Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
14. Ngidam


__ADS_3

Hari sudah malam, Cyra sudah siap untuk segera tidur. Tetapi tiba-tiba dia menginginkan sesuatu, bahkan sangat ingin.


Dia ingin keluar membelinya, hanya dia sungguh malas untuk beranjak dari ranjang empuknya.


"Sudahlah besok saja" batin Cyra.


Tetapi dorongan batinnya sangat kuat untuk makan sesuatu yang sangat dia inginkan.


"Aku pengen sekali" ucap Cyra, dia merasa dalam mulutnya penuh liur dengan hanya membayangkan makanan itu.


Cyra pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Lian.


"Liannnnn" panggil Cyra dengan teriakannya.


"Liannn" teriak Cyra lagi karena Lian belum menampakkan dirinya.


"Ada apa, apa kamu terluka atau bagaimana?" tanya Lian yang buru-buru menghampiri Cyra.


"Iiiihhhh, lebay sekali sih kamu" ucap Cyra.


Padahal Lian hanya mengkhawatirkan Cyra, karena Cyra biasanya tidak akan mencari Lian seperti itu apalagi sudah malam.

__ADS_1


"Lalu kamu mau apa, mencari ku" tiba-tiba saja sikap Lian menjadi lebih tegas.


"Hei santai donk bicaranya" ledek Cyra.


Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, melihat sikap Cyra saat ini.


"Aku hanya ingin makan mangga muda" jawab Cyra dengan menatap mata Lian.


Pada saat ini sebenar Cyra juga binggung mengapa dia bisa begitu menginginkan makan mangga muda, padahal dia bukan pencinta makanan asam. Tetapi Cyra juga tidak tau bahwa yang dia alami adalah Ngidam. Yang merupakan proses kehamilan.


"Mangga muda?" tanya ulang Lian agar dia tidak salah dengar.


"Iya, mangga muda" angguk pelan dari Cyra.


"Cyra, saat ini sudah malam. Besok ya!" ucap Lian dengan lembut dengan maksud agar Cyra bisa mengerti.


"Enggak, aku mau sekarang kalau bisa sekarang juga makannya" ucap Cyra dengan suara yang sepertinya mulai sedih.


"Aku mau mangga muda malam ini" bentak Cyra.


"Kamu kenapa?" tanya Lian ingin memegang pipi Cyra, karena terlihat air mata Cyra turun setetes.

__ADS_1


Namun Cyra menghindar, sebenarnya Cyra sendiri tidak tahu dia mengapa bisa meneteskan air mata hanya dengan permintaan dia di tolak oleh Lian.


"Aku mau mangga muda" ucap Cyra sekali lagi.


"Baik, aku usaha mencarinya!" ucap Lian untuk menenangkan Cyra.


"Pergi sekarang" Cyra mengusir Lian untuk segera mencarikannya mangga muda.


Lian pun bergegas, waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, dia binggung harus mencari dimana. 1 jam perjalanan dia, akhirnya dia menemukan sebuah market yang menjual mangga muda, dengan senang hati Lian membelinya dan membawa pulang untuk Cyra.


"Cyra ini" ucap Lian menyodorkan buat Cyra.


Cyra ternyata tertidur disofa luar sambil menunggu Lian membawakannya mangga muda. Padahal waktu juga sudah menunjukan jam 11 malam, Cyra terbangun dengan kondisi mengantuk.


"Iiiihhh aku enggak mau yang dibeli" teriak Cyra melempar mangga muda yang berada dikantong plastik putih tersebut.


"Cyra, kamu apaan enggak menghargai aku yang mencarinya" emosi Lian muncul.


"Aku mau mangga muda yang didepan komplek, kamu harus manjat sendiri buat mengambilnya" ucap Cyra, dia teringin sangat mengucapkan hal tersebut.


"Apa kau gila, Cyra?" tanya Lian, karena hal ini menurut Lian tidak masuk akal.

__ADS_1


"Ini permintaan anak mu, bukan aku" ucap Cyra, dia sudah mengerti saat ini dia sedang ngidam, setelah dia mencari tahu di google.


Lian hanya bisa menghembuskan nafas lelahnya, karena mendengar Cyra berkata seperti itu, mau tidak mau Lian pun keluar lagi, padahal hari sudah menunjukan tengah malam.


__ADS_2