Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
59. Lian Dan Angel


__ADS_3

Sedangkan jauh disana, di sebuah desa Lian dan Angel sedang menikmati liburan mereka.


Angel setiap hari diajak pergi oleh anak bik Narni untuk melihat persawahan, bukit-bukit kecil serta sungai kecil.


Saat ini Lian dan Angel sedang duduk disebuah batu dibawah sebuah pohon yang besar dengan udara yang sejuk, angin sepoi-sepoi bertiup. Mereka sedang melihat teharus bagaimana, untuk menjalankan hidup ini.


"Paaaaa" teriak Angel memanggil papa daring samping.


Seketika Lian pun terkejut, buyar sudah lamunannya.


"Angel buat kaget saja" ucap Lian melihat ke arah anaknya yang sedang mengedip-ngedipkan mata.


"Papa kenapa diam saja dari tadi, nanti kesambet" ucap Angel.


"Dari mana kamu tau kesambet?"


"Kan papa yang suka ngomong begitu kalau Angel sedang melamun"


"Papa lupa ya"


"Ah, iya papa lupa! Papa sudah tua nak!" jawab Lian yang kini memang sudah hampir kepala 4 alias menuju usia 40 tahun.


"Papa lagi pikiran mama ya?" tanya Angel lagi.


"Enggak nak!" jawab Lian dengan cepat.

__ADS_1


"Angel juga tidak mikirin mama, hati Angel tenang pa disini, Angel enggak usah kembali kerumah bersama mama ya pa!"


"Loh, kenapa begitu Angel?" tanya Lian.


"Apa Angel tidak kangen dengan mama?" tanya Lian penasaran.


"Hari pertama, malamnya Angel kangen pa sama mama"


"Kog enggak kasih tau papa?"


"Takut papa bawa pulang Angel kerumah mama"


Lian pun hanya membulatkan matanya melebarkan telingganya mendengar apa yang di jawab oleh Angel.


"Mengapa takut papa bawa pulang buat ketemu mama, kan Angel kangen" ucap Lian.


"Jadi Angel enggak mau ketemu mama lagi?" Lian masih menggali isi hati sang anak.


"Mau, tapi nanti-nanti saja" jawab Lian.


"Lagian kalau ketemu mama cuma sebentar, mama lebih mencintai pekerjaannya daripada Angel" jawab Angel sambil menunduk.


Yang menandakan sebenarnya Angel sedih, ketika mamanya hanya mementingkan hal lain dari pada dirinya.


"Mama sibuk kan untuk mencari rejeki nak"

__ADS_1


"Kamu tidak boleh membenci mama ya, mama sayang kog sama kamu, perduli sama kamu, tidak boleh ya melawan mama" Lian menasehati anaknya.


"Iya pa" jawab Angel.


"Papa sayang sama Angel" ucap Lian sambil memeluk anaknya.


"Sayang papa" jawab Angel kemudian memeluk dengan erat sang papa.


"Oh iya, apa papa sayang sama mama?" tanya Angel.


Lian pun terdiam sesaat, memikirkan perasaan dia terhadap Cyra. Dia merasa sudah lama sekali melupakan Cyra dihatinya, dia merasa kosong, walau Cyra didepannya. Dia seperti sudah lama tidak memikirkan Cyra.


"Pa, kog diam lagi?" Panggil Angel.


"Agh, enggak papa lagi mikir masa depan mu" jawab Lian menggasal saja karena tidak mau anaknya semakin bertanya tentang perasaannya terhadap sang istri.


"Papa tenang saja, Angel akan tumbuh besar menjadi anak yang cantik, baik dan penurut" jawab Angel sembari tertawa.


Lian pun terkekeh mendengar apa yang Angel katakan.


"Kamu harus jadi anak yang hebat, kuat nak" batin Lian menatap anaknya.


"Papa hanya takut kamu tidak bahagia nak!" lirih batin Lian. Tetapi sesungguhnya Lian sangat berharap anaknya dapat tumbuh dengan sehat dan bahagia.


Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya dapat tumbuh sehat, besar dan kuat. Setiap orang tua membesarkan anaknya hanya untuk anaknya dapat mandiri kelak jika sudah dewasa dan untuk melepas anaknya.

__ADS_1


Harapan setiap orang tua itu sama, hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Tidak ingin hidup anaknya lebih buruk dari orang tuanya.


__ADS_2