Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
41. Salah Angel Apa?


__ADS_3

Hari berikutnya Angel pun menunggu mamanya pulang dengan hati dan perasaan yang tidak karuan.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore tetaoi hingga saat ini Cyra, sang mama belum terlihat.


Angel pun hampir putus asa menunggu mamanya.


Sedangkan Lian memang sudah memberitahu putrinya jika dia pulang terlambat karena ada rapat.


Ketika bunyi mobil yang memang sudah Angel hafal siapa pemiliknya, dia pun merasa senang menyambutnya.


"Mama" teriak Angel sambil berlari memeluk mamanya.


Seperti biasa, Cyra akan mendorong Angel menjauh dari badannya.


"Jangan ganggu mama, mama capek kerja Angel, tolong mengerti mama" ucap Cyra.


Hampir setiap hari Angel akan menerima perlakuan seperti itu dari mamanya. Angel hanya dapat menunduk memundurkan tubuhnya.


"Ma?" panggil Angel sendu.


"Apa?" jawab Cyra jutek.


"Ma, mandi sama-sama yuk" ucap Angel berusaha bersikap senang, ceria agar mamanya menerima ajakan dia.


"Kan sudah mama kasih tahu kamu, mama capek, mama capek bekerja"

__ADS_1


"Apa kamu belum mandi?" tanya Cyra penuh selidiki.


"Belum ma" jawab Angel dengan menggeleng-geleng kepalanya.


"Pantes saja, mama dari tadi mencium bau tidak sedap!" sindir Cyra.


Hal ini membuat Angel langsung menciumi baju dan badannya, tetapi sebenarnya Angel tidak mencium bau apapun dari tubuhnya.


"Kamu ngapain saja sih, sampai jam segini belum mandi?" tanya Cyra sedikit kasar.


"Sana cepat mandi" perintah Cyra.


"Tapi ma" ucap Angel yang masih belum mendapatkan apa yang dia mau.


"Tidak ada tapi-tapi, segera mandi sekarang juga" Cyra memerintah dengan kuat.


Kini Cyra sudah lebih berani meneriakkan asisten rumah tangganya ini, Bik Narni sangat setia kepada Lian dan keluarganya, karena dia merasa jika keluarga Lian sudah sangat banyak membantunya.


"Iya bu" jawab bik Narni.


"Bik Narni bagaimana sih, jam segini Cyra belum dimandikan, nanti Lian pulang marah-marah bilang aku yang tidak mengurusnya" cerocos Cyra.


"Maaf bu, tadi Angel bilang tunggu ibu pulang dia sangat ini mandi sama ibu, atau ibu mandikan" terang bik Narni.


"Bibik tu jangan dengarin anak kecil bicara" ucap Cyra dengan kasarnya.

__ADS_1


"Ayo, Angel mandi sama bibik saja ya" ajak Bik Narni kepada Angel.


"Tunggu bik" ucap Angel.


"Ma, Angel hanya ingin bisa mandi sama mama, apa itu tidak boleh ma?" tanya Angel dengan polosnya.


"Mama capek, belum mau mandi"


"Kalau enggak capek boleh ma?"


"Kamu ini banyak bicara, bising! Pergi sana" usir Cyra.


Angel dengan wajah sedihnya pun segera pergi dari hadapan mamanya. Cyra hanya menatap kesal kepada Angel karena dia baru saja pulang sudah di ganggu oleh anaknya itu.


Sedangkan di kamar, Angel terus meneteskan air matanya, dia tersedu-sedu mengingat perlakuan mamanya.


"Angel kamu kenapa nak?" tanya bik Narni yang merasa cepat melihat Angel menangis tiba-tiba.


"Bik, apa salah Angel terhadap mama?" tanya Angel kepada bik Narni.


"Angel hanya mengajak mama untuk mandi bersama saja, mama tidak mau bik!" Cerita Angel.


"Angel sabar ya, Angel kan anak baik, mungkin seperti mama katakan, kalau mama memang capek bekerja" terang bik Narni.


"Kalau begitu seharusnya mama enggak bekerja bik, biar papa dan Angel bisa lebih dekat dengan mama" celoteh Angel.

__ADS_1


"Mama kan supaya bisa membantu papa untuk biaya hidup" jawab Bik Narni asal mengormong saja.


Padahal jika Cyra tidak bekerja saja kehidupannya akan tetap terjamin oleh Lian.


__ADS_2