Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
52. Angel Sadar


__ADS_3

Lian bersama orang tuanya kini menatap Angel dengan kepedihan dihati mereka. Sungguh sakit hati Lian melihat tangan munggil tersebut terpasang selang infus serta hidungnya yang terpasang selang oksigen, mata nan indah itu tertutup rapat, wajahnya polos tersebut kini terdapat sedikit goresan diwajahnya serta kepala Angel yang di perban terlihat bekas darah yang tertahan untuk keluar.


"Angel, maafkan papa membuat mu begini nak" lirih Lian menatap anaknya.


"Sudahlah Lian, Angel akan baik-baik saja jangan terus salahkan diri mu" ucap papi Bram.


"Iya Lian, kamu yang harus semangat, kuat, tenang untuk bisa jadi papa yang dibutuhkan oleh anak mu" timpal mami Luci.


Lian hanya mengangguk dengan ucapan kedua orang tuanya.


Kemudian pintu ruangan pun terbuka, papa Rendi, mama Desi dan Cyra pun masuk bersamaan untuk melihat kondisi Angel.


"Cucu nenek, cepat sembuh ya sayang" ucap mama Desi mengelus sedikit wajah Angel.


"Cucu ku" gumam papa Rendi yang juga sedih melihat kondisi cucunya.


Hanya Cyra yang berdiam diri tanpa expresi apapun. Membuat Lian binggung manusia dengan hati apa yang Cyra miliki.


Tiba-tiba saja Cyra tergerak untuk mendekati ranjang yang menjadi tempat tidur Angel, dia pun mendekati ranjang anaknya, menatap anaknya, baru kali ini dia menatap Angel dengan begitu lama dan dalam tidak terasa setetes air mata keluar dari matanya. Cyra memegang tangan Angel begitu erat, tangan munggil itu kini dia pegang dengan erat sambil dielus-elusnya. Cyra merasa kan hati terkecilnya sakit, sebagai seorang ibu tentu perasaan batin terdalam itu ada.

__ADS_1


"Ma-ma" panggil Angel dengan suara yang sangat lemah ketika Cyra berada didekatnya.


Cyra pun terkejut kemudian memberitahu yang lain kalau Angel telah sadar. Orang pertama yang disebut Angel adalah Cyra, tentu itu seharusnya menjadi suatu kebanggan untuk Cyra sebagai mamanya Angel.


Lian yang mengetahui anaknya telah sadar pun sangat bahagia, dia pun segera memanggil dokter untuk memeriksa anaknya.


"Angel sudah baik-baik saja, tinggal proses pemulihannya saja" ucap dokter yang tadi menanggani Angel.


"Terima kasih dok" ucap Lian.


Kemudian dokter dan suster itu kembali keluar meninggalkan ruangan rawat inap Angel. Untung saja ruangan rawat inap Angel sangat besar jadi disini oleh keluarganya tetap cukup dan masih terlihat longgar.


"Angel, maafkan papa ya, buat kamu begini" ucap Lian mendekati Angel. Cyra pun memundurkan dirinya, memberikan tempat untuk Lian berbicara kepada anaknya.


Lian sangat bersyukur karena Angel telah sadar, jika Angel terjadi apa-apa dengan anaknya maka dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Papa kenapa minta maaf sama Angel?" tanya Angel dengan polosnya, tentu dia binggung mengapa papanya harus meminta maaf kepada dia. Sedangkan papanya tidak berbuat salah terhadapnya.


"Lian, biarkan Angel istirahat dulu, dia baru saja pulih" ucap mami Luci menepuk pundak anaknya.

__ADS_1


"Cucu oma, istirahat dulu ya, nanti baru bicara lagi, oma, opa, nenek dan kakek selalu menunggu Angel sehat kembali ya!" ucap mami Luci.


"Iya Lian, jangan banyak ajak Angel bicara dulu!" timpal papi Bram.


"Iya" jawab Lian kemudian hanya mengusap pipi anaknya.


"Angel ada yang mau dimakan, angel lapar tidak, nanti papa pergi carikan apa yang Angel mau makan" tanya Lian kepada anaknya.


"Enggak pa" jawab Angel sambil menggeleng pelan kepalanya.


"Ya sudah Angel bobok lagi ya!" ucap mama Desi kepada cucunya.


"Iya nek" jawab Angel.


"Nenek dan kakek akan pulang dulu" pamit papa Rendi kepada Angel, karena hari sudah semakin sore. Angel pun hanya menjawab dengan menganggu.


"Cyra jagain anak mu" ucap mama Desi dengan sinis kepada anaknya karena dia masih sangat kesal terhadap Cyra.


Cyra hanya menganggu saja tanpa berbicara, kini Cyra yang lebih banyak diam.

__ADS_1


__ADS_2