
Hari-hari berlalu, kehamilan Cyra yang membawa kebahagian untuk keluarganya, tetapi tidak untuk dia.
Cyra sangat lelah karena setiap hari harus melalui morning sickness yang kuat.
Tetapi hari ini berbeda, Cyra memang mengalami morning sickness, hanya saja ketika dia berada dekat dengan Lian semua terasa berhenti, mual muntahnya pun tidak ada. Tetapi ketika Lian pergi dari sisinya maka dia akan mual muntah.
"Kau menyusahkan" gumam Cyra sambil menatap ke perutnya.
"Harusnya kau belum ada di rahim ku ini" ucap Cyra lagi kepada janinnya yang masih berada dalam perutnya tersebut.
Cyra seperti memang tidak menerima dengan ikhlas dia telah hamil.
*****
"Cyra hari ini sudah memasuki usia kandungan 3 bulan kan, waktunya kita periksa kandungan mu ya" ucap Lian.
Lian mengetahui hari kalau kandungan Cyra sudah memasuki 3 bulan karena dia menemukan hasil usg yang tercecer didepan pintu kamar Cyra. Dia begitu bahagia melihat hasil usg tersebut.
"Tidak, aku sangat sibuk hari ini, aku banyak sekali kerjaan tidak bisa di tinggalkan" jawab Cyra cuek, seperti biasanya jika berbicara dengan Lian.
"Ya sudah besoknya saja!" ucap Lian kepada Cyra dengan lembut, agar Cyra mau mendengarnya.
"Enggak bisa, aku sudah katakan aku sibuk!" jawab Cyra menekankan perkataannya.
__ADS_1
"Hanya sebentar Cyra, kamu harus menyempatkan waktu untuk anak kita" bujuk Lian lagi.
"Nanti saja jika aku tidak sibuk" ucap Cyra lalu mengambil tas dan kunci mobilnya untuk segera pergi kerja.
"Ya sudah jangan lupa saja ya" ucap Lian.
"Makan buah-buahan, makan siangnya jangan sampai lupa dan vitaminnya jangan lupa diminum ya!" Lian mengingatkan apa yang seharusnya Cyra lakukan.
"Bawel sekali kamu" teriak Cyra.
Padahal Lian tidak bermaksud bawel, dia hanya ingin bisa mengecek kesehatan anaknya dirahim sang istri. Lian ingin anak dan istrinya selalu sehat.
Cyra sungguh lebih mementingkan pekerjaannya dan tidak perduli akan kehamilannya, untuk saja anak yang dikandung Cyra memang kuat.
Lian juga tahu jika kondisi ibu hamil sangat tidak stabil sehingga dia tidak mau terlalu berdebat dengan Cyra. Baginya yang penting saat ini Cyra dan calon anaknya sehat-sehat saja.
*****
Cyra merasa sangat kesal dengan suaminya ini, apalagi semenjak mengetahui Cyra hamil. Cyra merasa Lian terlalu berlebihan terhadapnya. Karena hampir setiap malam Lian Mengantar buah-buahan untuk menjadi cemilan Cyra, di sertai dengan susu ibu hamil yang sangat tidak Cyra sukai. Terkadang Cyra membuang susu tersebut ke kloset jika tidak di lihat oleh Lian.
*****
Sesampainya dikantor Tias melihat muka Cyra yang sangat berbeda sepertinya Tias sedang kesal, dia pun bertanya kepada Cyra
__ADS_1
"Cyra, kamu kenapa kog bete begitu?"
"Iiih, pusing aku dengan kelakuan Lian" jawab Cyra sambil memegang kepalanya.
"Memang suami mu kenapa?" tanya Tias yang jadi ingin tau rumah tangga temannya ini.
"Ini, gara-gara ini aku repot" jawab Cyra sambil menunjuk perutnya.
"Hust, Cyra enggak boleh gitu, anak itu amanah yang harus dijaga dan disyukuri" cetus Tias.
"Ya apa enggak, tiap pagi mual-mual, muntah, capek aku" ucap Cyra.
"Itu proses paling indah yang kita rasakan ketika akan menjadi seorang ibu lo Cyra!" Terang Tias.
"Agh, enggak lah itu, satu lagi" sangkal Cyra.
"Suami ku itu, hari-hari aku dipaksa makan buah, vitamin, susu hamil apa lagi paling aku enggak suka" ucap Cyra.
"Yak ampun Cyra, harusnya kamu bersyukur memiliki suami yang begitu memperhatikan mu, itu impian semua wanita" ucap Tias.
"Tapi aku enggak suka Tias" ucap Cyra menekan kata terakhirnya.
"Aneh kamu, jangan sampai suatu saat menyesal Cyra" ucap Tias memperingatkan temannya.
__ADS_1
"Agh, enggak lah. Kan hidup kita, kita yang atur sendiri" jawab Cyra.
Tias pun kehabisan kata-kata, hanya dapat mengeleng-gelengkan kepalanya.