
Bram merasa sangat emosi setelah mendengarkan penuturan kedua sahabat adiknya, dia tidak menyangka jika Arga akan semudah itu menyakiti adiknya. Dia menyesal karena telah menjodohkan adiknya dengan arga, dia merasa sangat bersalah atas kesedihan adiknya.
Siang itu alexsa dan celine mendatangi rumah Bram, mereka mengadukan semuanya sama bram. Karena mereka juga tidak tahan melihat sahabatnya di sakiti, kalau dara mustahil akan mengadu pada abangnya. Maka dari itu mereka berinisiatif untuk memberi tau Bram agar dara mendapatkan pembelaan.
Dengan emosi Bram mengendarai mobilnya menuju rumah dara, sesampainya disana dia langsung masuk ke dalam kamarnya Arga. Bram melihat jika Arga sedang tidur dengan nyenyak seperti tidak memiliki beban. Bram memilih untuk turun ke lantai dasar dan menemui art di rumah itu, dia menyuruh mereka untuk membangunkan Arga dan memberi tau jika Bram sedang ada di rumahnya.
Art tersebut hanya manut dan langsung baik ke kamar pribadi tuannya, Arga mengeliat pelan setelah di bangunkan artnya. Dia juga kaget karena tiba-tiba Bram mengunjunginya, dengan persaan was was dia turun dan menemui abang iparnya. Arga mencoba bersikap santai agar Bram tidak mencurigakan, namun dia salah besar.
Begitu Arga turun dari tangga Bram berjalan mendekatinya dan tanpa aba aba dia langsung menghadiahkan sebuah bogem di pipinya. Arga sudah mengira pasti Bram sudah mengetahuinya, dia hanya bisa pasrah menerima kemarahan dari Bram.
"Kasih satu alasan kenapa kamu sampai berani menduakan dara hah." Arga hanya bisa menunduk mendengar pertanyaan dari Bram.
"Maaf bang aku yang salah."
"Oh tidak, justru aku yang salah karena telah memberikan suami yang tidak bertanggung jawab kepada dara." Tunjuk Bram tepat di mukanya Arga.
"Siapa perempuan itu."
"Sekretaris baruku bang, maafkan aku bang aku tau aku salah dan telah menyakiti dara. Tapi aku sungguh tidak berniat untuk melakukan itu semua, aku hanya khilaf bang."
"Khilaf kamu bilang, jika kamu tidak berniat pasti pernikahan sirih kamu tidak akan terjadi. Sekarang apa, kalian bahkan sudah menikah kamu punya pikiran enggak hah." Bram meluapkan semunya sehingga Arga terdiam seribu bahasa.
"Aku datang hanya ingin memberikan peringatan buat kamu, selebihnya biar dara sendiri yang mengurus. Semoga aja dia meninggalkan kamu, hidup bersama laki-laki pengkhianat seperti kamu hanya akan menyakiti hatinya." Arga tidak menyangka jika Bram akan mengatakan hal seperti itu sekarang dia hanya bisa menyalakan dirinya.
__ADS_1
Arga ingin mencegah kepergian Bram namun tidak mungkin, jawaban apa yang akan dia kasih bila Bram kembali menanyakan alasan yang membuatnya berpaling dari dara. Karena dia sendiri juga bingung sama alasannya sendiri, memang tidak ada alasan untuknya berpaling.
"Akkhhhhh kenapa semuanya harus begini." Arga frustasi dan menjambak rambutnya sendiri.
"Ini semua gara-gara perempuan itu, tapi aku juga bersalah dengan keadaan ini." Arga lemah jika saja dia tidak tergoda, maka semuanya juga tidak akan terjadi.
Dia hanya bisa berandai-andai dan menyesali yang telah terjadi, dara juga semakin menjauh darinya. Kata rindu sudah tak bisa di sematkan hanya akan ada keributan bila mereka berhadapan. Arga juga begitu merindukan sosok istrinya, sudah lama dia tidak bermanja manja dengan istrinya.
