
Keesokkan paginya.
Angel telah bersama mami Luci untuk dimandikan dan di ajak berjemur sinar matahari pagi.
Lian dan Cyra saat ini masih berada dalam kamar. Lian menatap Cyra yang sedang menyisir rambutnya. Hari ini Lian memilih untuk pergi ke kantornya lebih siang karena kepalanya merasa sakit akibat kurang tidur.
"Cyra, aku mohon kamu jangan begitu lagi terhadap anak kita, dia baru saja terlahir ke dunia ini" ucap Lian menatap kearah Cyra.
"Begitu apanya?" tanya Cyra yang tidak mengerti maksud dari perkataan Lian.
"Semalam kamu membentak anak kita, sudah lupa?" tanya Lian menekan perkataannya.
"Oohh itu, bilang lah" ejek Cyra.
"Lagian aku capek sekali sudah hampir setiap malam aku bergadang karena anak mu. Selalu membuat ku terbangun" ucap Cyra seperti tidak suka.
"Bukan anak ku saja tapi Angel itu anak kita Cyra"
"Kamu tau enggak aku sulit tidur setiap malam, harus selalu memiringkan tubuh sambil menyusui, lalu jika anak mu terbangun, aku juga harus terbangun, suaranya berisik, enggak mau main sendiri!" ucap Cyra kesal.
__ADS_1
"Cyra begitu lah anak bayi, dia akan terbangun disaat dia lapar, kamu lupa apa kata dokter anak?"
"Anak bayi akan terbangun jika dia tidak cukup kenyang dalam menyusui!"
"Ya sudah, kita kasih susu formula saja ya. Biar aku tidak selalu menyusui. Bagaimana?" tanya Cyra sambil terus melihat kearah Lian.
"Air susu ibu lebih baik Cyra untuk pertumbuhan anak kita, apa salahnya kamu memberi asi kepada anak kita, selama asi mu masih banyak? Diluar sana banyak ibu-ibu yang ingin memberi asi anaknya tetapi tidak bisa" jawab Lian.
Lian tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Cyra. Bagi dia Asi adalah minuman terbaik untuk anaknya.
"Aku tidak ingin jika dada ku akhirnya terlihat turun" ucap Cyra dengan santainya.
Karena memang dalam pembicaraan ini, Cyra tidak ada kata mengalah.
"Aku sendiri belum bahagia, bagaimana memikirkan yang lain?" tanya Cyra dengan santainya.
"Angel anak mu Cyra, dia lahir dari rahim mu" tekan Lian.
"Iya aku tau, tapi kamu yang mau anak inikan?" ucap Cyra.
__ADS_1
"Kalau aku, aku belum siap untuk ini semua, apalagi memiliki anak!" Cyra masih terus berkata sesuai dengan isi kepalanya.
"Tapi ingat Cyra bagaimana pun, aku harap kau merawat Angel sebagai mana mestinya seorang ibu menjaga anaknya!"
"Iya, iya, aku tau! Kau diam lah, aku mulai pusing dengan apa yang kau katakan!" Cyra mulai memilih untuk tidak terus membicarakan hal ini karena dia menerima panggilan telepon dari temannya.
"Sudah sana pergi cari anak mu, teman ku menelepon" Cyra meminta Lian untuk segera keluar dari kamarnya, karena dia tidak ingin dilihat oleh Lian jika sedang asik bersama temannya.
Lian pun segera keluar dari kamar, teringat anaknya yang dari pagi belum dia sapa karena memperdebatkan masalah semalam bersama istrinya.
"Anak papa!" ucap Lian ketika melihat anaknya masih dalam gendongan mami Luci.
"Sini mi, biar Lian yang gendong!"
"Lian kangen sekali dengan anak Lian ini" ucap Lian sambil mengtoel-toel pipi anaknya yang mulai terlihat lebih membulat lagi.
"Macam lama tidak bertemu saja kamu" protes mami Luci.
Lian hanya terkekeh mendengar mamanya memprotes dia.
__ADS_1
Lian pun mencium anaknya dengan penuh kasih sayang.