Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
31. Membuntuti


__ADS_3

Pagi ini Cyra pun telah bersiap dengan pakaian rapi khas kantornya. Lian pun terlihat sudah rapi dengan kemeja dan dasi yang dipasang sendiri, bukan dengan bantuan istrinya, tidak pernah sekali pun Cyra membantu Lian memasangkan dasi. Tidak seperti istri pada umumnya yang selalu menyiapkan keperluan suaminya setiap pagi.


"Lian, sudah rapi saja kamu pagi ini" tanya mami Luci, ketika Lian baru saja mendekati meja makan bersama dengan Cyra.


"Oh, ini mi aku pagi ini sibuk jadi akan berangkat lebih awal mi!" terang Lian.


"Mana Angel, mi?" tanya Cyra hanya untuk basah basi saja.


Lian mendelik kearah Cyra, serasa tidak percaya jika istrinya mencari anaknya.


"Lagi sama bik Narni main di taman" jawab mami Luci.


"Sudah kalian sarapan dulu!"


Tidak begitu lama, mereka telah menyelesaikan sarapan bersama.


"Mi, maaf ya air asi Cyra sudah tidak ada enggak tau kenapa?" ucap Cyra dengan santainya.


"Bisa-bisanya dia berbohong" batin Lian dan hanya bisa menarik nafas panjang.


"Sudah enggak apa-apa, kita kan bisa membeli susu formula yang bagus dengan kandungan yang hampir sama dengan asi!" jawab mami Luci.


"Mau bagaimana pun itu tidak dapat kita paksa"


"Itu memang kemauannya" ucap Lian.

__ADS_1


"Lian, apaan sih kamu" Cyra menjadi sewot karena ucapan Lian.


"Mami nanti tolong jaga Angel ya" Cyra menatap mami Luci dengan mata manjanya.


"Memang kamu mau kemana?" tanya mami Luci.


"Cyra entar ada Reuni dengan teman-teman kuliah Cyra, mi" ucap Cyra.


"Loh kog izin sama mami, sama Lian donk sayang" jawab mami Luci.


"Oh iya mi, lupa!" Jawab Cyra sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"Soalnya Lian dari tadi diam saja!" sindir Cyra.


"Lian, pelan" ucap mami Luci sambil menurun naikkan tangannya.


"Maaf suami ku" ucap Cyra seakan mengoda tetap itu hanya sejenis tipuan agar Lian memberinya izin keluar dan tidak mencurigainya lagi jika pulang malam.


"Lian, ntar aku pulang malam ya" lanjut Cyra.


"Terserah" jawab Lian cuek.


"Yes" batin Cyra bersorak gembira mendapat jawaban yang tidak jelas itu. Karena dia tidak perduli jawab Lian lah sebenarnya yang membuat dia gembira.


"Terima kasih Lian" ucap manis Cyra.

__ADS_1


Mami Luci hanya tersenyum melihat mereka, dia tidak ingin banyak mengatur kehidupan anaknya, saat ini dia hanya membantu anaknya untuk menjaga sang cucu.


"Mi, Cyra berangkat dulu" Cyra pun mencium pipi mertuanya, kemudian berangkat tanpa menemui terlebih dahulu anaknya.


"Ma, Lian juga berangkat ya!" ucap Lian berlari buru-buru, dia berlari terlebih dahulu mendaratkan kecupan kepada anaknya.


Kemudian Lian pun berlari lebih cepat dari pada yang tadi dan hampir membuatnya terpeleset. Hanya beruntungnya Lian, dia masih mampu menjaga keseimbangannya hingga tidak terjatuh langsung.


"Aduh, terkejar tidak ya?" tanya Lian dalam batinnya.


Dia pun segera mengeluarkan mobilnya dan menghidupkan mobilnya, tetapi berlawanan arah, tidak seperti biasanya untuk berangkat ke kantor.


"Nah itu dia" ucap Lian menatap tajam ke depan.


Dari jauh Lian terlihat membuntuti sebuah mobil yang juga baru keluar dari garasi mobil rumahnya, siapa lagi jika bukan Cyra.


Saat ini Lian membuntuti mobil Cyra, dia ingin tahu jika Cyra bekerja di perusahaan apa. Selama ini yang disembunyikan Cyra.


Hampir satu jam perjalanan, akhirnya mobil Cyra berbelok ke sebuah gedung besar bercat abu-abu.


"Sun Properti" batin Lian.


"Perusahaan besar" batin Lian.


Kemudian Lian pun memutar arah setelah mengetahui tempat dimana Cyra bekerja.

__ADS_1


__ADS_2