sayang, berjalan saja, jangan lari begitu nanti kamu jatuh" ucap Lian yang merasa khawatir dengan anak kesayangannya ini.


Saat ini Lian sedang menghabiskan waktu berdua saja dengan anaknya. Disebuah taman khusus yang berada di kotanya.


Angel telah tumbuh menjadi anak yang pintar, ceria dan tentu menjadi anak kesayangan Lian. Angel tumbuh tanpa kasih sayang sepenuhnya dari sang mama. Angel sudah sangat pandai berbicara dengan lancar, sebelum dia berusia 3 tahun tepat saja dia sudah bisa menyanyikan lagu anak kecil yang berjudul sayang semuanya.


Cyra lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kesibukan dirinya sendiri, seperti jalan-jalan dengan temannya, terkadang travelling dan tentu sangat sibuk dengan pekerjaan kantornya. Saat ini Cyra sudah menjadi kepala cabang di perusahaan tempatnya bekerja.


"Pa" panggil lembut Angel kepada papanya.


"Hm" gumam papanya yang sedang melihat layar ponselnya.


"Ada apa nak?" tanya Lian lembut kepada anaknya.


"Pa, mengapa Angel merasa seperti tidak punya mama?" tanya Angel sedih.

__ADS_1


"Loh, kog kamu ngomong begitu sih nak?"


"Mama kamu kan selalu ada dirumah nemani kamu!"


"Iya pa, mama ada tapi itu pun hanya sesekali mama ajak Angel bicara" ucap Angel sambil menunduk.


"Yang penting Angel punya mama dan mama ada untuk Angel ya!" ucap Lian.


"Mama tidak ada waktu buat Angel, pa!"


Walau Cyra libur sekali pun, dia lebih memilih sibuk dengan temannya, daripada dengan Angel, Angel lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan oma, opa dan papanya.


"Apa Angel nakal pa, hingga mama tidak menyukai Angel? Angel janji pa, enggak akan jadi anak nakal, asalkan mama mau menyayangi Angel"


Lian menatap Angel dengan perasaan teriris, dia tidak tega melihat Angel menangis pilu seperti ini. Dia pun menghapus air mata anaknya tetapi air mata itu terus menerus mengaliri pipi anaknya yang cantik tersebut.


"Angel tidak nakal, anak papa sangat baik budi"


"Jangan nangis nak, ada papa disini" ucap Lian kemudian memeluk anaknya.

__ADS_1


Lian sendiri binggung bagaimana menjelaskan kepada Angel tentang Cyra, ini sudah di rasakan Angel sendiri jika mamanya tidak menginginkannya.


"Angel, nanti pulang kerumah coba ajak mama main, atau minta mama mandikan ya!" ucap Lian mencarikan cara agar anaknya bisa dekat dengan mamanya.


Angel menatap papanya "iya Pa, nanti Angel coba" jawabnya.


"Anak pintar, nah gitu semangat lah" Lian selalu memberikan Angel semangat, karena Angel juga merupakan semangat hidup Lian.


Angel pun menghapus air matanya dan dia pun kembali tersenyum.


"Maafkan papa, nak! Papa belum bisa merubah mama mu untuk lebih baik selama ini" batin Lian.


"Bahkan membuat mama mu perduli akan kamu saja papa belum bisa" lirih batin Lian.


Lian merasa bersalah terhadap anaknya. Anak sekecil ini harus merasakan bahwa dia punya mama tapi seperti tidak mempunyai seorang mama.


"Andaikan aku punya keluarga yang bahagia, tentu anak ku tidak akan merasakan hal ini" batin Lian masih terus menatap anaknya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membahagiakan putri kecil ku ini"

__ADS_1


Lian berharap usul yang Lian sampaikan kepada Angel, dapat membuat Angel dan mamanya dekat, layaknya mama dan putrinya.


__ADS_2