Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
27. Cerita Setelah Mempunyai Anak


__ADS_3

Cyra saat ini tengah beristirahat untuk makan siang, tetapi dia lebih memilih minum jus saja.


Tias memilih untuk menyantap nasi goreng karena dia merasa lapar sekali.


"Cyra mengapa tidak makan?" tanya Tias sambil mengunyah.


"Telan dulu baru bicara!" perintah Cyra.


"Mengapa tidak makan" Tias mengulang lagi pertanyaannya setelah makanan dalam mulutnya telah kosong.


"Aku tidak lapar dan kau tidak lihat badan ku sudah semelar ini!" muka sedih yang Cyra perlihatkan.


"Yak ampun Cyra, wajar jika badan mu begini karena kamu kan baru melahirkan" cetus Tias.


"Apa yang baru melahirkan, aku sudah 2 bulan lebih beberapa hari melahirkannya tau" protes Cyra yang merasa tidak terima jika dikatakan dia baru habis melahirkan.


"Iya, iya, aku tau" jawab Tias.


"Cerita donk bagaimana kamu sekarang sudah punya anak, apa ada yang merasa beda enggak?" tanya Tias yang memang sudah mempunyai anak, dia ingin tau apa pengalaman yang dia rasa, juga dirasa oleh Cyra.


"Menyebalkan punya anak itu" dengus kesal Cyra.


"Hust, mulut mu mau aku cabein, sembarangan ngomong" Tias menegur Cyra.

__ADS_1


"Memangnya kamu enggak?" tanya balik Cyra.


Selama ini Cyra tidak pernah ingin mendengar cerita temannya jika sudah berbicara soal anak ataupun suami. Bukan merasa iri dengan teman-temanny ya sudah punya anak dan suami dengan kondisi bahagia, hanya jika berkumpul dia merasa tidak penting berbicara hal itu, waktu kumpul bagi dia adalah waktu bebas dia dan teman-teman saja.


"Aku bahagia sekali punya anak, melihat anak tertawa apalagi pas sudah bisa memanggil mama, wahhh senang sekali perasaan ku" cerita Tias.


"Aku malah merasa hidup ku dikuasai oleh anak ku, setiap dia nangis mesti digendong, di kasih asi lagi, buka baju, aduh buat malu saja!" ucap Cyra.


"Apanya malu memberi anak asi?" tanya Tias.


"Buka baju tu" cetus Cyra.


"Ya bisa pakai cara apa tutup atau pakai kain khusus menyusui, baju khusus menyusui semua ada Cyra untuk membantu ibu menyusui" terang Tias.


"Aku juga enggak sanggup harus terbangun malam terus, miring menyusui sakit badan ku, banyak enggak enaknya lah" cetus Cyra.


"Cyra itu lah proses menjadi ibu, ya begitu pasti lah!"


"Kamu enggak senang apa kalau lihat wajah polos anak mu?"


"Apalagi lihat anak mu tersenyum?"


"Biasa saja aku, enggak gimana sih" jawab Cyra yang sungguh cuek.

__ADS_1


Tidak ada bangganya Cyra menceritakan anaknya.


Padahal para ibu-ibu suka menceritakan tingkah anaknya. Mau anaknya nakal dan tidak nakal, tetap ibu mereka akan bangga memilikinya.


"Bagaimana dengan suami mu?" tanya Tias.


"Dia sih bahagia sekali, ya aku enggak mau tau lah itu. Aku sudah lahirkan anak buat dia. Jadi dia yang harus urus anak tu. Aku ya sembilan bulan bawa tu anak dalam perut ku, mana dia bantu aku urus" cerocos Cyra.


"Kamu jangan begitu lah Cyra, bagaimana pun itu anak kalian, anak mu, anak suami mu! Seharusnya kamu dan suami mu saling membantu dalam menjaga anak kalian" ucap Tias.


"Agh biar saja lah, aku yang lebih capek dari dia dalam jaga Angel" ucap Cyra.


"Bukannya kamu pernah bilang kalau mama mertua mu juga bantu menjaga Angel kan!" tanya Tias.


"Iya, untung saja mama mertua ku sangat baik, mau membantu ku menjaga anak ku sih!" ucap Cyra.


"Kamu harus banyak bersyukur Cyra, karena diberikan suami yang baik dan mama mertua yang baik, keluarga suami yang baik terhadap mu kan!"


"Iya sih, cuma aku mau ingin bebas Tias" ucap Cyra.


"Saat ini kamu sudah harus bisa pikirkan anak dan suami mu, itu tugas mu sebagai anak loh" ucap Tias.


"Ah, santai saja semua tu! Biar berjalan seperti air" ucap Cyra sok bijak.

__ADS_1


Tias pun hanya dapat mengeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2