
Hari ini Cyra terlihat kelelahan, semalam dia pulang sudah hampir tengah malam karena ada pekerjaan tambahan. Pagi ini dia bangun dengan kondisi tubuh yang tidak sehat menurutnya.
Cyra merasakan tubuhnya pegal, badannya terasa lemas dan selalu ingin mual bahkan mencium bau masakan saja membuatnya mual. Biasanya hal ini terjadi jika asam lambungnya naik, perutnya pun terasa kembung disertai sedikit kram dibawah pusarnya.
"Cyra mengapa kamu terlihat lemas begitu?" tanya mami Luci yang kebetulan hari ini datang sangat pagi hanya demi mengantar makanan yang menurutnya sehat untuk wanita yang baru menikah, dengan maksud supaya Cyra cepat mengandung cucunya.
"Aku enggak tau mi, hari ini lemas sekali, cium bau makanan saja mual, ini mual juga ditahan mi" jawab Cyra.
"Masuk angin mungkin mi, Cyra" ucap Lian yang memang sudah berada dimeja makan sejak maminya menyiapkan makanan.
"Iya bisa jadi, nanti biar mami buatkan air jahe saja ya, kamu enggak usah masuk kerja hari ini" ucap mami Luci.
"Terima kasih mi, hanya Cyra tetap akan pergi kerja mi, karena Cyra disana memegang sebuah tanggung jawab"
"Tapi kamu lagi sakit nak" ucap mami Luci.
"Iya Cyra dengar kan mami" ucap Lian dan malah mendapat pelototan mata dari Cyra.
"Enggak apa-apa mi, Cyra kuat kog" jawab Cyra.
"Kamu yakin nak?" tanya mami Luci.
__ADS_1
"Yakin mi, ini lihat" ucap Cyra sambil menunjukan otot tangan kanannya yang sama sekali tidak terlihat otot.
"Ya sudah makan lah, ini mami masak ayam kampung dengan jahe serta ginseng, kata teman mami ini bagus buat kesehatan" ucap mami Luci.
"Iya mi" jawab Cyra sambil mengambil daging ayam berserta kuahnya.
"Hmm" Cyra menutup mulutnya, dia pun segera berlari kearah wastafel dan sedikit mengeluarkan apa yang mau mulutnya keluarkan.
"Uekkk" suara dari Cyra.
"Cyra, kamu enggak apa-apa kah?" tanya Lian yang berada dibelakang Cyra sambil mengelus, mengurut leher belakang Cyra agar dia merasa lebih baik.
"Maaf" ucap Lian kemudian pergi menjauh dari Cyra. Dengan hati yang merasa sedikit sedih karena penolakan dari Cyra, walau hal ini sudah sangat biasa bagi Lian.
"Mi, Cyra kenapa ya? Masuk angin sampai segitunya ya?" tanya Lian kepada maminya.
"Mami juga enggak tau, mungkin Cyra terlalu berat bekerjanya!" ucap mami Luci.
"Iya mi, orang dalam beberapa hari belakangan ini dia selalu pulang telat" jawab Lian.
"Kamu tidak marah?" tanya mami Luci.
__ADS_1
"Masih dibatas wajar ma, sama aku juga begitu, lagian susah menjadi komitmen kami" jawab Lian.
"Ya sudah, yang penting kamu harus menjaga istri mu, kamu punya tanggung jawab terhadap istri mu, serta kehidupan istri mu itu tanggung jawan mu sekarang nak" terang mami Luci.
"Siap mi, Lian mengerti" ucap Lian.
"Mi, Cyra berangkat dulu ya" ucap Cyra berpamitan setelah merasa baikan setelah muntah.
"Loh, Cyra kamu enggak melanjutkan makan mu?" tanya Mami Luci.
"Enggak deh mi, simpan saja nanti pulang Cyra makan" ucap Cyra sambil menciumi tangan mama mertuanya dan menciumi pipi mertuanya.
"Makan ya nanti, janji" ucap mami Luci.
"Iyaaaaa, mami" jawab Cyra.
"Aku pergi dulu" ucap Cyra berpamitan juga dengan Lian.
"Iya hati-hati" jawab Lian sambil tersenyum, walau dia sendiri tau kalau yang Cyra lakukan karena ada mami Luci.
Cyra akan berpamitan dengan Lian jika ada mama Desi atau mami Luci dirumahnya. Yang Cyra lakukan seperti menutupi sebuah kedok saja dari dirinya.
__ADS_1