Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Sidang Kedua


__ADS_3

"Kamu yang kuat ya dek, maafkan abang ternyata arga bukan pria yang tepat untuk kamu." Ucap bram sambil menunduk menyembunyikan kesedihannya.


"Jangan merasa bersalah begitu bang, ini sudah menjadi takdir kehidupan dara. Semoga setelah ini akan ada sebuah kabahagiaan yang menunggu aku, abang do'akan dara terus ya." Dia masih berpura-pura untuk tetap tegar walaupun sebenarnya dia juga sangat rapuh dan terluka.


Perpisahan memang pilihannya yang terakhir, namun bukan karena benci tapi melainkan sebuah keharusan. Dia juga berat dengan pilihan ini hatinya tidak setegar itu untuk menghadapi semuanya.


Apalagi arga adalah seorang ayah bagi kedua anak anaknya. Ingin sekali dia berteriak dan menangis dengan kencang, hatinya tidak kuat dengan semua ini.


"Setelah proses perceraian ini selesai, aku akan pergi bang." Bram melihat dara yang juga tampak sangat rapuh dah terluka.


"Apapun itu dek abang akan mendukung. Pergilah jika itu bisa membuat luka di hatimu membaik." Dara mengangguk dengan lemah, setetes air mata berhasil lolos dari pelupuk matanya.


"Sidang kedua akan di langsungkan, kamu sudah siap." Lagi lagi dia hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya.


Bram sangat menyesal karena telah menjodohkan adiknya dengan laki-laki seperti arga. Kini sebuah luka kembali mengisi hati adiknya, dia hanya bisa berdoa semoga setelah semua ujian ini berlalu akan ada sebuah kehidupan yang baik menanti adiknya.


Sidang kedua berlangsung dengan sangat baik dan lancar, semua bukti yang di serahkan dara kepada ketua hakim semakin mempermudah sidang perceraiannya.


Hak asuh kedua anaknya juga jatuh padanya, arga rela memberikan kedua anaknya untuk dara tanpa membantahnya. Dia tidak ingin jika dara akan semakin terluka jika dia sampai mengambil kedua anaknya.


Setelah ketukan palu terakhir mereka telah resmi bercerai, air matanya kembali lolos. Semua perasaan bercampur menjadi satu hatinya sedih dan juga lega, dia bahkan tidak bisa membuka matanya karena tidak ingin melihat wajahnya arga yang kini telah resmi menjadi mantan suaminya.


"Selamat akhirnya kamu bisa terlepas dariku." Arga mengulurkan tangannya pada dara.


Dara masih terdiam dengan mata yang terpejam, dia masih mencoba untuk tetap kuat tegar. Namun saat mendengar suara arga hatinya kembali sakit, sekarang hubungan mereka telah berbeda.


"Maafkan aku dara, andai aku bisa tegas dalam bersikap dan mengambil sebuah keputusan. Pasti perpisahan ini tidak akan terjadi, aku menyesal hiks hiks aku masih sangat sayang sama kamu dara."

__ADS_1


"Jika allah masih mengizinkan kita untuk bersama aku berjanji untuk bisa memperbaiki semua kekacauan ini. Aku yakin jika suatu saat kita akan bersama lagi, maafkan aku dara maaf untuk semua luka yang telah aku beri."


"Hiks hiks hiks aku juga minta maaf kalau aku pernah berbuat salah mas, semoga kita bisa sama-sama saling mengintropeksi diri kita."


"Jangan cari aku selama beberapa tahun ini mas, izinkan aku untuk pergi sebentar membawa anak anak kita." Arga menatap kedua bola matanya dara, dia tidak menyangka jika dara se terluka ini.


"Pergilah dara, semoga kamu bahagia dan bisa sembuh dari luka yang telah aku beri. Maafkan semua kekhilafan aku, aku berjanji jika suatu saat allah mengizinkan kita untuk bersama lagi. Aku akan berusaha untuk bisa bahagiain kamu."


"Iya mas. Setiap pertemuan yang indah pasti akan ada sebuah perpisahan yang menyakitkan, aku akan pulang mas kamu jaga diri."


"Tunggu dara, semua surat yang telah kamu ambil telah aku resmikan. Ambilah semua yang telah menjadi hak kamu dan anak anak, aku ikhlas berbahagialah mantan istriku." Bibirnya kelu saat menyebutkan kata mantan istri, rasanya masih tidak mungkin jika mereka telah berpisah dan memilih jalan masing-masing.


Dara mengangguk dan pergi menemui abangnya dia juga tidak sanggup untuk menatap mantan suaminya.


Pergi dengan membawa semua kenangan indah dan juga kenangan pahit yang pernah tercipta. Sakit tak berdarah seperti itulah rasanya saat ini yang di rasakan dara, hatinya kini telah kosong dan pudar akan nama cinta.


Sebelum pulang dia memilih mampir ke kantornya sebentar, dia akan mengadakan meeting mendadak.


Dara telah memutuskan jika hari ini juga dia akan menyelesaikan semuanya. Untuk tanggungjawab kantornya dia akan memberikan kepada nayla kaka iparnya.


"Ekhem buru buru amat buk dara." Karina masih saja mengganggu dirinya.


"Untuk apa kamu ke sini."


"Suruh mas Arga pulang seharusnya kamu itu sadar, dia juga suami saya sekarang."


"Oh ya, kamu tenang aja. Karena saya tau kamu pasti sangat sulit untuk laku, makanya saya telah resmi melepaskan mas Arga untuk kamu."

__ADS_1


"Jaga ya ucapan kamu." Karina sangat tidak Terima di rendahkan.


"Tapi sayangnya itu adalah sebuah kenyataan dan kebenarannya. Have fun ya." Dara menepuk bahunya karina dan pergi dari sana.


Dia sudah bosan menghadapi karina, tujuan terpentingnya saat ini hanya menuju ruang meeting.


Banyak hal yang di urus olehnya hari ini, dan setelah menemui nayla semua urusannya telah selesai. Untuk terakhir kalinya dia mengizinkan arga untuk menjemput anak-anaknya.


Setelah menyerahkan semua jabatan dan tanggungjawab kepada keluarga abangnya, dia tinggal memikirkan tentang kepergiannya.


Tidak lupa dia juga mengucapkan beribu terimakasih kepada glen yang telah membantunya. Mungkin jika dia tidak turut andil, pasti masalah ini tidak akan kunjung selesai.


Glen juga membantunya untuk memesan tiket pesawat, besok subuh dia akan pergi dan membawa semua kenangan pahit di kota ini. Dara sedikit lebih baik karena anak anaknya juga tidak banyak bertanya dan rewel.


Pergi dan mengalah bukan berarti kalah dalam sebuah hubungan. Terkadang pergi menjadi suatu keputusan yang tepat untuk di ambil ketika hati telah lelah.


Setiap kesedihan pasti akan ada kebahagiaan yang menanti, setiap perpisahan pasti akan ada seseorang yang baik telah menunggu.


Tidak ada gunanya terus larut dalam kesedihan dan terpuruk dengan keaadaan. Ada saatnya bangkit dan melupakan semuanya walaupun masih sulit.


............ Tamat...............


Kisah dara dan arga akan ada part duanya ya bestie🥰🥰


Jangan lupa mampir kalau udah rilis ya, semoga kalian sehat selalu🤲🤗


__ADS_1



__ADS_2