
Sesampainya Lian dan Cyra dalam kamar, mereka hanya bisa terdiam. Lian pun binggung mengatur posisinya yang baik bagaimana, akhirnya dia memilih duduk di sofa yg tersedia dalam kamar.
Cyra terus menatap Lian gusar, dia binggung harus bagaimana, sepertinya saat ini dia terperangkap bersama Lian, dia memikirkan ulang perkataannya tadi membuat dia malu sendiri.
"Cyra, Lian, ini mami bukan pintunya sayang" teriak mami Luci dari luar pintu kamar mereka.
"Kamu buka lah pintunya mami itu" ucap Cyra yang sudah enak dalam posisi terbaringnya di ranjang empuknya.
"Iya" jawab Lian malas dan melangkah keluar untuk membuka pintu.
"Lian, Cyra, mami bawakan susu buat kalian supaya kuat, minum sekarang dan habiskan" ucap mami Luci.
"Mami, Cyra enggak suka minum susu" ucap Cyra yang berdiri depan pintu kamar bersama Lian saat ini.
"Ini mami yang buat, minumlah" perintah Lian kepada Cyra.
"Iya sayang, mami pertama kali buat susu untuk kamu, minum ya" bujuk mami Luci.
"Baiklah mami, ini demi mami" jawab Cyra. Dia tahu jika mama mertuanya ini sangat menyayangi dia.
Cyra memang tidak menyukai susu, sehingga dia pun saat ini mau tidak mau harus meminum susu buatan mama mertuanya sebagai rasa hormatnya. Sedang Lian, dia sudah lebih dulu menghabiskan susu yang maminya siapkan.
__ADS_1
"Baik, mami pergi dulu ya, kalian nikmati malam kalian" ucap mami Luci. Setelah melihat anak dan menantunya telah selesai minum susu yang dibawanya, dia pun kembali lagi langsung kekamarnya, dimana kamarnya itu mama Desi sedang menunggu.
Mami Luci pun menuruni anak tangga dengan senyum tersembunyi, seperti ada sesuatu yang mami Luci lakukan.
Mami Luci pun segera memasuki kamar untuk beristirahat.
"Bagaimana?" tanya mama Desi yang sedari tadi menunggu besannya ini kembali dari kamar anak dan menantunya.
"Tenang saja dek, orang anak mu mau kog minum susunya!" ucap mami Luci.
"Anak itu paling sulit mbak buat minum susu" jawab mama Desi.
"Maka tadi aku minta mbak saja kan" ucap mama Desi.
"Iya, aku tidak sabar mbak" jawab mama Desi.
Sepertinya benar, bahwa mama Desi dan mami Luci merencanakan sesuatu untuk Lian dan Cyra. Kedatangan mereka juga bukan hanya untuk melihat anak menantunya.
Mama Desi sangat tau jika anaknya pasti belum menerima Lian, maka dia lah yang harus berusaha menyakinkan Cyra untuk sepenuh hatinya menerima Lian. Harapan terbesarnya adalah Cyra dapat bahagia bersama Lian. Hanya dengan bekerja sama dengan besannya ini lah bagi mama Desi semua akan berhasil dengan baik.
*****
__ADS_1
Sedangkan Lian dan Cyra yang berada dalam kamar mereka sedang merasakan hal yang aneh terjadi pada tubuh mereka.
"Iiiihh kog gerah gini sih" batin Cyra yang mulai mengibas-ngibaskan sedikit baju kaos berwarna pink yang saat ini dipakainya.
"Aduh, Cyra ngapain sih begitu" batin Lian, karena juga merasa tidak enak dengan diri dia sendiri.
"Liannnnn" panggil suara Cyra yang mulai berbeda.
"Ada apa Cyra" ucap Lian lembut.
"Tolong aku" Cyra pun mulai menurunkan sedikit baju kaosnya, hingga menampakkan bahunya.
"Cyra, stop jangan begitu" ucap Lian berusaha mengusahai dirinya.
"Cyra, maaf" gumam Lian setelah Lian menidurkan badan Cyra diranjang dan Cyra sama sekali tidak menolak, Cyra bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya, mengikuti arah Lian.
Laki-laki mana yang tidak tergoda jika disunggukkan oleh istrinya pemandangan begitu.
"Ini kerjaan mami" batin Lian, sambil memejamkan matanya menikmati sebuah keindahan, sebelum melebur menjadi satu.
Saat ini Lian dan Cyra membuat dunia menjadi milik mereka berdua, walau tanpa dasar cinta dari Cyra, namun Lian yang memberikan sepenuh hatinya untuk sang istri.
__ADS_1
Berharap suatu hari, cepat atau lambat sang istri akan sama sepertinya, bisa saling menyayangi dan mencintai.