Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
53. Kilas Balik Kecelakaan Itu


__ADS_3

3 hari berlalu dari kecelakaan yang dialami oleh Angel. Hari-hari Angel lebih banyak ditemani oleh opa, oma dan papanya.


Sedangkan sang nenek dan kakeknya sekali-kali akan datang menjenguk kemudian pulang kerumahnya lagi.


Mamanya Angel, Cyra.


Ya Cyra, tentu dia tetap lebih memilih untuk melanjutkan kesibukkannya dalam bekerja. Dia hanya akan menjaga Angel disaat jam pulang kerja.


Hanya Lian yang rela berkorban waktu, uang, pekerjaan untuk menjaga Angel. Dia sudah membatalkan banyak pertemuan dengan kliennya. Hanya dia bersyukur karena dia juga bertemu dengan klien-klien yang mengerti kondisi dia. Dia menyerahkan semua tugasnya kepada sang asisten.


"Pa, kapan Angel boleh pulang kerumah?" tanya Angel. Yang sudah bisa menggerakkan tangan sebelahnya yang tidak terinfus.


"Tunggu dokternya izinkan ya sayang" jawab Lian dengan lembut kepada anaknya.


"Angel bosan papa" ucap Angel dengan manja.


Kini selang oksigen yang berada di hidung Angel telah terlepas. Angel sangat cepat mengalami pemulihan, Angel adalah anak yang kuat.


Kini Lian bisa sedikit tersenyum melihat kondisi perkembangan kesehatan Angel yang semakin membaik.


"Pa, mama kog sibuk terus ya walau Angel sakit seperti ini!" tanya Angel yang polos ini.

__ADS_1


Tentu jika anak sekecil ini sakit, dia masih membutuhkan mamanya untuk mendampingi dia, dia ingin bermanja, memeluk mamanya. Tetapi semua itu sangat jarang Angel dapatkan.


"Mama sedang sibuk sayang" ucap Lian kepada Angel berharap anaknya mengerti.


"Setiap waktu mama sibuk pa, hingga bersama ku di taman saja mama sibuk dengan ponsel serta temannya" kenang Angel.


Lian terdiam dengan apa yang anaknya katakan, semenjak kecelakaan itu, Lian sudah tidak ada bicara satu kata pun kepada Cyra. Bahkan menatap Cyra saja Lian sudah sangat malas.


Lian merasakan sedikit demi sedikit cinta yang dulu ia tanam untuk Cyra kini mulai menghilang. Bahkan Lian sangat terbiasa tanpa Cyra, saat ini juga dia merasa tidak membutuhkan Cyra sebagai istrinya.


"Sudah, jangan diingat lagi kejadian itu ya" ucap Lian. Sebenarnya Lian sudah mengetahui bagaimana kejadian kecelakaan yang di alami oleh Angel.


Flashback On


Sedangkan Angel dirumah sakit sedang tertidur dan dijaga oleh mami Luci.


Lian dan pengendara yang menabrak Angel memilih tidak mempermasalahkan lebih lanjut kejadian tersebut, karena bagi Lian yang terpenting saat ini Angel sudah selamat dan masih di sisinya.


Lian pun sempat berbicara dengan beberapa saksi mata atas kecelakaan yang di alami oleh Angel. Salah satunya percakapan dia dengan orang yang bekerja di bagian kebersihan taman. Seorang pria yang kiranya berusia 45 tahun itu lah yang juga melihat kejadian itu.


Pak Septian nama orang tersebut. Menuturkan jika Angel terlihat sendirian ke parkiran, seperti sedang menunggu orang datang dan yang ditunggu itu pasti lah papanya.

__ADS_1


Pak Septian berkata jika dia tidak melihat mamanya Angel berada sekitar Angel.


"Apa bapak melihat wanita ini dimana, sewaktu kecelakaan?" tanya Lian menunjukan layar ponselnya berisi foto seorang wanita yang tiada lain adalah Cyra.


"Oh, saya lihat!" Ingat pak Septian.


"Mbak ini pas itu ada di bangku taman sedang asik mengobrol dengan temannya" ucap pak Septian.


"Cyra" batin Lian kesal.


"Berarti dia tidak benar-benar menjaga Angel ketika aku pergi membeli es krim untuk Angel" batin Lian dengan raut wajahnya menampakkan kekesalan.


"Baik, pak terima kasih informasinya" Lian pun menutup pembicaraan ini.


"Saya pergi dulu" ucap Lian.


Pak Septian pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Lian pun melangkah pergi.


Dalam hati Lian, dia menyesal telah membawa Angel keluar untuk jalan-jalan waktu itu, seharusnya dia dan Angel dirumah saja.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2