Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
23. Pulang Kerumah Bayi Angel


__ADS_3

Hari bayi Angel berserta mamanya telah diizinkan untuk pulang kerumah. Lian dengan bahagia membawa pulang anaknya.


"Nak, ini rumah mu ya untuk tumbuh besar!" ucap Lian sambil menciumi pipi anaknya yang terlihat gembul walau baru berusia 3 hari, karena bayi Angel terlahir dengan bobot yang lumayan besar.


"Kamu jaga ya, aku mau tidur capek!" ucap Cyra yang langsung merebahkan badannya di ranjang barunya.


Ranjang dia yang dulu telah diganti, dia tidak ingin lagi ranjang yang terkena pecahan air ketubannya.


"Kamu belum memberi Angel asi!" ucap Lian.


"Sudah, nanti saja aku pompa, lagian baru setengah jam lalu aku memberinya asi" jawab Cyra.


"Ya sudah enggak apa-apa!" jawab Lian, dia juga tahu jika Cyra memang sangat lelah setelah baru melahirkan beberapa hari lalu.

__ADS_1


Karena bayi Angel belum bisa apa-apa maka Lian hanya mengendongnya hingga tertidur, kemudian meletakkan bayinya didalam box khusus untuk sang anak.


Baru setengah jam anaknya tertidur dan terbangun lagi, Lian bergegas mengendongnya, mengayun-ayunkan badannya agar sang anak cepat tertidur, usahanya pun membuahkan hasil, tetapi hanya sebentar dan kemudian bangun lagi tetapi dengan tangisan yang lebih besar.


"Kamu lapar ya nak, tunggu ya papa bangun kan mama dulu" Lian kemudian mengoyang badan Cyra, tetap Cyra tetap saja bertahan pada posisinya.


Cyra sudah terbangun ketika Lian mulai menggoyang badannya, hanya saja dia pura-pura tertidur pulas agar jam tidur dia tidak terganggu.


"Cyra bangun, kamu enggak dengar apa Angel menangis begitu kuat, dia pasti lapar!" ucap Lian dengan suara agak kuat supaya Cyra terbangun.


"Sana ambil saja asi yang tadi sudah ku pompa, cara kasihnya baca saja di google" jawab Cyra dengan juteknya dia, tanpa melihat kearah Lian yang kewalahan menggendong Angel dengan sebelah tangan, karena sebelah tangannya menggoyang badan Cyra.


"Bisa-bisanya kamu begini Cyra terhadap anak mu malah mementingkan tidur mu" batin Lian.

__ADS_1


Kemudian Lian pun ke kulkas sambil menggendong Angel yang masih menangis, lalu Lian mengambil asi yang sudah mulai membeku karena disimpan didalam bagian pembeku, Lian pun memanaskan asi tersebut dengan cara menggunakan sebuah mangkok berisi air panas lalu meletakkan botol susu kedalam mangkok, kemudian setelah hangat langsung diberikan kepada anaknya.


"Kasihan sekali kamu nak, baru beberapa hari saja sudah harus menyusu dengan cara begini" batin Lian, dengan mata yang berkaca-kaca.


Angel menyusu dengan sangat cepat, botol asi itu kini sudah tinggal sedikit isinya, terlihat jika Angel sangat haus akan asi.


"Mama mu sungguh terlalu" batin Lian.


Setelah selesai menyusu, Angel pun tertidur lagi. Lian merasa lebih lega karena anaknya tidak menangis lagi dan tentunya tidak lapar.


Lian berpikir, kali ini dia akan membiarkan sikap Cyra kepada Angel begini, mungkin Cyra benar-benar kelelahan karena proses melahirkan, Lian melihat sendiri, disana juga Cyra berjuang melahirkan anaknya.


"Semoga nanti Cyra bangun dan akan memberi asi langsung kepada Angel" batin Lian.

__ADS_1


Lian sangat berharap jika Cyra bisa menerima anaknya dengan sepenuh hati, walau tidak menerima dia sebagai suami dengan sepenuh hati.


Sudah hampir setahun pernikahan yang Lian lalui bersama Cyra, tetapi keduanya masih bagaikan orang asing yang baru saling mengenal. Tidak adanya komunikasi intim, atau sekedar bersenda gurau. Berbicara hanya karena perlu saja, tidak ada hal lain yang mereka lakukan.


__ADS_2