Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
55. Perjalanan Menenangkan Diri


__ADS_3

Kekecewaan Angel pada saat dia pulang kerumah setelah sehat dari rumah sakit masih berlanjut. Hingga beberapa hari sudah berlalu dia sangat tidak ingin bertemu dengan mamanya.


Akhirnya demi membuat suasana hati Angel membaik Lian berinisiatif membawa Angel untuk liburan selama 1 minggu, serta dia juga ingin menenangkan hati yang masih panas akibat kecelakaan Angel beberapa waktu lalu.


Lian juga sudah sangat merasakan jika hubungan dia dengan Cyra sudah sangat tidak baik. Dia harus menenangkan dirinya untuk kembali dapat berpikir jalan terbaiknya.


Lian memilih untuk ke sebuah perdesaan kecil yang jaraknya kira-kira 5 jam perjalanan dari kota. Desa yang dia dan Angel tuju adalah desanya Bik Narni.


"Papa lihat itu" tunjuk Angel pada sebuah pohon besar yang baru saja mereka lintasi.


"Apa itu tadi nak?" tanya Lian.


"Tadi Angel melihat burung pa" ucap Angel. Tetapi jenis burung apa yang Angel lihat, dia sendiri tidak tahu, hanya mengetahui itu jenis unggas.


Bik Narni yang berada di kursi belakang hanya tersenyum melihat aksi papa dan anak ini.


"Maaf Pak, apa ibu tahu kalau kita ke desa saya?" tanya bik Narni.

__ADS_1


"Tidak bik, saya tidak memberitahu Cyra jika saya, Angel dan bibik ini pergi liburan" jawab Lian sambil menyetir.


Bik Narni memilih diam karena dia tahu mengapa bosnya menjawab begitu.


Lian memang sama sekali tidak memberitahu Cyra jika dia dan Angel pergi liburan karena bagi Lian itu tidak penting. Lian pun berharap saat ini untuk kesendirian Cyra, dia dapat mengintropeksi dirinya sendiri. Lihat hanya memberi tahu orang tuanya dan mertuanya saja.


5 jam perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah nan sederhana milik bik Narni. Lian mulai menurunkan segala isi mobilnya, dia tidak hanya diam membiarkan bik Narni yang mengangkat tetapi dia sendiri turun tangan mengangkat lebih banyak barangnya.


Sedangkan Cyra masih terpesona dengan desa nan hijau ini, selama ini dia tidak pernah melihat tempat yang masih dikelilingi oleh pohon-pohon, persawahan seperti yang dia lihat tadi pas menuju rumah bik Narni.


Dirumah bik Narni, Lian dan Angel sudah di sambut oleh anak bik Narni. Mereka disambut bagaikan keluarga inti bik Narni.


"Disini sangat indah, sejuk dan tidak bising" Angel terus berceloteh.


Bik Narni hanya tertawa melihat putri bosnya ini bisa bahagia disini.


Lian memang bukan memilih liburan mewah, untuk Angel. Tetapi ketika Angel terlihat sangat bahagia berada di desa ini, membuat Lian sangat senang. Karena berarti dia tidak salah memilih untuk kebahagiaan anaknya. Lian merasa ketenangan berada disini, walau bukan di rumahnya sendiri.

__ADS_1


"Angel suka disini" tanya Bik Narni.


"Sangat senang sekali" jawab Angel dengan riang.


"Bagus lah nak jika kamu bahagia berada disini" ucap Lian sambil mengelus kepala anaknya.


Setelah semua barang sudah masuk kedalam rumah bik Narni. Ketika hari sudah menjelang sore Lian meminta anak bik Narni membawanya untuk berkeliling di daerah sana, tentu dengan senang hati anak bik Narni membawa Lian dan Angel jalan. Mereka memilih untuk berjalan kaki karena memang tidak mungkin juga jika menggunakan mobil untuk tempat seperti ini.


"Papa, itu ada sungai" teriak Angel sambil menunjuk kearah sungai yang terlihat batu-batunya, air yang jernih serta dangkal.


"Angel mau kesana?" tanya anak bik Narni sambil melihat kearah Lian.


"Mau bang" jawab Angel.


Lian hanya menganggukkan kepalanya menandakan boleh.


Akhirnya Angel pun bermain air disungai kecil itu, anak itu sangat bahagia, dia tertawa riang melupakan semua yang dia alami seperti juga tidak ada rasa lelah dengan perjalanan yang jauh ini.

__ADS_1


Lian pun sejenak melupakan semua masalah yang selama ini membebani kepalanya, berat rasa pikirannya. Dia hampir setiap hari mengalami sakit kepala yang hebat karena banyaknya pikiran yang terus dilawannya.


Lian cukup bahagia hanya dengan melihat tertawa, riang bahagia anaknya.


__ADS_2