Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Lelucon weekend


__ADS_3

"Kamu udah pulang sayang, hoaaam." Arga mengucek matanya dan tersenyum melihat dara yang sudah selesai merapikan kamarnya anak mereka.


"Iya mas udah dari tadi, kamu kalau ngantuk tidur lagi aja." Ujar dara.


"Udah enggak sayang, habis zuhur kita jalan ya." Ucap Arga.


"Emm gimana ya." Dara berpura-pura untuk berpikir.


"Ayolah udah lama kita gak jalan, bawa anak anak juga kok." Ucap Arga kembali.


"Hehe oke deh." Tukas dara kemudian.


Karena hari ini weekend maka Arga ingin mengajak keluarga kecilnya untuk bermain di luar. Dia ingin menghabiskan waktu liburnya untuk bermain bersama mereka.


Dara menyuruh art memakaikan baju untuk kedua anaknya, dan dia sendiri juga ingin mengganti pakaian karena dia akan keluar untuk jalan jalan bersama suami dan anaknya. Dia juga akan membawa dua orang artnya untuk menjaga baby twins, dia ingin anak anaknya tetap ada yang menjaga.


Tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah taman bermain anak-anak, walaupun anak anaknya masih belum tau. Tapi setidaknya mereka sudah pernah menginjakkan kakinya di tempat ini.


"Sayang kenapa kita kesini." Tanya Arga bingung melihat banyaknya anak-anak di tempat ini.


"Mas ini kan tempatnya anak-anak, makanya kita kesini dulu." Jawab dara.


"Mereka masih belum tau sayang, mendingan kita cari tempat lain." Ujar Arga.


"Walaupun belum tau setidaknya mereka sudah pernah kesini mas, udah ah ayok kita foto dulu." Ucap dara antusias.


Dia memegang stroller milik Brian, dan Arga memegang stroller milik Bella. Dara berpose dengan sangat gembira sedangkan Arga terlihat biasa saja, dara sampai menatap kesal kepada suaminya.


"Mas ayo dong senyum, masak kaku begitu sih." Cibir dara kesal.


"Terus aku harus gimana sayang." Tanya Arga bingung harus berpose seperti apa.


"Kayak aku dong mas, ngikut aja gini." Dara mencontoh gayanya pada Arga.


Kedua art yang melihat berusaha untuk menahan tawa mereka, ternyata kedua majikannya begitu lucu saat begini. Arga terpaksa melakukan semua gaya yang di peragakan oleh istrinya, begitu dara puas berfoto Arga pergi untuk membelikan minuman buat mereka. Dara masih asik melihat lihat hasil jepretan artnya tadi, dia sampai tertawa ngakak melihat gaya suaminya yang begitu terpaksa harus mengikuti arahannya.


"Ahahahahah mas Arga lucu banget." Dara benar benar puas sama hasilnya.


"Dara wah ternyata jodoh memang gak kemana." Tegur Randy saat melihat dara duduk sambil tertawa-tawa sendirian.


"Hei ran, ngapain kamu disini." Tanya dara.


"Kebetulan lewat sekalian mau cuci mata, liat yang bening bening heheh." Randi cengengesan.


"Cuci mata kok di tempat main anak, Sono tuh Ke pantai yang banyak burung perkutut lepas." Tukas dara tanpa filter.

__ADS_1


"Benar juga ya, males ah takut dosa ahahah." Tukas Randy kemudian tertawa.


"Dosa, sejak kapan kamu takut dosa." Tanya dara.


"Sejak tadi." Jawabnya singkat.


Randy juga berasal dari Indonesia, mereka dulu satu fakultas saat menempuh pendidikan di negara asing. Randy anak yang humoris juga baik, tapi hidupnya selalu tidak seberuntung laki laki lainnya. Nasip percintaan yang dia jalani selalu kandas di tengah jalan.


Mereka masih asik mengobrol dan tertawa bersama, dara sampai tidak menyadari jika suaminya sudah berada di samping mereka. Arga hanya berkacak pinggang dan berdecih kesal melihat istrinya yang malah asik mengobrol dengan pria asing.


Randy yang melihat keberadaan Arga pun menyapa tanpa rasa bersalah.


"Eh pak Arga, disini juga pak." Tanyanya tanpa melihat bagaimana raut wajah Arga saat ini.


"Kalian saling kenal." Tanya dara.


