
Kini Cyra dalam proses mendonorkan darah untuk Angel, dokter mengambil darah Cyrq terlebih dahulu kemudian langsung di salurkan untuk Angel.
"Bagaimana keadaan Angel saat ini?" tanya mami Luci yang baru saja datang bersama papi Bram.
Oma dan opa ini terlihat sangat khawatir akan kondisi cucunya.
"Mami mu dari kamu telepon sudah menangis-nangis dia sangat ingin cepat melihat keadaan Angel" ucap papi Bram.
"Bagaimana keadaan Angel?" tanya papi Bram.
Lian masih terlihat shock, dia masih terdiam walau orang tuanya telah datang kerumah sakit. Dia mengambil nafas panjang dan menghembuskan kemudian dia menjawab pertanyaan yang barusan ditanya oleh papi dan maminya.
"Angel saat ini kondisinya stabil pi, mi" jawab Lian sangat lemah.
"Lian hampir saja membunuh anak Lian sendiri mi, pi" tangis Lian.
Kini Lian kembali menangis dihadapan orang tuanya.
"Lian tenangkan diri mu, jika kondisi Angel sudah stabil, berarti tinggal tunggu proses pemulihannya kan" jawab papi Bram.
"Mengapa kamu berkata begini?" tanya papi Bram.
"Kamu sudah lihat cucu mami?" tanya mami Luci.
__ADS_1
"Belum bisa untuk dijenguk mi" jawab Lian.
"Dimana Cyra?" tanya mami Luci.
"Sedang mendonorkan darahnya untuk Angel" jawab Lian yang dengan suara bergetarnya menjawab mami Luci.
Setiap mendengar nama Cyra, dia merasa emosinya tidak terkendali, cuma saat ini Lian masih berpikir untuk waras, untuk tenang jika tidak dia tau bahwa semuanya akan lebih buruk.
"Andaikan Lian tidak meninggalkan Angel sendirian disana pi, mi! Pasti Angel tidak akan seperti ini" ucap Lian sangat lirih.
"Sudah lah Lian, ini musibah hanya jadikan saja pelajaran untuk kamu dan Cyra" terang papi Bram.
Lian hanya mengangguk enggan lagi untuk menjawab apa yang dikatakan oleh papinya.
Mami Luci menatap kearah kaca yang tebal juga tidak tembus pandang, dia berharap bisa melihat sedikit saja Angel.
"Bagaimana bisa tenang sih pi, kita saja belum melihat cucu kesayangan kita" jawab mami Luci dengan khawatirnya.
Dari arah jauh terlihat mama Desi dan papa Rendi juga berlari mendekati ruangan tempat Lian dan orang tuanya menunggu Angel.
"Lian bagaimana keadaan Angel?" tanya mama Desi yang tidak kalah panik dengan mami Luci.
"Mbak, cucu kita bagaimana" terlihat mata sembab milik mama Desi dan saat ini terlihat lagi matanya berkaca-kaca ingin menangis.
__ADS_1
"Tenang ma" ucap papa Bram kepada istrinya.
"Mama enggak tenang, belum melihat Angel" ucap mama Desi.
"Angel sudah baik-baik saja ma, pa?" jawab Lian.
"Benar apa kata mu nak?" tanya mama Desi yang merasa tidak percaya.
"Benar ma, apa sudah bisa masuk melihat Angel" jawab Lian.
Orang tua Lian hanya dapat terdiam melihat kondisi anaknya sekarang.
"Lalu dimana Cyra?" tanya mama Desi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan anaknya.
"Belum bisa masuk dek" jawab mami Luci kepada mama Desi.
"Lalu mbak?" ucap mama Desi.
"Ya kita menunggu dulu" ucap mami Luci.
"Cyra lagi mendonorkan darah untuk Angel!" ucap papi Bram, melihat Lian yang sudah tidak ingin berbicara apa lagi menyebut nama Cyra.
"Apa, donor darah, berarti keadaan Angel sangat parah" ucap mama Desi dengan nada emosi.
__ADS_1
"Ma, tenang" suara papa Rendi kini sedikit meninggi.
Mama Desi hanya dapat meneteskan air matanya. Dia sangat sedih karena keadaan cucunya ini.