Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
65. Kabar Terbaru Cyra


__ADS_3

Sesuatu telah menunggu Cyra dikantornya.


Terlihat Tias begitu cemas menunggu kedatangan Cyra.


"Cyra cepat kamu kesini" panggil Tias.


"Ada apa sih?" tanya Cyra masih dengan santainya.


"Hari ini bos besar datang" ucap Tias setengah berbisik kepada Cyra.


"Tumben, ada hal apa?" kini Cyra yang mulai binggung dengan kedatangan bos besarnya.


"Ini ada masalahnya dengan kamu!" ucap Tias yang terlihat cemas.


"Aku?" tanya Cyra menunjuk dirinya sendiri.


Tias hanya menganggukkan kepalanya.


"Bu Cyra di panggil bos besar" ucap salah seorang rekan kerja kantornya.


Tias ingin menjelas kepada Cyra pasal kedatangan bos besarnya, tetapi rekan kerja yang lainnya sudah memberitahu Cyra jika dia di panggil oleh bosnya.


"Ya" jawab Cyra.


"Sana pergi" ucap Tias.

__ADS_1


Cyra pun buru-buru melangkah menuju ke ruangan bos besarnya yang setiap waktu selalu kosong tetapi tetap rajin dibersihkan.


Dengan jantung yang berdetak kencang, Cyra pun mengetuk pintu sebelum masuk keruangan bosnya.


"Permisi pak" ucap Cyra dengan sopan.


Didepan meja yang sangat besar menampilkan seorang laki-laki paru baya yang terlihat berkharisma menatap datar kedatangan Cyra.


"Duduk" perintah laki-laki tersebut.


Didepan meja laki-laki itu terdapat tulisan direktur utama bernama Jason Alvaro.


Cyra tampak canggung untuk duduk, karena dia melihat wajah bosnya tidak seperti pada biasanya jika bertemu dengan Cyra.


"Anda tahu mengapa saya memanggil anda kesini" tanya bosnya.


"Maaf, pak saya tidak mengetahuinya"


"Kamu lihat ini" menyerahkan sebuah berkas ke depan Cyra.


Cyra pun memberanikan diri untuk cepat melihatnya, karena dia juga penasaran dengan apa yang bosnya berikan.


Ketika Cyra membaca berkas tersebut dia terlihat tercenggang.


"Anda sudah tahu kerugian perusahaan ini berapa banyak?" Tekan bosnya tanpa basa basi.

__ADS_1


"Maaf pak, saya akan berusaha lagi, memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini" ucap Cyra dengan nada suara yang pelan tetapi tetap tegas untuk memberikan kesan dia kuat.


Cyra merasa saat ini dia tersudutkan.


"Masa anda kalah dengan pesaing bisnis kita, bahkan dia baru membangun perusahaannya, sedangkan perusahaan ini sudah sangat terkenal dan harus kalah dengan perusahaan kecil macam itu, dengan proyek besar?" Terlihat nada bicara bosnya yang kecewa kepada Cyra.


"Maaf pak" Cyra menunduk.


"Saya telah berusaha untuk mendapatkan proyek itu" ucap Cyra yang sudah tidak berani menjawab lebih panjang lagi karena dia takut akan salah ngomong.


"Tapi memang apa yang dia bawakan sangat lah bagus" batin Cyra, kata-kata yang tidak keluar, Cyra kalah dengan pesaingnya dan orang yang menjadi lawannya itu adalah mantan suaminya sendiri.


Menurut Cyra ini adalah semua karena Lian, tetapi bagaimana pun Cyra harus mengakui dia memang kalah dari Lian, dia sendiri merasa ingin marah tetapi itu tidak pada tempatnya.


"Ini sudah kali keduanya Cyra" tekan bosnya.


"Dan saya meminta anda untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini" ucap bosnya dengan nada yang datar tanpa kasihan.


"Beri saya 1 kali kesempatan pak" ucap Cyra memohon kepada bosnya karena dia sangat mencintai pekerjaan ini.


"Saya tidak bisa memberikan kamu kesempatan lagi dan saya sudah mendapatkan penganti kamu!" ucap sang bos.


Cyra hanya dapat terdiam, dia tidak dapat melawan banyak karena ini sudah keputusan dari atasan, kini dia hanya dapat menerimanya.


Kini Cyra pun tidak mempunyai pekerjaan lagi, dia di keluarkan dari perusahaan dengan pesangon, sesuai masa kerja dia, perusahaan tidak ingin mengalami kerugian lebih besar lagi, karena menurutnya, Cyra sudah tidak berpotensi dalam bekerja.

__ADS_1


Cyra merasa dia sangat tidak di hargai dalam perusahaan ini, dia sudah mengabdikan hidup dia hanya untuk bekerja di perusahaan ini, tetapi dengan mudahnya dia tidak di butuhkan lagi, bahkan bisa dikatakan, di campakkan.


__ADS_2