Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
28. Bertemu mantan


__ADS_3

Cyra sedang berjalan mengelilingi beberapa rak berisi barang. Kini dia berada disebuah mall besar di kotanya. Karena ingin membeli keperluannya, setelah pulang kerja dia pun mengunjungi sebuah mall.


Cyra ingin mengambil sebuah sabun cuci muka yang terletak lebih tinggi dari tinggi tubuhnya, dia sedikit berjinjit dengan kesusahan menggapainya.


Tiba-tiba dari belakang ada seorang laki-laki yang mengambil apa yang ingin diambil oleh Cyra.


"Eh, terima kasih mas!" ucap Cyra saat sudah mendapatkan barang yang dia mau.


"Dimas!" ucap Cyra terkejut karena saat ini yang mengambilkan dia barang adalah Dimas, mantan dia sebelum menikah dengan Lian.


"Hai Cyra apa kabar?" tanya Dimas.


"Baik, kamu kesini sendiri?" tanya Cyra.


"Eh, iya sendiri" jawab Dimas gugup sambil melihat kanan kiri, seperti mencari keberadaan seseorang.


"Ooh" jawab Cyra.


Dimas adalah kekasih Cyra, seorang berondong hingga orang tua Cyra kurang menyukainya. Mereka bersama dari semenjak kuliah, Dimas adalah adik kelas dari Cyra.


Dimas pun mengajak Cyra untuk duduk disalah satu cafe, setelah dia meminta Cyra menunggu sebentar karena ingin menghubungi temannya.


"Pesannya Jus alpukat satu dan cappucino ice satu" ucap Dimas kepada pelayan yang menghampirinya.


"Masih ingat saja apa yang aku suka" ucap Cyra tersenyum lebar.


"Pasti, karena kamu tidak terlupakan, selalu dihati ku" ucap Dimas kemudian meraih tangan Cyra.

__ADS_1


Cyra tidak menolaknya malah membiarkan hal tersebut, sambil tersenyum.


"Bagaimana keadaan mu sekarang" tanya Dimas sambil melepaskan pegangannya dari tangan Cyra.


"Aku sangat tidak menyukai kehidupan ku sekarang tidak ada kebebasan, setiap malam harus menjaga anak ku"


"Aku lelah" cerita Cyra.


"Apa kamu tidak pakai pengasuh?" tanya Dimas.


"Tidak, dia tidak suka memakai pengasuh, karena bagi dia hari-hari anaknya sudah bersama oma nya malamnya masak harus bersama pengasuh lagi, seperti tidak ada orang tua?" Jawab Cyra.


Dia yang dimaksud Cyra adalah Lian.


"Tetapi kan itu membuat mu kelelahan seperti ini" ucap Dimas dengan perhatiannya.


"Sudah, lupakan itu Dimas, aku sudah menikah, semua tiada artinya lagi!" ucap Cyra seperti merasa frustasi.


"Walau kamu sudah menikah, aku masih berharap bersama mu" ucap Dimas menatap dalam ke mata Cyra.


Cyra tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Dimas.


"Aku masih menunggu mu" ucap Dimas.


Cyra terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Tidak ada salahnya jika kita masih bersama kan?" tanya Dimas, seolah memancing jawaban yang dia harapkan dari Cyra.

__ADS_1


"Akan aku pikirkan" ucap Cyra sambil tersenyum.


Perlakuan Cyra kepada Dimas, jauh berbeda dengan perlakuan Cyra kepada Lian. Karena memang bagi Cyra hanya Dimas yang bisa membuatnya bahagia.


"Ini sudah malam, aku harus pulang" ucap Cyra sambil menatap jam ditangannya.


"Iya, nanti kita lanjutkan di whatsapp saja ya, aku tunggu, jangan sampai lupa" ancam Dimas.


"Iya, nanti aku hubungi kamu, masih nomor lama kan!"


"Masih"


"Ok, bye-bye" Cyra pun pergi menjauh dari Dimas.


Dimas hanya tersenyum menatap Cyra yang sudah pegi.


"Aku harus mendapatkan Cyra kembali, dia aset ku" ucap Dimas dalam batinnya.


Kemudian Dimas pun menghubungi orang yang tadi dia batalkan untuk bertemu.


*****


Sesampainya Cyra dirumah, jam sudah menujukan pukul 9 malam, saat itu Angel pun telah tertidur, tetapi tidak dengan Lian.


"Darimana saja kamu, jam segini baru pulang?" tanya Lian dengan suara tegas, suara yang beda dari sebelumnya.


Cyra pun terkejut ketika dia menyalakan lampu kamarnya, melihat Lian sedang duduk disofa yang memang terletak dalam kamar.

__ADS_1


Dengan bersekap dada, Lian menatap Cyra dengan tatapan tidak bersahabat.


__ADS_2