Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
34. Mabuk


__ADS_3

Cyra yang sempoyongan akhirnya dibawa pulang oleh teman-temannya. Reno membawa mobil Cyra dan Hans menyusul dari belakang bersama teman-teman lainnya berada dalam 1 mobil.


Mereka merasa cemas karena Cyra sampai bisa mabuk seperti ini.


Sesampainya di rumah Cyra, Tini terpesona melihat rumah Cyra dan mengetahui siapa yang menjadi suami Cyra.


Saat memasuki rumah, Cyra meminta teman-temannya meninggalkannya karena bagi Cyra dia sudah bisa berjalan sendiri.


"Agh, kepala ini sakit sekali" ucap Cyra.


Dia merasakan pusing di kepalanya. Dia memegang kepalanya yang sungguh sakit akibat minuman tersebut.


Cyra berjalan memasuki kamarnya dengan gerakan ke kanan dan ke kiri tidak seimbang. Hingga dia menabrak meja riasnya.


Bruaaakk!


"Aduhh" rintih Cyra karena pahanya terkena sudut meja.


Hingga Lian pun terbangun dan menghidupkan lampu dan melihat ke arah jam dinding.


"Jam 12 malam!" batin Lian.


Lian melihat kearah anaknya tertidur sangat nyenyak, Lian tidak ingin kejadian seperti malam-malam kemarin membangunkan anaknya lagi.


"Cyra mengapa kamu baru pulang jam segini" ucap Lian tegas tetapi dengan suara kecil.


"Eh, hei suami ku" ucap Cyra yang masih dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Kamu mabuk?" tanya Lian mendekati tubuh Cyra dan mencium bau minuman yang tidak sehat itu.


"Tidak, aku tidak mabuk hanya sedikit saja minumnya!" ucap Cyra menujukan sedikit dengan jari jemarinya.


"Kamu sudah pulang tengah malam, juga dalam keadaan mabuk, acara reunian apa yang kamu datangi" protes Lian.


"Itu hanya teman-teman kuliah ku, dia enggak datang kog" ucap Cyra yang enak saja dalam berbicara.


"Dia" batin Lian.


"Kamu kog jadi suami sabar banget ya?" tanya Cyra yang memang keadaan tidak begitu sadar.


"Aku tu benci kamu, gara-gara kamu" tunjuk Cyra kepada Lian.


"Gara-gara kamu, aku begini!"


"Aku masih ingin bebas" ucap Cyra sedikit melemah.


Cyra mendekat ke arah Lian.


"Kamu mau enggak?" tanya Cyra yang mulai mendekati Lian.


Lian yang berada diatas ranjangnya memundurkan badannya.


"Sssttttt! Nanti anak kita bangun loh!" ucap Cyra terus mendekat kearah Lian.


Lian terdiam melihat kearah Angel.

__ADS_1


"Hahaha, kamu lucu ya, kamu sebenarnya tampan tapi aku enggak suka sama kamu, aku benci kamu" ucap Cyra yang terus berkata-kata sendiri.


Lian yang sudah mengetahui kalau memang Cyra dalam keadaan mabuk, tidak ingin terlalu berkata banyak dengan Cyra, karena itu percuma saja baginya.


"Kamu enggak suka kan, aku telantarkan anak kita" masih dengan suara khas orang mabuk.


"Angel, anak mama" panggil Cyra pelan hanya melihat box dari luar sedangkan Angel berada didalam box.


"Cyra hentikan, kamu ini maunya apa?" tanya Lian memundurkan lagi badannya.


Cyra tanpa mendengar apa yang dikatakan Lian terus bergerak maju mendekati Lian.


Tetapi sesaat kemudian Cyra mundur dan...


"Hueekkkk" Cyra berlari ke kamar mandi mandi karena dia merasa ingin muntah.


"Agh, minuman ini membuat ku muntah, menjijikan" gumam Cyra.


Kemudian Cyra berjalan keluar dari kamar mandi, berniat lagi menganggu Lian.


Cyra terus mendekat kearah Lian dan perlahan Cyra membuka baju tidur milik Lian hingga hampir semua kancing terlepas.


Lian berusaha mendorong Cyra, tetapi tidak bisa karena Cyra menduduki perutnya.


Membuat yang bersarang didalam celananya bangkit.


"Cyra, hentikan" ucap Lian berusaha menjauh dari Cyra.

__ADS_1


Cyra dengan posisi masih menduduki perut rata sedikit berbentuk kotak milik Lian, dengan perlahan membuka bajunya dan membuangnya ke sembarang arah.


Lian dengan posisi seperti itu merasa sangat tidak enak karena perbuatan Cyra.


__ADS_2