
"Selamat ya pak, bayinya perempuan cantik seperti ibunya" ucap dokter Lala.
Dokter Lala mengendong bayi Lian dan Cyra menuju ke orang tuanya.
"Gadis kecil ku" ucap Lian terharu sambil menerima anaknya.
Lian selama ini tidak tahu jika anaknya berjenis kelamin perempuan karena setiap mengajak Cyra untuk ke dokter kandungan segala alasan Cyra berikan, entah mengapa Cyra sangat menutup hal ini. Tetapi karena Lian hanya berharap jika anak dan istrinya baik-baik, maka dia dengan perasaan lepas menerimanya.
Untuk kali pertama dia mengendong anaknya, tentu dia merasa sangat bahagia. Kini dia menjadi seorang papa yang sesungguhnya.
"Cyra, lihat anak kita perempuan cantik seperti kamu" ucap Lian yang memang dalam perasaan senang hingga melupakan jika Cyra cuek terhadap dia, bahkan kadang tidak menganggap kehadirannya.
Mendengar kata dari suaminya jika dia cantik, membuat Cyra sedikit senang. Wanita mana yang tidak suka jika dipuji suaminya sendiri bahwa dia cantik. Cyra pun menatap sekilas anaknya, hanya memberikan senyum yang kecil saja.
"Cyra, kamu susui ya" ucap Lian memberikan anaknya sang istri.
"Iya" jawab Cyra, kemudian meraih anaknya dari tangan suaminya menempatkan pada tangan kirinya, meletakan wajah bayinya tepat didepan dada.
"Cyra, aku beri nama anak kita Angel Ghassani, bagaimana menurut mu?" tanya Lian meminta pendapat kepada istrinya.
"Terserah kamu, orang dia anak mu!" jawab Cyra dengan santainya.
__ADS_1
"Ya sudah kita panggil Angel ya"
"Iya" jawab Cyra.
"Lian, Cyra" sapa seorang wanita yang baru datang dengan rombongannya.
"Ma, pa, mi, pi!" sapa Lian dan Cyra hampir bersamaan.
Keluarga Lian dan Cyra datang memang hampir bersamaan, setelah mendapat kabar dari Bik Narni mereka pun langsung kerumah sakit dimana Cyra melahirkan, saat ini Bik Narni sudah pulang kerumah untuk mengurus keperluan rumah tangga yang memang menjadi tanggung jawabnya sebagai asisten rumah tangga.
"Mana cucu mami?" tanya mami Luci yang merasa sangat penasaran melihat cucunya.
"Besan, lihat ini cucu kita, pi lihat cucu kita" ucap mami Luci yang menerima bayi Angel dari tangan Cyra.
"Cucu ku" ucap mama Desi.
Kemudian mami Luci pun memberikan bayi Angel kepada besannya ini. Bayi Angel pun kini dalam gendongan mama Desi.
Mereka semua yang berada diruang ini, kini berubah status, ada yang menjadi kakek dan nenek, lain hal nya dengan Lian dan Cyra, menjadi seorang papa dan mama.
Mereka semua tertawa riang, menerima kelahiran bayi Angel yang cantik ini, wajah halus, kulit putih lembut, mata, hidung, mulut, telingga yang masih mungil sangat indah untuk dilihat lama-lama. Apalagi wajah manis dari bayi Angel, membuat semua orang betah lama-lama menatapnya.
__ADS_1
"Cyra kamu sudah menyusui anak mu ini?" tanya mama Desi dengan galaknya, karena dia takut jika Cyra tidak mau memberi cucunya ini asi secara langsung.
"Sudah ma" jawab Cyra.
Lian hanya dapat tersenyum bahagia, tentu dengan senyum lebar karena melihat semua orang yang dia sayangi disini sangat bahagia.
"Lian siapa nama cucu papi?" tanya papi Bram.
"Astaga pi, mami sampai lupa belum mengetahui siapa nama cucu kita, sakin mami bahagia mendapatkan seorang cucu yang cantik ini" ucap mami Luci.
"Sama mbak, aku juga lupa untuk nanya nama cucu kita ini" tambah mama Desi.
"Ini semua kebahagian dari cucu kita bersama" papa Rendi pun ikut berkomentar, padahal para kakek sedari tadi diam saja, karena melihat para nenek berbicara saja ruangan sangat terasa ributnya.
"Lian kasih nama Angel Ghassani, pa!" jawab Lian dengan bangganya memperkenalkan nama anaknya.
"Yang berarti malaikat cantik" terang Lian kembali.
"Wah nama yang cantik" ucap mama Desi.
Semua yang berada disama telah setuju jika nama anak Lian dan Cyra adalah Angel Ghassani.
__ADS_1
Cyra bagaimana pun ada merasa bangga terhadap dirinya sendiri karena melihat keluarganya bahagia, dia peran penting disini, karena dia juga bayi Angel terlahir ke dunia ini dan membawa kebahagian yang sangat besar.