Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
36. Cyra Demam


__ADS_3

Lian pun berjalan masuk ke kamarnya. Ketika dia membuka kamar didapati Cyra masih berbaring dengan selimut menutupi badannya, Lian mencoba mendekati Cyra.


"Cyra bangun, kamu enggak mau kerja?" tanya Lian sambil menggoyang badan Cyra.


Terlihat wajah Cyra yang tidak cerah dan kelopak mata yang terlihat jatuh.


"Apa dia sakit karena mabuk semalam" batin Lian.


Lian memberanikan diri menyentuh kening Cyra.


"Astaga panas!" ucap Lian.


Lian pun terlihat panik karena kondisi Cyra.


Flashback On


Ketika Cyra ingin bangun untuk segera mandi, dia terjatuh kembali ke ranjangnya sebelum dia sempat berdiri sepenuhnya.


"Aku lemas sekali" gumam Cyra.


Dia merasa badannya tidak enak, kemudian merasa kening dan area bawah telingga. Kepalanya terasa sakit.


"Panas!" batinnya.


"Aku demam"


"Ya enggak bisa bekerja" gumam Cyra.


Keringat dingin Cyra pun sedikit demi sedikit bercucuran.

__ADS_1


"Sakit sekali tulang-tulang ku ini" batin Cyra dengan memijit sedikit demi sedikit lengan kirinya.


Akhirnya Cyra memilih untuk berbaring kembali ke ranjangnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh dia. Setelah dia berpakaian lengkap.


Flashback Off


"Cyra bangun" ucap Lian.


"Eng" cuma jawab Cyra itu saja.


Lian pun bergegas ke dapur untuk mengambil air hangat dan untuk mengompres istrinya.


"Kenapa nak, terlihat terburu-buru?" tanya mami Luci.


"Mi, mana baskom, air hangat mi, minta!"


"Ini mi, Cyra demam!" terang Lian.


"Aku mau kompres dia dulu!"


"Mami panggil dokter ya?"


"Enggak usah dulu mi, biar Lian kompres dulu"


"Ok, terima kasih mi" ucap Lian setelah mendapatkan baskom yang berisi air hangat.


"Mami sama Angel saja ya" ucap Lian.


"Iya"

__ADS_1


Lian pun segera membawa baskom yang berisi air panas tersebut ke kamarnya. Lian meletakan baskom tersebut ke meja lampu, dia merendam sebentar kain untuk mengompres Cyra kemudian memerasnya agar kain tersebut setengah basah dan setengah kering.


Dengan tatapan penuh khawatir Lian pun meletakkan kain yang setengah basah setengah kering tersebut ke kening Cyra.


"Iiiiihhhhh, apaan ini" ucap Cyra terbangun dengan suara lemahnya.


Cyra seakan terkejut dengan kain yang melekat di keningnya.


Lian terkejut melihat perilaku Cyra dalam keadaan sakit saja masih bisa berbuat kasar.


"Diam, kamu itu demam!" ucap Lian dengan tegas namun terdengar sebuah perhatian.


"Aku enggak butuh itu dan aku enggak butuh kamu rawat, pergi kamu" ucap Cyra dengan kasarnya.


"Aku enggak butuh bantuan mu, dengar enggak" ucap Cyra.


"Cyra" bentak Lian.


Kali ini Lian membentak Cyra agar istrinya bisa sedikit sadar akan kondisinya.


Hal ini membuat Cyra terdiam.


"Kamu itu bisa dengarin aku enggak? Aku ini suami mu, tidak ada sedikit patuh mu pada ku, hanya ingin menang sendiri. Dalam keadaan begini saja masih berlaku kasar kepada ku!" Lian berucap dengan sedikit emosi yang sudah tersimpan lama.


"Kamu tau, kamu saat ini sedang demam, setelah demam mu turun terserah kamu mau ngapain aku tidak perduli. Aku hanya tidak ingin menelantarkan istri ku" ucap Lian, seperti sebuah sindiran untuk Cyra.


Tanpa mau berbicara lagi Lian menatap Cyra dengan tatapan yang tajam, tatapan yang seolah tidak ingin atau membolehkan Cyra membantah apa yang dia katakan.


Lian sangat khawatir dengan kondisi Cyra, tetapi tidak dengan Cyra, dia hanya berpikir tentang gengsinya saja, untuk menerima perlakuan yang baik dari Lian.

__ADS_1


__ADS_2