
Hari ini, hari minggu Cyra pun menyiapkan dirinya untuk keluar, dia sudah membuat janji dengan temannya, siapa lagi kalau bukan Tias. Dia pun membawa mobilnya kearah sebuah cafe, disana lah dia bertemu dengan Tias teman yang baik semasa dia bekerja di perusahaan yang sama.
Hanya Tias yang masih mau diajak untuk berjumpa dan menyediakan waktu untuk bertemu Cyra.
Terlihat dari arah parkiran yang terletak dibagian depan cafe jika Tias sudah menunggu.
Cyra pun berjalan mendekati arah dimana Tias telah menunggunya.
"Sudah lama?" tanya Cyra langsung sambil menarik kursi yang berada didepannya untuk duduk.
"Belum kok, tenang saja" jawab Tias.
"Maaf ya aku menganggu waktu untuk keluarga mu" ucap Cyra.
Tias terdiam, dia melihat saat ini seperti bukan Cyra yang bisa membicarakan keluarga, apalagi waktu untuk keluarga.
"Kamu tidak sakitkan?" tanya Tias yang penasaran perubahan apa yang Cyra dapatkan ini.
"Hei, apaan sih kamu, aku sehat lo" celutuk Cyra.
"Tidak, aku kan tahu jika setiap minggu kamu selalu membuat waktu khusus untuk keluargamu, malah saat ini menyediakan waktu untuk ku!" ucap Cyra sambil memperhatikan sekeliling cafe.
"Enggak apa-apa, hari ini suamiku yang memilih sendiri jika dia ingin menjaga anak dan memberikan aku waktu untuk bersama teman ku" jawab Tias.
"Kamu terlihat kurus begini" Tias memperhatikan badan Cyra.
__ADS_1
"Apa suami istri akan begitu?" tanya Cyra.
"Maksudmu?"
"Ya itu, mau membantu istrinya menjaga anak atau hal lainnya?" Cyra seperti bertanya yang hal bukan Cyra sukai
"Suami istri itu saling melengkapi" jawab Tias.
"Kita akan saling melengkapi, saling membantu agar hidup yang kita jalanin sama-sama ringan dan bahagia tentunya" cerita Tias.
"Selama bercerai apa kamu pernah bertemu Angel?" tanya Tias yang melihat raut wajah kusut yang Cyra tampilkan.
Cyra menggeleng lembut dengan wajah datarnya.
"Apa kamu tidak merindukan Angel?" tanya Tias.
"Kamu merindukan mereka Cyra, kamu rindu anakmu dan mantan suamimu" jawab Tias.
"Mengapa kamu tidak menemui mereka?"
"Aku sudah mencobanya, aku pergi kerumah mertuaku, ehm! Mantan mertuaku, disana aku melihat Angel dari jauh"
"Mengapa harus dari jauh, kamu tidak masuk?" tanya Tias.
"Tidak, aku merasa belum siap untuk bertemu dengan mereka lagi setelah perceraian itu!" jawab Cyra sambil mengaduk jus yang barusan datang ke meja mereka.
__ADS_1
"Kamu harus percayakan dirimu untuk menemui mereka, apalagi Angel pasti sangat merindukanmu, masak kamu sama sekali tidak merindukan Angel, itu bohong lah Cyra!"
"Ya aku tahu, setelah sekian lama aku tahu, jika aku lah penyebab semua ini" ucap Cyra.
Tias merasa bersyukur jika sedikit hati Cyra telah terbuka untuk menerima Angel.
"Kamu harus lebih memperhatikan Angel mulai dari sekarang kalau tidak kapan lagi?"
"Tapi aku..."
"Enggak ada tapi lagi Cyra, kamu harus sadar kamu enggak boleh kayak gini terus mau sampai kapan? Cukup kamu perhatikan Angel, berikan kasih sayang yang seharusnya Angel terima dari dulu, dari mamanya"
"Kasihan dia, di masa kecil tempatnya bermanja, mendapatkan kasih sayang, semua tidka dia dapatkan"
"Ya,ya aku tahu" jawab Cyra agar Tias tidak berucap lebih panjang lagi.
"Aku hanya berharap kamu bisa menjadi mama yang baik buat Angel"
"Apa kamu tidak ingin berubah lebih baik lagi?"
"Semua orang punya loh kesempatan untuk berubah lebih baik lagi"
"Ya walau aku tahu, jika aku juga bukan manusia yang baik" ucap Tias mengakhiri kata-katanya.
Tias memberikan nasehatnya untuk Cyra.
__ADS_1
Tias juga merasa ini terlalu kejam jika terjadi pada anaknya.
Cyra pun terdiam, kali ini Cyra tidak banyak menjawab apa yang temannya katakan. Karena dia menyadari apa yang temannya katakan itu benar.