
2 tahun setelah mereka jadian hubungan keduanya masih baik dan sangat harmonis, menjelang ke tiga tahun hubungan mereka kandas hanya karena beda pendapat dan keegoisan mereka. Malam itu vicky sengaja mengajak dara untuk merayakan anniversary mereka yang ke tiga tahun. Tepatnya di restoran yang dulu dimana mereka pertama kali jadian, dara pun sangat bahagia pada malam itu mereka masih saling mengobrol dan becanda.
Namun di saat vicky menyampaikan ingin kembali ke Paris dalam waktu dekat ini, dara shok dan langsung membantah.
"Sayang ada yang mau aku sampaikan ke kamu", Ucap vicky dengan ragu ragu.
Vicky menggenggam jemarinya dara dengan lembut. Dara merasa sangat senang dengan perlakuan vicky yang selalu manis padanya. Dara berfikir jika vicky akan melamarnya dara sampai senyum senyum sendiri saat itu, namun senyumannya pudar di saat vicky meneruskan ucapannya.
" Dara, aku harap kamu ngerti ini hanya sementara kamu tau kan papa aku lagi sakit sekarang, dia memintaku untuk kembali ke Paris dalam waktu dekat ini" .
Deg. . . Dara melepaskan tautan jari mereka.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang? ".
" Sayang ini cuma sementara aja, aku janji akan kembali kesini lagi kamu percaya ya sama aku". Vicky berusaha meyakinkan dara.
"Aku punya persyaratan" tegas dara.
"Apa itu".
" Kita menikah, setelah itu baru kamu balik ke Paris ".
" Apa?? sayang pernikahan itu bukan perkara main main, ayolah jangan egois".
"Vic, aku takut kamu bakal ninggalin aku kamu kan yang selalu bilang ke aku kalok orang tua kamu selalu ingin menjodohkan kamu sama anak rekan bisnisnya, jadi apa kamu pikir aku gak kepikiran!! gimana jika setelah sampai di sana kamu bakal lupa sama aku?" jelas dara menggebu.
__ADS_1
"Sayang dengerin aku oke, ini gak lama aku hanya ingin melihat keadaan papa, dan aku juga akan memberi tau mereka tentang hubungan kita".
" Vic, apa sebegitu beratnya kamu untuk menikahi aku? Aku cuma mau bukti dari kamu vic, bukan cuma omong kosong terus dan aku bukannya gak percaya sama kamu".
Vicky benar benar bingung dengan situasi ini, bahkan dara sampai menangis setelah menjelaskan keinginannya yang terus di bantah oleh vicky. Setelah perdebatan yang cukup lumayan lama, akhirnya vicky menyetujui keinginan dara.
"Terimakasih sayang, aku hanya ingin kamu bukan yang lain aku juga takut jika kamu akan berpaling maaf kalok aku terlalu egois".
" Iya aku juga mintak maaf aku belum bisa jadi yang terbaik buat kamu, aku harap setelah ini kamu jangan sedih lagi, aku hanya ingin kamu bahagia dara".
Setelah menyetujui permintaan dara, mereka pun melangsungkan pernikahan 2 hari setelahnya. Vicky juga sudah meyakinkan abangnya dara dan mereka terus mempersiapkan segalanya sebelum hari H tiba.
Hari H pernikahan mereka pun tiba, dara memutus untuk melangsungkan pernikahan di rumahnya saja. Setelah segala sesuatu sudah di persiapkan dan ijab kabul akan segera di mulai tapi vicky masih belum menampakkan batang hidupnya. Bahkan para tamu undangan sudah nampak berbisik bisik membicarakannya, dara sudah gelisah dan mulai tak tenang ponsel vicky pun tidak bisa di hubungi sudah dari tadi.
Sejam. . . . Dua jam. . . . Para tamu undangan sudah mulai berpulangan karena sudah lama menunggu.
