
Hari ini Cyra berencana menemui Dimas sang mantan kekasih, untuk mencari penjelasan tentang hubungannya dengan Jihan.
Cyra saat ini sedang berada disebuah cafe menunggu kehadiran Dimas, sudah hampir lewat setengah jam menunggu, dia pun mulai bosan.
"Hai Cyra" sapa orang yang ditunggu telah datang.
"Ih, lama sekali kamu datang! Aku sudah bosan menunggu" gerutu Cyra menatap kesal Dimas.
"Maaf" ucap Dimas sambil terkekeh.
"Anuh, tadi" Dimas bermaksud menjelaskan kepada Cyra mengapa dia bisa sampai terlambat tidak sesuai dengan jam yang ditentukan.
"Sudah tidak perlu dijelaskan, pasti tadi kau bersama Jihan" tukas Cyra secara langsung.
"Ah enggak" jawab Dimas kaku.
"Sudah tidak perlu membohongi ku" jawab Cyra.
__ADS_1
"Iya, tadi kami jalan-jalan dulu"
"Ceritakan bagaimana kau bisa dengan Jihan sedangkan kau katakan pada ku kalau kau masih menunggu ku?" tanya Cyra menuntut jawaban yang jelas.
"Jelaskan" tekan Cyra.
Sebenarnya Cyra sendiri masih menyimpan perasaannya kepada Dimas, dia merasa lebih nyaman ketika bersama Dimas. Padahal Dimas hanya lah seorang parasit yang pandai berbicara dan merayu wanita untuk mendapatkan apa yang dia mau.
"Maaf Cyra, waktu aku datang ke acara pernikahan mu disana aku mulai menyukai Jihan dan mendekatinya, tetapi hati ku juga masih saja memilih untuk berada didekat mu juga, hanya aku terhalang oleh Lian" ucap Dimas pelan sambil menunduk, seakan dia merasakan sangat sedih karena Cyra telah menikah.
"Aku masih sangat mencintai mu Cyra" ucap Dimas menatap Cyra dan menggenggam tangan Cyra yang berada atas meja.
Dimas yang melihat wajah Cyra berubah pun merasa binggung, dia tidak tahu mengapa raut wajah Cyra saat ini bukannya senang tapi malah seperti orang ketakutan dan langsung menarik tangannya dari tangan Dimas.
"Cyra kamu kenapa?" tanya Dimas binggung.
"Sstttt" ucap Cyra berusaha agar Dimas tidak bicara sedangkan pasangan orang tua itu berjalan sudah sangat mendekati Cyra dan Dimas. Pandangan mata orang tua itu pun semakin menakutkan bagi Cyra.
__ADS_1
"Cyra, aku sangat mencintai mu" Dimas malah masih sangat berusaha menyakinkan Cyra agar mau menerimanya.
"Cyra pulang sekarang juga ikut papa" suara sang papa yang tegas tidak bergetar ataupun goyang dalam berbicara.
Cyra pun hanya bisa menatap mama dan papanya dengan rasa takut. Sedangkan Dimas, dia terkejut jika dibelakang dia saat ini adalah orang tua dari kekasih dia, alias dua orang kekasih, kakak adik yang dia pacari.
Dengan berat hati, langkah yang berat tanpa sepatah katapun kepada Dimas, Cyra bangkit dari kursinya serta meninggalkan minuman dia yang baru saja datang tidak sempat dia habiskan.
"Mengapa papa mama bisa berada disini, sangat tidak beruntungnya hidup ku" batin Cyra.
Seperti anak kecil yang sedang dilarang pacaran tetapi ketahuan pacaran.
Sedangkan papa Rendi sedang menatap Dimas dengan sangat tajam, tatapan membunuh.
"Hei anak muda, masih saja kau menganggu putri ku, apa perlu aku keluarkan semua salah mu" tanya papa Rendi dengan sangat tegas.
"Ini kali kedua saya ingatkan jangan dekati kedua anak saya" ucap papa Rendi dengan galaknya.
__ADS_1
Sedangkan mama Desi hanya menatap benci terhadap Dimas.