Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
29. Ribut Lagi


__ADS_3

"Darimana saja kamu, jam segini baru pulang?" tanya Lian dengan suara tegas, suara yang beda dari sebelumnya.


Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Lian tanpa basah basi langsung menyerang Cyra.


Cyra pun terkejut ketika dia menyalakan lampu kamarnya, melihat Lian sedang duduk disofa yang memang terletak dalam kamar.


Dengan bersekap dada, Lian menatap Cyra dengan tatapan tidak bersahabat.


"Apaan sih kamu, aku baru pulang kerja capek-capek langsung kau kasih pertanyaan seperti ini?" tanya Cyra yang malah lebih galak.


"Dan"


"Tentu aku habis pulang bekerja" jawab Cyra dengan sedikit gugup, hingga Lian menaruh curiga.


Lian terdiam sejenak, meresapi jawaban Cyra yang terlihat gugup, Lian sudah sering memperhatikan Cyra dalam berbicara hingga tau bagaimana expresi Cyra.


"Berikan aku alamat mu bekerja, aku akan mempertanyakan ini kepada bos mu!" ucap Lian dengan.


"Untuk apa kau tahu dimana tempat ku bekerja, sudah ku katakan kau tidak berhak tahu dimana aku bekerja" ucap Cyra yang langsung naik emosinya.

__ADS_1


"Kau ini, sudah pulang malam tetapi tetap tidak ada merasa bersalah"


"Disini aku tidak masalah jika kau pulang malam, tapi saat ini kau harus ingat kau sudah punya anak, ada anak yang masih menanti asi mu, menanti kasih sayang dari mamanya!" ucap Lian dengan tegas.


Jika sudah menyangkut anak, maka Lian akan lebih sensitive, bagaimana tidak bayi sekecil Angel harus d tinggal ibunya seharian hanya untuk bekerja, padahal disini Cyra kehidupannya tercukupi, Lian bukan tidak bekerja, Lian juga memiliki usaha.


"Aku tidak perduli, lagian dirumah ada kau, fungsinya apa jika enggak bisa jaga anak juga, semua mesti aku" jawab Cyra dengan kasarnya.


"Kau sudah dibantu mami untuk menjaga anak, masih kau katakan semuanya mesti kau?" tekan Lian.


"Itu karena mami yang mengizinkan ku, jadi aku tidak salah" ucap Cyra sambil tersenyum jahat.


"Oeekkkk, ooekkk, ooeeekkk!" Teriak Angel terbangun mendengar suara sang papa dan mama.


Angel terlihat sedang menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, terlihat memutar badannya kesamping. Angel gelisah, dia merasa terkejut dengan suara orang tuanya.


Lian terlihat buru-buru mendekati box bayinya. Kemudian mengendong Angel dengan kedua tangannya.


"Maafkan papa nak, kamu pasti terkejut" ucap Lian. Dia merasa bersalah terhadap anaknya.

__ADS_1


Dengan tidak perduli Cyra pun berjalan ke kamar mandi, dia sudah sangat gerah dengan badannya.


Cyra malah tidak terlihat untuk segera melihat Angel yang menangis, dia terlihat cuek.


Lian hanya dapat menarik nafas panjangnya melihat sikap Cyra, dia ingin memarahi istrinya lagi tetapi dia urungkan, karena takut akan membuat anaknya makin tidak merasa tenang karena suara orang tuanya.


Cyra berjalan ke kamar mandi sambil tersenyum kecil.


"Itu urusan mu" batin Cyra, tidak ada sikap manisnya Cyra didepan Lian.


Lian merasa sangat kasihan terhadap anaknya, karena dia sendiri merasa jika Angel sangat kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari sang mama.


Saat ini Lian merasa bagaikan tidak mempunyai seorang istri, karena tidak pernah dilayani dalam batin maupun fisik.


Cyra hanya mengurus dirinya sendiri tidak pernah mau mengurus suaminya, bahkan anak saja sangat jarang di urus oleh Cyra.


semenjak Cyra bekerja. Baru beberapa hari bekerja saja, Cyra sudah lebih mementingkan kerjaannya dari pada sang anak.


Padahal bagi wanita yang menyusui, jika air susunya tidak dikeluarkan maka akan merasakan sakitnya, payudara yang membengkak.

__ADS_1


Dengan menyusui secara langsung, seharusnya ikatan batin antara ibu dan anak pun lebih kuat.


__ADS_2