"Iya dar, kebetulan pak Arga adalah bos aku di kantor." Jawabnya santai.


"Sendirian aja kamu." Tanya Arga pada Randy.


"Iya pak maklumlah masih jomblo, kebetulan pas lewat tadi ketemu makhluk satu ini makanya saya samperin." Ucapnya yang membuat dara dan juga arga melotot.


"Makhluk apa, kurang ajar kamu Ran." Dara memukuli bahu Randy karena kesal.


Sekarang malah Randy yang melotot dan susah untuk menelan salivanya. Tenggorokannya tercekat karena kaget dengan pengakuan bosnya yang mengatakan jika dara adalah istrinya.


"Is_ Istrinya pak, Glek." Randy malah seperti orang bodoh sekarang.


"Iya, istri kenapa." Tanya Arga biasa saja namun begitu seram menurut Randy.


"Maaf pak saya telah bersikap kurang ajar tadi." Ucapnya menunduk karena merasa bersalah.


Arga ingin tertawa melihat perubahan wajah Randy, tapi dia urungkan niatnya karena bisa hancur wibawanya di depan sang karyawan.


"Ya ampun biasa aja kali ran, mas Arga memang begini orangnya. Jangan sok cool begitu juga kali mas." Ucap dara.


Arga melotot mendengar penjelasan dara, niat ingin menjaga image, malah gagal gara gara istrinya yang punya mulut blong tanpa bisa di rem.


"Dara, pak saya permisi dulu ya." Ucap Randy kemudian memilih pergi dari sana.


Setelah kepergian Randy, mereka juga masuk ke mobil kembali untuk mencari makan di restoran terdekat.


"Kenal Randy dimana." Tanya arga cuek.


"Satu fakultas dulu, biasa aja kali nanyain nya." Jawab dara kesal karena pertanyaan arga.

__ADS_1


"Ya kan mas nanya, kamu tinggal jawab dong." Arga terlihat cemburu.


"Kamu nanya, kamu bertanya tanya." Ucap dara yang membuat para artnya jadi tertawa karena ucapannya.


Arga jadi terlihat semakin kesal karena dara meledeknya.


"Ahahahahahhaahha." Artnya tertawa lepas karena ulah majikannya yang satu ini.


Sedangkan dara malah asik bermain dengan ponselnya tanpa melihat ke arah suaminya.


"Enggak usah ngeledek, jawab yang benar." Arga masih belum puas sama jawaban dara.


"Ya ampun mas, Randy itu teman aku dulu loh udah dulu banget. Tadi gak sengaja ketemu pas kamu lagi beliin minum." Jelas dara.


"oh." Jawabnya singkat.


"Giliran nanyak aja cepat, sekarang jawabnya malah oh doang." Cibir dara.


Mereka telah sampai di restoran seafood yang ada di pinggiran pantai, niat ingin mencari restoran terdekat malah ke sasar ke pantai.


"Loh kok udah nyampek pantai aja sih." Tanya dara heran.


"Maaf buk, tadi saya gak berani nanyak soalnya suasana lagi gak pas hehe." jawab pak sopir ragu ragu.


"Oh yaudah gak papa kok pak." Dara mengajak suami dan artnya untuk turun.


Mereka telah sampai di dalam dara menggendong Bella karena baby-nya yang satu ini sedang menangis, dan Arga mendorong stroller milik Brian.


Mereka duduk di meja paling ujung dan dekat dengan pantai, dara sangat puas karena pemandangan disini begitu sejuk dan menenangkannya.


"Mas bagus ya pemandangannya." Tanya dara.


"Kamu nanya, kamu bertanya tanya." Arga membalas ledekan dara.


Bukannya marah, tetapi dara malah ngakak karena ekspresi Arga yang sangat lucu menurutnya.


"Bhahahahahhaa cocok mas." Ledek dara.


"Bikin kesal tau." Ujar Arga.


Mereka memesan beragam macam seafood yang ada, terlihat sangat menggiurkan dan begitu enak. Art mereka juga menikmati menu yang sama seperti mereka karena permintaan dari dara.


Arga juga tidak mempermasalahkannya, karena dia juga sangat menghargai para bawahan yang ada di rumahnya. Mereka telah menemaninya selama bertahun-tahun, dan Arga juga sudah menganggap mereka seperti keluarga.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2