
Saat Lian sudah berjalan mendekati taman, dia melihat kearah parkiran yang terlihat sangat ramai orang-orang berkumpul, ada yang berteriak, ada yang sedang panik. Lian pun melihat lagi kearah bangku dimana dia tadi meninggalkan istri dan anaknya.
"Dimana Angel?" batin Lian saat melihat kearah bangku hanya menemukan Cyra dengan seorang laki-laki sedang berbicara sangat akrab.
"Apa yang terjadi" batin Lian melihat keramaian.
"Ayo cepat angkat" teriak salah satu orang yang berkerumun.
"Permisi" Lian mencoba mendekat kearah orang yang berkumpul ramai.
"Ada apa ini pak?" tanya Lian pada seorang bapak-bapak berpakaian warna biru kaos berkerah.
"Ini ada anak kecil tertabrak mobil yang sedang ingin parkir" ucap bapak-bapak itu.
"Angellllllll" teriak Lian ketika seorang bapak-bapak lain mengangkat tubuh Angel dengan bagian kepala Angel yang berdarah.
__ADS_1
"Ayo cepat-cepat pak, masukkan mobil bawa kerumah sakit" teriak orang lain lagi.
"Ini anak saya, Angel" tangis Lian dengan sangat pedih, sakit. Seketika dia merasakan sangat sulit bernafas.
"Maafkan papa, nak, maafkan papa meninggalkan mu" ucap Lian sambil berurai air mata.
Orang-orang pun meminta Lian untuk bersabar. Mereka sangat prihatin dengan kondisi Angel. Bagaimana bisa anak sekecil ini di biarkan berjalan sendiri, begitu batin orang-orang yang berada disana.
Bapak-bapak yang mengendong Angel pun menyerahkan Angel kepada papanya dan Lian pun masuk kedalam mobil yang sudah siap jalan, milik salah satu pengunjung taman tersebut juga.
10 menit perjalanan sampai lah mereka disebuah rumah sakit yang besar, untungnya rumah sakit berada di dekat taman kota hingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk perjalanan.
Dengan tergesa-gesa Lian mengendong Angel menuju ruangan unit gawat darurat. Wajah Lian sudah terlihat sangat pucat, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Angel, Lian berharap jika Angel akan baik-baik saja.
"Dokter, tolong anak saya" teriak Lian ketika melihat seorang dokter yang sedang cepat berlari menghampiri Lian.
__ADS_1
"Tidurkan pak, anaknya" ucap salah seorang suster dengan cepat juga mengambil peralatan untuk memberikan pertolongan pertama untuk Angel.
"Bapak silakan tunggu diluar biar kami tanganin terlebih dahulu anaknya" ucap seorang perawat.
Dengan hati yang berat terpaksa Lian meninggalkan Angel berada dalam ruangan itu sendirian, tetapi sebenarnya tidak sendiri, tetapi ada seorang dokter wanita dan beberapa perawat sedang memberikan pertolongan pertama kepada Angel.
"Cyra" Lian terlihat sangat kesal dan marah saat mengingat dan menyebut nama istrinya.
Karena kepanikan dari Lian, dia pun hingga lupa jika Cyra tidak ikut bersamanya. Tetapi Lian tidak memperdulikan hal tersebut, dia lebih memilih mengkhawatirkan Angel dari pada harus mengurus emosinya dengan Cyra.
Lian terus bolak balik di depan ruangan dimana, Angel berada didalam. Sudah hampir 15 menit Lian menunggu diluar tanpa ada kabar sedikit pun dari dokter yang berada didalam. Hanya terlihat dua orang perawat yang keluar masuk ruangan itu seperti membawa alat lebih dan obat-obatan.
"Ya Tuhan, tolong lah anakku, selamatkan dia jangan ambil Angel dari diri ku, maafkan hamba mu yang tidak dapat menjaga amanah mu" ucap Lian dalam hatinya. Tetapi air matanya terus menetes.
"Maafkan papa nak, maafkan papa, seharusnya papa tadi tidak meninggalkan mu" batin Lian sangat lirih.
__ADS_1
Beberapa orang terus memperhatikan Lian yang sedang berbolak-balik didepan pintu ruangan itu. Mereka juga melihat mata Lian yang sembab serta merah karena menangis.