Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
56. Cyra Mencari Suami Dan Anaknya


__ADS_3

Sudah 1 hari Cyra lalui tanpa Lian, Angel dan bik Narni. Ini memasuki hari kedua menjelang malam. Yang Cyra tahu saat ini adalah bik Narni izin tidak bekerja selama seminggu ini. Sedangkan Lian dan Angel, dia tidak tahu kemana anak dan suaminya berada.


Di awal Lian dan Angel tidak berada dirumah, Cyra hanya berpikir jika saat ini Lian dan Cyra pasti sedang berada dirumah mertuanya atau kerumah orang tuanya. Hingga dia pun tidak mencari keberadaan anak dan suaminya. Bagi Cyra dirinya merasa bebas. Tetapi di hari kedua ini Cyra sudah merasa sangat berbeda berada didalam rumah ini, sangat sepi tiada suara manja anak kecil lagi, atau suara laki-laki dewasa yang biasa bermain konyol dengan anak kecil.


Cyra merasa ada sesuatu yang hilang disini. Dia juga merasa binggung mengapa Lian dan Angel juga belum pulang hingga larut malam ini. Dia pun mencoba memberanikan diri mencari Lian ke mama mertuanya. Telepon pertama dan kedua tidak diangkat oleh mama mertuanya. Cyra merasa sesuatu yang sangat aneh, biasanya sang mertua sangat cepat menerima panggilan telepon darinya.


Telepon yang ketiga.


"Halo mi" ucap Cyra yang akhirnya panggilan teleponnya diangkat oleh mami Luci.


"Eh halo nak!" ucap mami Luci yang merasa binggung.

__ADS_1


"Mi, boleh tanya apa disana ada Lian dan Angel?" tanya Cyra berhati-hati takut salah bertanya.


"Enggak ada, loh memang kamu tidak tahu Lian dan Angel kemana saat ini?" tanya mami Luci diseberang telepon sana.


Mami Luci mengira jika Cyra mengetahui jika suami dan anaknya sedang berada di desa bik Narni.


"Enggak mi, dari semalam tidak ada dirumah hingga ini sudah menjelang malam lagi, aku kira mereka tempat mami jadi aku enggak mencarinya dan baru sekarang mencari mereka" terang Cyra yang merasa tidak enak dengan mertuanya, karena dia sebagai istri dan mama anaknya saja tidak tahu keberadaan mereka.


Cyra takut dipandang tidak berguna oleh mama mertuanya untuk saat ini, tapi itu lah kenyataannya. Istri, ibu yang bagaimana, suami dan anaknya tidak ada saja tidak tahu atau tidak mencari dari awal.


"Eh, em, belum mi" jawab Cyra gugup.

__ADS_1


Cyra memang tidak mau secara langsung mencari Lian, dia sangat gengsi untuk menelepon Lian terlebih dahulu.


"Kamu ini bagaimana sih, kog suami dan anak tidak dirumah bukan yang ditelepon dulu suaminya" ucap mami Luci sedikit sewot karena dia juga sebenarnya sudah tau menantunya ini bagaimana.


"Ah, ya mi, Cyra telepon dulu Lian deh" jawab Cyra dengan cepat supaya tidak di omelin oleh mertuanya. Dia pun menutup sambungan telepon antara mertuanya dan dia setelah berpamitan.


Cyra kemudian mencoba menghubungi Lian, tetapi nomor ponsel Lian tidak aktif. Saat ini jantung Cyra mulai berdegub kencang tidak teratur, entah perasaan apa yang dia rasakan, antara takut, cemas, panik semua bersatu.


Cyra pun menelepon mertuanya lagi dan setelah itu mertuanya hanya dapat terkekeh mendengar apa yang Cyra katakan. Kemudian mertuanya memberitahu jika Lian dan Angel berada di desa Bik Narni.


"Ah, menyebalkan, menyusahkan saja, membuat aku malu begini" Cyra kesal setelah tahu Lian dan Angel dimana.

__ADS_1


Dia sedang merasa dipermalukan oleh Lian didepan mertuanya ini. Cyra menyesal menelepon mami Luci, baginya tadi seharusnya dia tidak menelepon saja untuk tidak mencari tahu kedua orang yang tidak diinginkannya itu.


Cyra juga yakin, bahwa hal ini akan membuat orang tuanya marah besar terhadapnya.


__ADS_2