Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
42. Pagi Hari Dimeja Makan


__ADS_3

Pagi ini terlihat Cyra sedang bersiap untuk pergi kerja, dia berpakaian lebih cantik bahkan membeli pakaian baru.


Cyra, Lian, Angel dan mami Luci yang hari ini kebetulan memang sudah datang dari pagi hari untuk mengantarkan mereka sarapan pagi dengan makanan spesial.


"Pagi mi" sapa Lian kepada maminya.


"Pagi mi" sapa Cyra kepada mami Luci juga.


"Pagi oma" sapa Angel dengan suara khasnya.


"Pagi semuanya sayang ku" jawab mami Luci dengan bahagianya.


"Cyra, kamu hari ini terlihat lebih cantik dan fresh?" puji mami Luci.


"Oh iya mi, soalnya nanti ada pertemuan klien, doain Cyra menang tender ini ya mi, supaya Cyra bisa lebih berkarir lagi" ucap Cyra dengan santai.


"Iya sayang" jawab mami Luci.


"Oma bawa ayam goreng ya untuk Angel?" tanya Angel yang memang menyukai ayam goreng.


"Iya cucu oma" jawab mami Luci sambil mengelus rambut Angel yang kebetulan duduk di sampingnya.


Nampak tersenyum gembira menerima ayam goreng kesukaannya.


"Lian, hari ini juga bukannya ada pertemuan dengan klien ya?" tanya mami Luci.

__ADS_1


"Iya mi" jawab Lian.


"Mami doakan kamu dapat apa yang kamu mau ya!" ucap mami Luci.


"Angel juga berdoa supaya papa dapat rejeki yang banyak" ucap Angel dengan melebarkan kedua tangannya memberi isyarat banyak.


"Amin, terima kasih mi" jawab Lian tentu sangat senang menerima doa dari mamanya sendiri.


"Terima kasih ya sayang" ucap Lian yang sangat bahagia tentunya dengan ucapan sang anak.


Karena selama ini Lian berusaha kerja lebih giat untuk mendapatkan proyek-proyek lebih besar agar keuntungan bisa ia gunakan untuk tabungan Angel kedepannya.


"Mamanya kog enggak didoain Angel?" tanya mami Luci.


"Kalau mama pasti dapat apa yang mama mau oma" jawab Angel dengan cerdasnya.


Lian hanya menarik nafas panjang mendengar ucapan dari Cyra yang membanggakan dirinya.


"Sudah ayo makan" ajak mami Luci.


Semua yang berada di meja makan pun, makan dengan nikmatnya hingga selesai.


Cyra dan Lian pun segera pergi ke kantor masing-masing dengan waktu yang hampir bersamaan.


*****

__ADS_1


Sesampainya Cyra dikantornya.


"Kamu hari ini rapi benar Cyr, jadi kah pertandingan merebutkan hati klien untuk mendapat keuntungan besar?" tanya Tias.


"Jadi, maka nya aku harus berpenampilan menarik agar proyek ku yang diminati" jawab Cyra dengan bangganya.


Karena hari Cyra sangat yakin jika dia pasti akan memenangkan proyek ini.


"Kamu tau siapa lawan mu kali ini?" tanya Tias.


"Enggak, orang perusahaan ini misterius tetapi katanya baru dibangun, susah sekali ditelusuri" jawab Cyra sambil meletakkan tangannya di dagu.


"Biasanya, kamu akan langsung menjatuhkan lawan mu secara langsung jika sudah mengetahui siapa lawan mu?" 5 h


"Bagaimana kali ini kamu bisa jatuhkan lawan mu, kamu saja tidak kenal!"


"Aku yakin Tias, aku pasti menang proyek ini. Kamu tau sendiri kinerja kerja ku bagaimana, hasil kerja ku bagaimana, sampai aku bisa berada diposisi sekarang" jawab Cyra dengan santainya.


"Jangan terlalu berbangga diri Cyra, katdang ada saatnya kita berada dibawah tidak diatas terus" ucap Tias.


"Eh kog kamu enggak mendukung ku sih? Kamu enggak yakin dengan kemampuan ku. Kalau aku berhasil disini setidaknya kita disini yang diuntungkan Tias" tekan Cyra dalam nada berbicaranya.


"Aku hanya enggak mau nanti pas kamu jatuh kamu kesulitan bangkit Cyra" ucap Tias.


"Aku ngerti, tenang saja. Ini aku masih Cyra yang dulu kog" jawab Cyra sambil terkekeh.

__ADS_1


Tias hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat temannya ini.


__ADS_2