
Terlihat dari jauh Cyra berlarian di koridor rumah sakit menuju ruang unit gawat darurat ditemani dengan seorang laki-laki. Lian yang melihat Cyra datang, langsung saja emosinya meningkat langsung keatas kepalanya.
"Untuk apa kau datang kesini" bentak Lian kepada Cyra. Pandangan mata Lian ke Cyra sangat tajam, penuh dengan amarah.
"Sabar mas, jangan kasar begitu terhadap wanita" ucap laki-laki yang menemani Cyra datang.
"Siapa kamu, ikut campur urusan ku" ucap Lian menatap laki-laki tersebut dengan tajam.
"Aku temannya Cyra" ucap laki-laki itu.
"A-ku" ucap Cyra yang belum selesai tetapi sudah melihat seorang yang berjas putih membuka pintu dan berjalan mendekati mereka.
"Dokter" panggil Lian dengan cepat karena dia sudah tidak sabar menerima kabar tentang kondisi anaknya.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya, apa dia baik-baik saja dok?" tanya Lian dengan 1 kalimat tanpa menjeda ataupun bernafas dalam bertanya.
Sedangkan Cyra dan lelaki yang bersamanya hanya terdiam melihat kedatangan sang dokter.
"Sangat bersyukur bapak membawa datang anak anda tepat waktu jika tidak, maka keadaan anak anak tidak akan sestabil ini. Sekarang keadaan anak bapak saat ini sudah stabil, hanya saja dia membutuhkan donor darah sebanyak kurang lebih 2 kantong, karena benturan di kepalanya, menyebabkan dia kehilangan banyak darah" terang sang dokter.
Seketika jantung Lian berhenti berdetak mendengar kata tepat waktu dan membutuhkan donor darah, didalam pikiran Lian itu berarti Angel sudah melewatkan banyak masa didalam ruangan tadi bersama sang dokter. Tetapi setidaknya Lian lebih tenang karena keadaan anaknya telah stanly, soal darah tentu dia pasti akan menyumbangkannya.
"Golongan darah anak anda adalah O" terang sang dokter.
"Aku golongan darah B" batin Lian. Lian yakin jika golongan darah anaknya mengikuti sang istri.
"Itu golongan darahnya sama dengan ku, ambil saja darah ku dok!" ucap Cyra yang terlihat biasa saja, tidak terlihat sepanik dan setakut Lian yang takut jika anaknya kenapa-kenapa.
Bagaimana pun Cyra sadar jika Angel adalah anaknya, anak yang dilahirkan dengan perjuangan dia. Walau dia tidak menyukai kehadiran anaknya, dia tetap harus memberikan anak itu kehidupan, karena anak itu hadir dan lahir ke dunia juga bukan karena kemauan anak tersebut.
__ADS_1
Lian sangat bersyukur jika Cyra masih mau bertanggung jawab terhadap anak mereka. Walau Lian tetap menyimpan amarah yang besar kepada Cyra.
Flashback On
Sesaat setelah Angel di bawa oleh Lian dan pengunjung taman lainnya menuju rumah sakit, Cyra baru tersadar jika Angel sudah tidak berada didekatnya.
"Kemana Angel?" tanya Cyra pada teman laki-lakinya.
"Loh, aku juga enggak lihat, tadi kan main disini" ucap laki-laki itu.
"Ini karena kita keasikan bicara" jawab Cyra sambil terkekeh, begitu juga lelaki itu.
Kemudian Cyra mengedarkan pandangan luas mencari keberadaan Angel dan sampai pada keramaian yang barusan bubar. Cyra merasakan seperti ada sesuatu yang terjadi disana dan merasa jika Angel pasti ikut kesana karena melihat keramaian.
Cyra pun beranjak dari kursinya ingin menuju ketempat keramaian tersebut.
"Mau kesana mencari anak ku, pasti dia kesana" nada suara Cyra yang sudah ingin marah kepada Angel.
"Oh ok, aku tunggu sini" jawab laki-laki itu.
Cyra pun berjalan kearah sana, namun tidak menemukan Angel, hanya menemukan bekas darah yang masih belum di bersihkan dilantai parkiran itu. Beberapa orang disana juga masih membicarakan kejadian yang barusan terjadi hanya kasak kusut yang Cyra dengar, tidak jelas tentunya.
Kini Cyra pun binggung dimana anaknya berada, jika sampai anaknya hilang, dia tau siapa yang akan marah besar terhadapnya, dia malas berhadapan dengan keluarganya ini.
"Mas, ada apa ini kog ada bekas darah?" tanya Cyra yang penasaran akan bekas darah itu.
"Itu tadi ada anak kecil yang tertabrak mobil yang mau parkir, anak itu pas berada dibelakang mobil gitu sih ceritanya" jawab mas-mas yang di tanya oleh Cyra.
"Kasihan ya anak itu, entah dimana saja orang tuanya, tidak bertanggung jawab" ucap salah seorang wanita yang bersama mas-mas ini, sepertinya kesal dengan orang tua anak yang tertabrak tadi.
__ADS_1
"Tapi kan tadi terlihat papanya anak itu datang dari arah kanan, sepertinya habis mencarikan es krim anaknya tu lihat kanting es krimnya masih ada" ucap mas-mas itu sambil menunjukan kantong putih yang berisi es krim dan minuman tergelatak begitu saja di lantai.
"Iya berarti papanya belikan es krim anaknya dibiarkan nunggu kenapa enggak diajak saja atau papanya beli es krim, anaknya sama mamanya tapi mamanya malah tidak menjaga dengan baik" celoteh wanita itu.
Deg! Sesaat Cyra merasa sepertinya dirinya lah tersangka dari pembicaraan orang-orang ini. Cyra pun merasa kikuk.
"Kalau tidak salah tadi papanya teriak nama anak ini Angel" ucap mas-mas ini sambil mengingat nama anak yang disebut tersebut.
"Angel?" tanya Cyra merasa sedikit terkejut.
"Iya Angel" jawab wanita itu.
"Lalu kemana mereka sekarang?" tanya Cyra yang sudah merasa sedikit takut.
"Sudah dibawa kerumah sakit dekat sini pastinya" jawab mas-mas itu.
"Baik, terima kasih informasinya" jawab Cyra yang segera pergi meninggalkan tempat kejadian.
Cyra pun segera berlari ke bangku tempat dia meninggalkan teman laki-lakinya ini.
"Dimana Angel?" tanya temannya.
"Angel kecelakaan, cepat antar aku kerumah sakit" jawab Cyra yang panik karena dia takut akan menjadi masalah yang besar untuknya.
"Ayo cepat" jawab Laki-laki itu.
Mereka pun segera bergegas menuju kerumah sakit terdekat.
Flashback Off
__ADS_1