Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
30. Hilangnya Air Asi


__ADS_3

Saat ini hari libur, Cyra, mami Luci, papi Bram dan Angel sedang berada di taman belakang rumah mereka.


Cyra sedang memperhatikan kedua mertuanya yang sedang asik bercanda dengan anaknya. Senyum, tawa bahagia menghiasi kedua mertuanya.


"Kamu memang membawa kebahagian untuk semua orang, tetapi aku tidak" batin Cyra sambil terus menatap mereka.


Saat ini bukanya Cyra bersyukur jika sang anak membawa kebahagian untuk orang sekitarnya, tetapi malah tidak menganggap anaknya.


Lian sedang berada di dapur berniat untuk mengambilkan Angel asi, untuk di bawa ke taman belakang sembari untuk bersantai bersama. Dia pun membuka kulkas yang biasa berisi asi dari Cyra yang memang di simpan untuk dibekukan, tetap semakin hari bukan semakin bertambah, malah saat ini sudah sangat kurang, persediaan asi nya hanya sisa untuk dua hari saja, ketika Lian menghitung stok yang ada.


"Kog, asi untuk Angel sangat kurang begin" tanya Lian dalam batinnya.


Dia pun melihat ke kulkas lainnya, tetapi juga tidak ada.


Kemudian Lian kembali ke taman, dengan membawa sebotol asi yang telah dia ambil.


Lian melewati Cyra tanpa berkata apa pun bahkan mereka tidak saling melihat. Bagi Lian seperti tidak melewati orang tetapi benda mati yang tidak perlu di tegur. Jika Cyra, dia sangat tidak perduli akan hal ini.


"Angel, papa bawakan mu susu" panggil Lian kepada anaknya.


"Papa tu" ucap mami Luci kepada Angel.


"Papa" papi Bram mengajarkan cucunya untuk memanggil papa kepada Lian.


"Mau minum susu ya, lapar ya nak!" ucap Lian kepada anaknya.


"Mi, ini tolong berikan Angel dulu ya, ada yang mau aku bicarakan dengan Cyra" ucap Lian.

__ADS_1


"Iya" jawab mami Luci.


"Bicaranya pakai hati ke hati ya" ucap papa Bram, karena papa Bram saat ini tau jika raut wajah anaknya berbeda.


"Iya pa" jawab Lian singkat.


"Angel sama oma dan opa ya" ucap Lian kepada Angel kemudian mencium kening anaknya.


Lian pun berjalan mendekati Cyra dan berkata


"Cyra, ikut aku sebentar"


"Iiih, mau kemana?" Dengus Cyra sambil menghentakkan tangannya dia atas meja.


"Ikut sekarang, ada yang mau aku tanyakan" ucap Lian.


"Tidak, kita ke kamar!"


Dengan langkah berat Cyra mengikuti Lian menuju kamar. Lian berjalan dengan pikiran yang bertumpuk di kepalanya.


"Cyra, mengapa air asi mu sudah tidak banyak stok di kulkas?" tanya Lian secara langsung tanpa basa basi lagi.


"Aku enggak tau" jawab Cyra.


"Apanya enggak tau, air asi itu dari kamu, bisa tidak tau?" cerca Lian.


"Aku enggak tau, aku pernah meminum obat die belakangan ini dan asi nya menjadi sangat sedikit, ketika aku pompa itu sakit sekali, aku enggak kuat" ucap Cyra dengan santainya.

__ADS_1


"Akhirnya dia tau juga" batin Cyra.


"Obat apa yang kamu minum" bentak Lian.


"Hei, bisa santai sedikit tidak bicara mu?" dengus Cyra.


"Katakan kau meminum obat apa, kau kan tau jika ibu menyusui tidak di anjurkan meminum sembarangan obat, seperti yang dokter katakan"


"Ah, aku lupa!"


"Aku hanya ingin berat badan ku kembali" ucap Cyra keceplosan.


"Apaa?" ucap Lian dengan kerasnya.


"Kamu minum obat diet" Lian terkejut dengan apa yang Cyra lakukan.


"Iya, hanya dengan gitu berat badan ku cepat kembali" ucap Cyra dengan santai.


"Cyra, kau ini" ingin rasanya Lian berteriak lebih kencang kepada Cyra.


"Apa?" tantang Cyra. Lian hanya dapat mengenggam tangan kanannya kemudian menhentakkan nya.


Cyra tau jika Lian akan marah, hanya dia lebih memilih sikap santai selenggean sehingga Lian pun malas melihat tingkahnya, dia tidak takut akan hal ini. Dia lebih memilih untuk membuat Lian semakin marah, agar jika terlibat masalah dia tidak disalahkan.


Lian akhirnya hanya memilih untuk bersabar menghadapi cara Cyra kali ini, karena hal ini juga sudah terjadi.


Lian merasa sangat kesal karena Cyra sungguh tidak ingin memberikan anaknya yang terbaik, padahal Lian sangat ingin jika anaknya dapat asi penuh selama enam bulan pertama ini. Tapi apa daya, ini hanya menjadi harapan palsu untuk Lian.

__ADS_1


__ADS_2