Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
16. Perubahan Tubuh


__ADS_3

Hari ini Cyra dan Lian kedatangan tamu, siapa lagi kalau bukan mami Luci.


"Cyra, bagaimana keadaan cucu mami?" tanya mami Luci kepada menantunya ini.


"Boleh mami pegang?" tanya mami Luci.


"Boleh dunk mi!" jawab Cyra dengan tersenyum.


Mami Luci pun merasa perut Cyra yang terlihat sudah membuncit. Saat ini usia kandungan Cyra sudah menuju 7 bulan.


Mama Desi dan mami Luci sering berkunjung tetapi jarang menginap, hingga mami Luci saat ini menyempatkan diri untuk menginap karena dia ingin membantu menantunya untuk menjaga sang cucu.


"Oh cucu oma" ucap mami Luci kepada anak yang dikandung oleh Cyra.


Hari ini baru pertama kali lah perut Cyra dipegang oleh mami Luci, selama ini perutnya tidak pernah sekali pun dia izin kan orang lain memegangnya. Lian saja tidak pernah diizinkan Cyra untuk memegang perutnya.


Hal ini juga sungguh membuat Lian sedih, karena tidak bisa berbicara langsung kepada anaknya, hanya bisa menatap perut istrinya yang kian membesar. Dan sering kali Lian berbicara lewat batin, sambil menatap perut istrinya, berharap sang anak mendengarnya.


"Oma akan menjaga mu" batin mami Luci.


"Sudah malam, tidur lah, ibu hamil harus banyak istirahat" ucap mami Luci.


"Iya mi" jawab Cyra.

__ADS_1


"Cyra ini susunya dihabisin ya" ucap mami Luci kepada Cyra.


Dengan pandangan malas, Cyra pun meraih gelas yang berisi susu pemberian dari mami Luci.


"Terima kasih mi" ucap Cyra.


Cyra pun memasuki kamarnya dan kemudian di susul oleh Lian. Hanya dengan kehadiran mama mertua atau mamanya sendiri, Cyra dan Lian baru akan tidur satu kamar, tetapi tidak d ranjang yang sama. Lian tetap diusir oleh Cyra untuk tidak didekat dengan Cyra.


Padahal Cyra merasa jika dirinya di dekat Lian, dia merasa aman, nyaman dan tenang. Hanya sisi lain dia terus menolak kehadiran Lian.


"Lian, ini habiskan susunya" ucap Cyra kepada Lian ketika mereka sudah berada dalam kamar.


"Loh, ini kan susu ibu hamil, ini buat kamu Cyra biar kamu dan anak kita sehat" ucap Lian.


"Kamu habiskan susu ini kalau tidak aku buang" ucap Cyra sambil meletakan gelas susu itu di meja.


"Terserah kamu" ucap Lian yang sudah malas berdebat dengan Cyra.


Cyra pun dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


"Aagghhhhh" ucap Cyra, dia hampir terpeleset karena kecerobohan dia sendiri.


"Kamu enggak apa-apa? Ada yang sakit tidak?" tanya Lian cemas. Jantung Lian seperri ingin terlepas melihat Cyra yang hampir terjatuh. Dia sangat kaget.

__ADS_1


Untung saja Lian dengan cepat menangkap tubuh Cyra hingga Cyra tidak terjatuh, jika saja terjatuh itu akan berakibat fatal terhadap bayi mereka.


"Lepasin" ucap Cyra yang tetap saja kasar.


"Pelan-pelan jalannya" ucap Lian kemudian membantu Cyra berdiri tegak semestinya.


Cyra pun bangkit tetap dengan kasarnya tubuh dia. Kemudian membuang susu ibu hamil itu kedalam kloset kamar mandinya.


"Aku enggak suka minum susu, mengapa semuanya selalu menyuruh ku minum susu" gumam Cyra menatap ke cermin kamar mandinya.


"Agh, badan ku sudah melar, padahal aku sudah mencegah agar aku tidak terlalu makan banyak!" batin Cyra membolak-balikkan badannya di depan cermin.


Cyra baru menyadari jika badannya telah melar, dia merasa frustasi dengan badannya ini, sepertinya dia kurang menerima kondisi tubuhnya.


"Aku lapar sih saat ini, tapi aku harus tahan enggak makan, biar badan ku tidak tambah melar" ucap Cyra dalam kamar mandi.


Cyra mengangkat sedikit bajunya melihat perutnya.


"Agh, apa lagi ini? Kulit perut ku sudah pecah?" Gumamnya.


"Apa bisa kembali? Yak ampun perut ku akan menjadi jelek?" ucap Cyra lagi.


"Agh, ini gara-gara kamu!" ucap Cyra sambil menatap perutnya ini.

__ADS_1


Cyra benar selalu menyalahkan apa yang terjadi di dirinya adalah kesalahan sang bayi.


__ADS_2