Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
51. Dimas Lagi


__ADS_3

Akhirnya keluarga Lian dan Cyra hanya dapat menunggu sampai waktu yang bisa diizinkan untuk menjenguk Angel.


Terlihat dari arah kiri, Cyra sedang jalan bersama seorang laki-laki menuju kearah keluarganya.


"Cyra, mengapa kau bisa bersamanya" ucap mama Desi dengan emosinya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya papa Rendi.


Mami Luci dan papi Bram hanya terdiam melihatnya. Sedangkan Lian, dia sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Cyra dan laki-laki ini.


"Ma" ucap Cyra sedikit takut.


"Katakan Cyra apa yang terjadi, mengapa kamu bisa bersamanya. Kamu bagaimana menjaga Angel bisa sampai terjadi seperti ini?" tanya mama Desi.


"Kamu juga mengapa bisa bersama dengan Cyra?" tanya mama Desi kepada teman lelaki Cyra.


"Maaf tante, tadi saya tidak sengaja bertemu dengan Cyra di taman!" jawab laki-laki ini.


"Saya tidak percaya, di antara kalian tidak ada namanya tidak sengaja"


"Cyra, kamu benar-benar lalai menjaga anak mu" mama Desi terus mengomel.


"Papa butuh penjelasan mu, tidak sekarang" ucap papa Rendi menatap anaknya dengan tajam.

__ADS_1


Cyra sudah merasa sangat tersudutkan. Tetap saja Cyra merasa dia tidak bersalah apalagi saat ini dia sudah menjadi penolong untuk anaknya, dengan mendonorkan darah dia.


"Sayang, kog kamu bisa disini" terlihat Jihan datang dari arah depan langsung menegur laki-laki yang bersama Cyra.


"Sayang?" tanya Cyra menatap laki-laki ini dan adiknya.


"Dimas kan pacar ku kak!" ucap Jihan dengan polosnya.


Saat itu juga Cyra terdiam dan dia merasa sangat kesal. Yang dipikirannya saat ini bukanlah keadaan anaknya lagi tapi hubungan Jihan dan Dimas.


Dimas adalah mantan pacarnya sebelum menikah dengan Lian.


Kembali lagi dokter menghampiri orang-orang yang sangat menyayangi Angel.


"Terima kasih dok" jawab Lian dengan semangat. Disini lah semangat Lian bangkit lagi.


Kemudian Lian dengan cepat memasuki ruangan dimana Angel masih terbaring lemah dengan perban di kepalanya. Disusul dengan papi Bram dan mami Luci.


Sementara mama Desi dan papa Rendi masih berada diluar. Untuk menyelesaikan masalah dengan kedua anak perempuannya ini.


"Jihan, kamu pulang kerumah sekarang juga" perintah papa Rendi dengan tegas dengan mata tajam menatap Jihan.


"Dan kamu" tunjuk papa Rendi kepada Dimas.

__ADS_1


"Tolong tinggalkan anak saya, jauhi mereka dan pergi sekarang juga" usir papa Rendi dengan emosi yang masih terjaga.


"Tapi pa" jawab Jihan.


"Tidak ada tapi-tapi! Papa butuh penjelasan kamu nanti setelah dirumah" ucap papa Rendi yang tidak ingin omongannya dibantah.


Mama Desi hanya terdiam menatap kedua putrinya dengan sangat kesal.


Dimas pun tanpa berbicara apa-apa lagi soal masalah ini pun langsung meninggalkan mereka. Hanya berkata pamit pulang saja.


Begitu pula Jihan, dia pun langsung melangkah pergi tanpa berpamitan dengan orang tuanya.


"Anak kurang ajar" gumam papa Rendi.


"Cyra, papa dan mama menunggu penjelasan mu, saat ini kita fokus dulu untuk kesembuhan Angel" ucap papa Rendi.


"Jangan sampai Angel kenapa-kenapa, mama tidak akan pernah memaafkan mu" ancam mama Desi yang sudah terlanjur kecewa dengan Cyra.


"Papa juga tidak akan memaafkan mu, jika Angel tidak dalam kondisi baik setelah ini" ucap papa Rendi yang menakutkan bagi Cyra.


Bagaimana pun Cyra bersikap terhadap suami dan anaknya, dia tetap akan lebih patuh terhadap orang tuanya.


Papa Rendi dan mama Desi ini sangat kecewa dengan kedua anaknya. Harus terjebak bersama satu lelaki yang sama.

__ADS_1


__ADS_2