Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
26. Dua Orang Nenek


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu tidak terasa saat ini usia Angel telah menginjak 2 bulan. Mami Luci pun menjaga sang cucu, karena saat ini Cyra sudah mulai bekerja kembali. Biasanya mama Desi akan datang membantu mami Luci juga. Sekaligus untuk mengunjungi cucunya.


Para kakek hanya bisa menerima jika saat ini para nenek lebih fokus kepada cucu pertama mereka saat ini.


Angel sudah terlihat lebih lincah, tersenyum jika diajak bercanda ataupun diajak bicara. Angel anak yang sangat baik, di tinggal mama nya bekerja dia lebih anteng bersama neneknya.


Cyra pun setiap asi nya penuh dia pun akan memompanya dan dijadikan persediaan untuk Angel. Disimpan di lemari es khusus.


"Cucu, oma cantik" goda mami Luci kepada cucunya.


"Ang, gu-gu" ucap mami Luci sedang bermain dengan Angel yang baru saja menghabiskan sebotol asi berukuran 120 ml.


Tentu Angel sangat senang jika oma nya telah mengajaknya bermain. Wajah ceria Angel terlihat jelas.


"Ang, gu-gu, sayang" Mami Luci masih mengajak Angel bermain dengan suara lembut.


"Eh, Angel lihat siapa datang" mami Luci yang saat ini mengendong Angel berjalan kearah seseorang yang datang.


"Nenek datang loh Angel" ucap mami Luci.


"Nenek" ucap mami Luci menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Angel terlihat memainkan lidahnya, dikeluar masukan, serta tangan yang bergerak-gerak.


"Cucu nenek" mama Desi langsung menciumi sang cucu.


Kemudian mencium lagi dan berkata "ini kakek yang nitip cium"


"Ada-ada saja si Rendi" ucap mami Luci.


"Iya loh mbak, dipaksa nya, aku di suruh ciumin cucunya ini buat menwakilkan dia" cerita mama Desi.


"Ya enggak apa-apa namanya sayang cucu" jawab mami Luci terkekeh.


Mama Desi dan mami Luci pun duduk disebuah sofa panjang.


"Harusnya Cyra jaga anaknya, jangan meminta mama mertuanya yang jaga!"


"Ini kan kemauan ku dek, enggak apa-apa biar Cyra puas-puaskan dulu rasa kerjanya" ucap mami Desi.


"Iya tapi kita loh sudah tua masak disuruh jaga anak dia lagi, kita sudah jaga dia dari bayi, sebenarnya enggak masalah cucu kita sendiri tapi keenakan di Cyra nya mbak, bebas" malah saat ini mama Desi lah yang memprotes sikap Cyra.


"Enggak apa-apa kan, malam tugas Cyra. Toh aku bisa istirahat juga" ungkap mami Luci sambil tersenyum kearah Angel.

__ADS_1


"Aku hanya takut mbak kelelahan loh, aku juga enggak bisa setiap hari kesini mbak?" Ucap mama Desi.


"Sudah enggak apa-apa, jangan merasa begitu" ceplos mami Luci.


Akhirnya mereka hanya bisa tertawa bersama.


Saat ini malah mami Luci lah yang memanjakan Cyra. Seharusnya Cyra sangat beruntung kan memiliki mertua yang begitu baik sama dia.


*****


Sementara dikantor Cyra merasakan sangat bahagia karena seakan dirinya bebas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.


"Aku senang begini" gumam Cyra sambil menatap layar komputer led nya itu.


Jari jemarinya menari indah di atas keyboard.


"Tunggu" batin Cyra.


Cyra memperhatikan jari jemarinya terlihat sangat berisi hingga, cincin yang dipakainya di jari manis sebelah kiri terlihat sangat sempit. Dilihatnya lagi jari sebelah kanan juga begitu sama.


"Aghh, aku masih gendut begini" batin Cyra.

__ADS_1


Dia merasa tidak percaya diri saat ini dengan tubuh dia, biasanya dia akan tampil langsing. Ini tubuhnya terlihat masih sangat berisi.


__ADS_2