Karena merasa di abaikan, karina sibuk mencari tau tentang Arga. Dia penasaran kenapa Arga bisa dengan cepat menikahinya sedangkan mereka bari saja bertemu. Dia yakin pasti ada sesuatu yang membuatnya sampai menikahi dia, karena begitu penasaran akhirnya karina memutuskan untuk mencari tau semua tentang hal yang bersangkutan dengan arga.
Karina mulai mencari tau tentang masa lalunya Arga banyak hal yang sudah dia dapatkan dari sahabatnya Arga yang bernama tomi. Tomi memberinya sebuah kamera yang dia ketahui milik mantan kekasihnya Arga dulu, karina pun mengambilnya dan melihat lihat isi dalam kamera tersebut.
"Gak mungkin." Karina menggeleng pelan dengan menutup kedua mulutnya.
"What's happened."
"Yeah begitulah, kamu bisa menyimpulkan semuanya." Tomi kembali menyeruput kopi miliknya.
"Apa aku boleh membawa kameranya." Tomi mengangguk karena Arga pun tidak pernah lagi menanyakan tentang kamera tersebut.
Karina tersenyum senang karena Tomi memberikan kamera tersebut untuknya, ini bisa dia jadikan sebuah alat untuk membuat Arga bisa berada dekat dengan dirinya.
"Ingat jangan macam macam jangan sampai Arga mengetahuinya." Tomi memperingatkan karina.
__ADS_1
"Oke thanks tom, ini sangat membantu." Tomi mengangguk dan pergi dari sana.
Setelah kepergian romi, karina mulai menyusun rencananya. Terlebih dulu mencari tau tentang kesibukan Arga, dia akan memulai aksinya dengan berpura-pura mempunyai hobi yang sama seperti dina mantannya Arga.
"Arga tidak lama lagi kamu akan kembali kepelukan ku." Karina tersenyum sinis.
Dengan semangat yang begitu membara karina membawa kamera tersebut, karena setaunya hari ini arga akan mendatangkan sebuah cafe untuk melakukan meeting bersama clien.
Karina pulang menggunakan taksi online, sepanjang perjalanan dia sibuk mengotak atik isi kameranya dina. Mulai dari cara dina berpakaian hingga model rambutnya semua di amati oleh karina.
"Emm kayaknya aku harus ke salon deh, haha pertunjukan akan di mulai arga you can see later." Karina sangat marah karena arga memperlakukannya dengan kasar di malam itu.
Disini dia juga korban karena arga yang memintanya untuk menikah, dan sekarang istrinya arga dan teman temannya juga menyematkan sebutan pelakor untuk dirinya. Rasanya ingin sekali karina membalas semuanya tapi tidak mungkin di satu sisi dia juga bersalah, karena dulu dia tidak menimbang terlebih dulu ajakan arga saat mengajaknya untuk menikah.
2 jam kemudian dia telah selesai berdandan ala ala dina, tidak buruk juga karena memang dasarnya dia sangat mirip dengan dina. Karina melihat dirinya sendiri di cermin dengan senyum devilnya.
Sangat mirip dengan kembaran dina, pasti di saat menatap karina yang sekarang emosi arga akan kembali membaik. Dia sangat yakin jika arga akan kembali ke dalam pelukannya, karena setaunya dari Tomi jika arga sangat mencintai mantan kekasihnya tersebut.
"Kamu lihat arga sekarang dina kamu sudah kembali, aku sangat senang sekarang masa bodo sama keluarga kamu. Karena aku juga punya hak atas kamu enak aja mereka ngatain aku sebagai pelakor." Karina keluar dari mobil dengan gaya dan fashion barunya.
Karina mendatangi cafe yang sama dengan arga, dia masuk sambil mengalungkan kameranya di leher. Dia sibuk mengambil gambar yang ada di sekitarnya, karena kebetulan dia memilih duduk di outdoor cafe. Hatinya mewanti wanti kedatangan arga dan pucuk di cinta mulan pun tiba, ternyata arga duduk tidak jauh dari mejanya.
"Heuh ternyata dewi fortuna sedang berpihak baik padaku." Dia tersenyum sinis saat melihat keberadaan arga, ternyata tidak sia sia dia memake over wajahnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan giftnya ya guys🥰🥰🥰
#Bersambung