
Hari ini Angel telah diizinkan untuk pulang kerumahnya. Tentu berita ini sangat menggembirakan untuk Angel dan keluarganya. Terutama untuk sang papa, Lian.
"Ayo sayang, papa sudah selesai menyiapkan barang-barang untuk pulang" ajak Lian kepada anaknya.
Angel masih terlihat terdiam saja menatap ke pintu. Seperti ada yang ditunggunya.
"Kamu enggak mau pulang kah?" tanya Lian kepada Angel.
"Mau pa" jawab Angel lemah hilang sudah semangat dia yang lalu karena sudah di izinkan pulang.
"Lalu kog, seperti tidak bersemangat begitu nak?" tanya Lian.
"Angel nunggu siapa?" Selidik Lian.
"Angel nunggui mama, pa!" jawab Angel yang masih saja menatap ke pintu keluar.
"Kan mama lagi kerja sayang!" jawab Lian. Yang merasa binggung, bagaimana bisa anaknya ini tengah menunggu mamanya untuk datang menjemputnya pulang.
"Kenapa mama harus kerja sih pa, papa saja enggak kerja" ucap Angel memprotes mamanya yang masih bekerja ini.
Lian pun terdiam sejenak, dia binggung menjawab pertanyaan yang terlontar dari anaknya, dia takut salah jawab akan membuat kesalah pahaman untuk sang anak.
__ADS_1
"Sudah yuk kita pulang, ayo bawa tas ransel mu" ajak Lian mengalihkan pembicaraan.
"Tunggu sebentar lagi pa" ucap Angel memaksa papanya.
"Apa sih yang Angel tunggu dari mamanya ini" batin Lian menatap kasihan kepada anaknya.
Flashback On
Pada malam hari setelah Angel dinyatakan boleh pulang untuk besok paginya. Saat itu Angel sedang bersama mamanya.
"Ma, besok Angel boleh pulang kan" ucap Angel sedikit manja.
"Iya" jawab Cyra.
"Loh, kamu sama papa saja. Kan kamu pulangnya menjelang siang hari, besok mama masih kerja" elak Cyra, tetapi esok memang Cyra masih ada pekerjaan yang menurutnya sangat menyibukkan.
"Angel mohon ma, sekali ini saja nanti jemput Angel dirumah sakit ya" Angel memohon kepada mamanya.
Cyra melihat kearah anaknya, dengan malas dia meletakkan ponsel yang sedari tadi dia mainkan. Lalu mendekati Angel.
"Kamu kan bisa sama papa saja!" ucap Cyra sedikit kesal.
__ADS_1
"Angel ingin juga ada mama" jawab Angel dengan matanya mulai berkaca-kaca, butiran air di matanya mulai bertumpuk.
"Ha, sudah lah besok mama jemput kamu, tapi paginya mama kerja dulu" jawab Cyra, karena dia malas melihat anaknya menangis karena Cyra tahu nanti Lian akan melototi dia sepanjang malam jika dia berbuat kesalahan lagi atau membuat Angel kecewa.
Sekarang pandangan Lian ke Cyra sudah banyak berubah, bukan lagi pandangan kasih sayang, tetapi seperti memusuhi. Sebenarnya didalam hati kecil Cyra, dia merasakan takut menghadapi Lian yang sekarang ini. Tetapi dia masih bertahan pada egonya.
"Horeeeeee, benar ya ma, mama jemput Angel" teriak Angel ketika mamanya mengiyakan apa yang dia mau. Angel merasa sangat bahagia sekali, ini bahagia terbesar dihidupnya.
Bagaimana tidak, Angel merasa sangat bahagia? Ini semua karena selama ini Cyra tidak pernah mendengar permintaan Angel.
"Sudah jangan teriak-teriak lagi, sudah malam mama bising" ucap Cyra.
"Iya ma" jawab Angel, tetapi didalam hatinya Angel terus tersenyum.
Pada malam itu Lian sedang berada diluar mencari makan malam, karena hari itu mami Luci tidak datang membawakan dia makanan, begitu juga Cyra yang sebagai istri sama sekali tidak pengertian terhadap Lian yang tentunya belum makan jika berada dalam ruangan rawat inap rumah sakit terus.
Flashback Off.
Angel terus menunggu mamanya hingga hampir 1 jam pun Cyra tidak datang, akhirnya dengan rasa kecewa yang sangat besar Angel dan papanya pun pulang kerumah.
Sesampainya dirumah pun Angel tidak d sambut oleh mamanya yang berarti mamanya masih dikantor.
__ADS_1
Walau Angel disambut meriah oleh bik Narni, oma dan opanya, dia merasa tidak bahagia.
Angel pun memilih segera memasuki kamarnya saja untuk beristirahat lagi.