Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
15. Manjat Pohon Mangga Orang


__ADS_3

Lian pun segera berjalan kearah mobilnya dan membawanya ke tempat yang Cyra tuju, sempat kebinggungan akhirnya Lian menemukan rumah yang ada pohon mangganya.


"Bagaimana aku meminta mangga ini" ucap Lian dalam batinnya sambil memandang pohon mangga itu dari jalan.


"Tinggi lagi" batin Lian.


"Apa harus seperti ini menjadi seorang papa" gumam Lian.


"Baik, kalau ini untuk anak ku, aku pasti bisa" Lian menyemangati dirinya.


Lian pun keluar dari dalam mobilnya, dia menghampiri pos satpam yang berada didepan gerbang.


"Aduh bagaimana bangunkan satpam yang tidurnya sudah nyenyak begini" batin Lian, Lian terus saja berbicara pada dirinya sendiri. Dia merasa sungkan untuk membangunkan satpam ini.


"Mas, mas, mas permisi" ucap Lian pelan agar satpam ini tidak terkejut dibangunkan orang tengah malam begini. Lian mencoba membangunkan sang satpam.


"Jangan sampai aku dikira hantu deh" batin Lian.


"Eh" ucap satpam itu terbangun karena merasa badannya ada yang mengoyangnya.


"Maaf mas, saya bangunkan mas tengah malam begini" ucap Lian.


Lian sangat merasa serba salah untuk saat ini. Karena menganggu orang diwaktu tengah malam begini.


"Eh, ada apa pak?" tanya satpam tersebut.


"Eng, aduh, gini pak!" ucap Lian yang menurutnya kata-kata ini susah di ucapkan.


"Maaf, sebelumnya karena sudah membangunkan mas" ucap Lian.


"Gini pak, istri saya sedang hamil dan malam ini dia minta mangga muda terus minta mangga muda dari rumah ini" ucap Lian sangat canggung.


"Saya sangat binggung dibuatnya mas!" Terang Lian.

__ADS_1


"Ini hal biasa pak, saya pernah mengalaminya, walau berbeda cara!" ucap si satpam.


"Apa boleh saya meminta mangga mudanya mas?" tanya Lian.


"Silakan pak" ucap satpam tersebut.


"Ini pak ada bambu yang bisa untuk menjatuhkan" ucap satpam tersebut memberikan sebuah bambu yang lumayan panjang.


"Agh, enggak usah ma, istri saya minta saya yang manjat sendiri, tadi sudah dibelikan di sebuah market enggak mau dia makan" ucap Lian dengan raut wajah sedih.


"Sabar pak, memang begitu kalau istri hamil" ucap satpam ya di dada kanan bajunya tertulis Bayu.


"Iya mas, saya panjat dulu ya" ucap Lian.


Kaki Lian sudah baru mendekati pohon mangga saja sudah bergemetar. Keringat pun bercucuran padahal cuaca malam tentu dingin.


"Hati-hati pak" ucap Bayu.


"Iya mas!" jawab Lian.


Perlahan tapi pasti Lian sudah mencapai buah mangga yang ingin ia petik, bahkan dia hampir terpeleset dari atas pohon tersebut. Lian pun mendapatkan tiga buah mangga untuk diberikan kepada istrinya.


"Terima kasih ya mas" ucap Lian setelah mendapatkan mangga tersebut.


"Sama-sama pak" jawab mas Bayu, kemudian mengunci pagar rumah majikannya.


Lian bersyukur, akhirnya dia bisa memenuhi apa yang istrinya mau.


"Cyra ini" ucap Lian kepada Cyra.


Karena hampir setengah jam lebih Lian disana membuat Cyra merasa kesal.


"Lama sekali, niat enggak sih buat carikan?" tanya Cyra.

__ADS_1


"Ini, Cyra mangga mudanya, apa pun untuk mu dan anak kita" ucap Lian.


"Mana?" tanya Cyra.


"Bukakan" ucap Cyra.


Dengan badan yang masih merasa lelah karena memanjat pohon, Lian pun mengambil pisau ke dapur dan mengambil sebuah piring.


"Lemah sekali diri mu, enggak ikhlas kah?" Ejek Cyra.


"Aku lelah Cyra karena harus memanjat pohon mangga yang tinggi itu" jawab Lian.


"Alasan saja kamu, masak segitu saja enggak bisa" Cyra terus meremehkan Lian.


Lian tidak lagi berniat menjawab omongan dari Cyra, dia pun membuka mangganya.


"Tiga-tiganya dibuka" perintah Cyra.


Lian hanya menatap Cyra dan membukanya.


"Ini sudah" ucap Lian.


Tidak ada ucapan apa pun dari Cyra, dia hanya mengambil satu potong kemudian memakannya.


"Sudah" jawab Cyra setelah memakan satu potong mangga tersebut.


"Apa, Cyra, kau lihat ini, kau yang minta kupas tiga buah tetapi kau makan hanya sepotong itu?" Lian merasa lemas.


"Aku tidak ingin lagi bagaimana aku memakannya?" jawab Cyra cuek.


"Lalu ini bagaimana?" tanya Lian dengan nada yang lebih keras sedikit.


"Ya kau saja yang makan sendiri habiskan!" ucap Cyra.

__ADS_1


"Aku mau tidur, besok kerja" ucap Cyra kemudian pergi meninggalkan Lian dengan potongan mangga muda tersebut.


Lian terduduk lemas diatas kursi sofanya, dia merentangkan kedua tangannya melebar di bahu sofa. Lian bukan lah orang yang suka memakan, makanan asam seperti ini.


__ADS_2