"Kemana ya pengantin prianya? "
"Iya nih, kenapa ya kok gak hadir!!"
"Kasian ya pengantin ceweknya"
"Wushh udah udah jangan pada berisik"
Dara yang mendengar semua omongan para tamu mulai menitikkan air mata, dia sangat malu dan kecewa juga marah bercampur dengan satu. Bram mendekati sangat adik dan merangkul nya dara menangis sesegukan dalam pelukan Bram. penghulu pun sudah mulai siap siap ingin pulang, Bram menghampirinya dan meminta maaf atas kekacauan hari ini.
__ADS_1
"Untuk semua tamu yang sudah hadir, saya mohon maaf kalau acara hari ini jadi batal, mungkin pengantin prianya sedang ada kendala, mohon maaf semuanya" Bram meminta maaf kepada semua tamu undangan dan juga pada penghulu.
Setelah semua tamu sudah pada berpulangan, dara menumpahkan semua tangisnya dan terus meraung menyalahkan takdirnya. Rasa kecewanya tidak seberapa dengan rasa marah yang dia miliki, hidupnya benar benar hancur bukan hanya malu tapi rasa sakitnya begitu besar, hatinya begitu sakit mengingat moment kemarin malam.
Ternyata vicky hanya memberi janji palsu dan untuk apa selama ini dia begitu baik dan begitu perhatian padanya, jika pada hari yang begitu dia impikan harus seperti ini, apa karena ini sebab oleh keegoisannya?? .
Sejak kejadian batalnya pernikahan dia bersama vicky, dara mulai menjauh dari orang-orang sekitarnya bahkan dia menjadi orang yang pendiam sekarang. Dara merasa seperti hidup segan mati tak mau, rasanya benar-benar hancur sehancur hancurnya.
Bram yang melihat keadaan adiknya yang begitu terpuruk saat itu, memilih untuk mengirimnya ke luar negeri agar dara bisa menghirup udara bebas dan jauh dari kenangan masa lalunya. Dara hanya mengikuti semua arahan dari abangnya dia juga merasa selalu sedih bila terus terusan berada disini. Setelah selesai segala pengurusan nya dara di bawa keluar kota oleh bram, ini juga atas permintaan dara. Karena dara tidak ingin terlalu berjauhan dari abangnya.
Awalnya bram menolak karena kalok di luar kota sama aja menurut bram, dia ingin dara stay di luar negeri agar memorinya bersama vicky dulu bisa segera hilang dengan mengunjungi dan menghirup alam yang berbeda. Kalok luar kota sama aja ini kan tetap Indonesia pikir bram.
"Bang ayolah, gak ada gunanya abang suruh adek stay di sana bang, disini pun kalok aku mau ngelupain si brengsek itu jugak bisa kan bang? ".
" Tapi dek abang takut kalok suatu waktu si sialan itu balik lagi kesini ".
" Bang percaya sama adekmu ini oke" dara masih mencoba untuk meyakinkan abangnya.
Akhirnya bram luluh karena benar apa kata dara, mau sejauh mana pun kita melangkah jika hati memang tidak ingin melupai maka tetap akan sia sia. Dara berjanji pada abangnya bahwa dia tidak akan mudah lagi jatuh cinta kepada siapapun dan dia juga akan fokus pekerjaannya dulu.
Akhirnya dara memilih berangkat ke Bali dan stay disana dulu beberapa waktu, sampai hatinya benar-benar pulih dan rasa sakitnya bisa sedikit berkurang. Alasan dara memilih bali karena disana tempat tinggalnya dekat dengan pantai, jika sewaktu waktu dara butuh pelampiasan, dia bisa berkeliling di pantai sambil berteriak dengan puasnya agar rasa gundah di hatinya bisa terobati.
Karena alam terkadang juga bisa kita jadikan sahabat di saat yang lain sibuk dengan dunianya masing-masing.
#Bersambung
__ADS_1