Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
32. Reunian


__ADS_3

Cyra terlihat bersiap untuk menyambut malam pertemuannya dengan beberapa teman-teman kuliahnya.


"Kamu bawa baju untuk apa?" tanya Tias yang sedang melihat Cyra merapikan baju dalam sebuah paper bag.


"Aku mau ke acara reunian kecil-kecilan bersama teman kuliah" terang Cyra.


"Oh" jawab Tias.


"Lah, kamu enggak pulang rumah ganti bajunya, kog bawa ke kantor?" tanya Tias binggung.


"Malas aku, jika aku pulang nanti susah mau keluar lagi kan sudah harus jaga anak"


"Nanti dikatain lagi, anaknya masih kecil, butuh mamanya dan apa dan apa lah!" cerita Cyra ceplas ceplos.


"Maaf ya Cyra, wajar sih menurut ku kalau ada yang berkata begitu sama kamu, lagian memang anak masih sangat kecil Cyra" ucap Tias.


"Nah, ini yang membuat aku tidak suka punya anak!"


"Satu enggak bebas"


"Dua jadi senjata buat kalahkan aku"


"Tiga aku selalu salah" jawab Cyra.


"Bukan gitu Cyra harusnya kamu sekarang sebagai seorang ibu harus bisa melihat sebuah keadaan, apakah itu baik untuk mu dan anak mu!"


"Bukan hanya untuk mu saja yang baik!"


"Kalau sudah menjadi seorang istri kita ini mengorbankan banyak hal, pertama kebebasan kita sudah pasti, kedua perasaan kita, ketiga waktu kita, itu semua hanya untuk keluarga, untuk suami dan terutama anak kita" terang Tias.


"Kita bisa menjadi ibu yang baik, maka akan menjadi istri yang baik juga" ucap Tias yang terus menerangkan untuk Cyra.


"Aku enggak mau tau itu Tias, saat ini bagiku aku enggak puas dengan apa yang aku capai, apa yang aku inginkan, masih banyak hal" ucap Cyra yang tidak kalah gentirnya berbicara melawan omongan dari Tias.


"Aku hanya bisa menasehati mu, jika kamu mau mendengar, aku bersyukur jika tidak kau tetap teman ku" ucap Tias sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kau memang selalu teman ku" jawab Cyra yang juga tersenyum.


Cyra memang belum memikirkan orang lain selain dirinya sendiri.


Yang terpenting bagi Cyra, dia dapat bahagia.


"Happy" batin Cyra.


Cyra tidak akan marah jika Tias terus menasehatinya, hanya itu tidak akan Cyra pikirkan karena dia sudah menanam di pikirannya bahwa itu hanya angin lalu.


Setelah 1 jam berlalu, waktu sudah menujukan jam pulang kerja. Cyra pun bergegas ke kamar mandi dengan segala perlengkapannya serta tidak lupa menganti pakaiannya.


"Syukurnya ini kamar mandi perusahaan ini ok, kalau enggak aku duluan pingsan" batin Cyra.


Dia pun mengganti pakaiannya, memoles wajahnya dengan alat make up. Cyra memang lebih suka menggunakan make up yang natural, baginya yang terpenting dia terlihat fresh.


Setelah selesai pun dia segera pergi ketempat yang memang sudah mereka janjikan untuk berkumpul.


Ketika sampai ditempat Cyra reunian, teman-teman Cyra menyambutnya dengan antusias.


"Wahh bos kita datang" ucap salah satu temannya yang berjenis kelamin laki-laki.


"Apa kabar semuanya?" ucap Cyra menyapa temannya dengan bahagia.


"Baik" ucap mereka hampir bersamaan.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian lagi, senangnya" ucap Cyra.


Ini adalah teman-teman Cyra di tempat kuliahnya, tetapi tidak satu angkat, hanya mereka sangat suka berkumpul bersama. Walau di sini antaranya ada adik kelas mereka.


"Iya, kamu apa kabar Cyra?" tanya temannya yang lain.


"Aku baik donk" jawab Cyra tersenyum.


"Mana suami mu Cyra, oh iya ini kenalin suami ku" ucap teman Cyra yang bernama Frida.

__ADS_1


"Loh kog kamu bawa suami?" tanya Cyra binggung.


"Iya ini, tadi suami ku takut aku kenapa-napa, padahal menggendarain mobil lebih enak" ucap Frida.


"Tapi, teman-teman bilang enggak masalah, makannya suami ku jadi ikut!"


"Biasa lah wanita" ucap salah satu temannya yang bernama Hans.


"Tu Ria juga suaminya ikut" tunjuk Hans.


Ria dan suaminya melambaikan tangan kepada Cyra.


"Oh" ucap Cyra.


Melihat suami teman-temannya sangat baik menemani istrinya, malah membuat Cyra merasa geli, karena baginya harus begitu kah ditemani, hingga enggak bisa bebas dengan teman-teman.


"Ku dengar kamu sudah nikah" ucap teman yang lain.


"Eh, sudah!" jawab Cyra.


"Loh kog suaminya enggak dibawa, harusnya perkenalkan ke kami, agar kita semua di sini saling kenal" ucap Ria.


"Oh, i-tu" jawab Cyra gugup, dia binggung harus menjawab apa. Karena suaminya saja tidak tahu jika dia reunian dimana dan dengan siapa-siapa saja yang pasti temannya.


"Iya kog enggak dibawa, harusnya suami mu ikut Cyra, biar kita tau siapa suami mu dan biar suami-suami kita ini punya teman" ucap Frida terkekeh, dilanjutkan dengan suaminya yang terkekeh.


"Suami ku sibuk" hanya itu saja yang dikatakan Cyra.


"Oh, iya kamu masih ingat Dimas?" tanya teman Cyra yang bernama Reno.


"Dimas?" tanya Cyra.


"Iya, mantan kamu itu, sepertinya dia sudah punya pengganti mu ya?" terang Reno.


Deg! Jantung Cyra terasa berhenti sesaat. Entah perasaan apa yang dirasakan oleg Cyra.

__ADS_1


"Iya, katanya tu anak mau datang tapi belum sampai" timpal Hans.


Cyra hanya terdiam, berpikir siapa wanita yang bersama Dimas saat ini.


__ADS_2