Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Bertemu kawan lama


__ADS_3

Pagi yang indah di sertai dengan bunyi rintik rintik hujan yang mulai mengguyur wilayah ibu kota, dara sudah selesai dengan kegiatan membersihkan dirinya. Tapi sang suami masih asik bergelut di bawah selimutnya, apalagi weekend jadi dia lebih banyak waktu untu bisa istirahat.


Dara menyisir rambutnya sambil memperhatikan suaminya yang masih terlelap di atas pulau kapuknya. Dia juga tidak tega apabila membangunkannya, karena hari ini adalah kesempatan untuknya biar bisa istirahat. Karena jika hari hari biasa, pasti dia akan selalu sibuk dalam bekerja.


Dara keluar dari kamarnya dan menuju kamar kedua anaknya, ternyata mereka sudah bangun dan lagi di suapin sarapan oleh artnya. Dara tersenyum dan menghampiri mereka, dia mengambil alih Brian dan ingin menyuapkan sendiri sarapan putranya.


"Makasih ya bik, udah mau di jagain semalam." Ucap dara.


"Sama sama nya, itu sudah menjadi kewajiban kita." Tukas bik inem.


"Oiya bik, stok bulanan masih ada kah." Tanya dara lembut.


"Kebetulan sudah menipis nya."


"Nantik kita belanja ya, setelah mas Arga bangun kita berangkat." Ujar dara.


Inem pun kembali ke dapur melanjutkan tugasnya, sedangkan dara kembali menyuapkan makanan kepada anaknya. Kemudian dia memandikan putranya dan juga putrinya, dara sangat senang karena bisa mengurus kedua anaknya dia tidak perlu memakai jasa baby sitter.


Arga baru mengerjabkan kedua matanya dilihatnya jam ternyata sudah hampir siang, dia bangun dan merenggangkan otot ototnya.


Arga memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tok tok tok


"Papa boleh masuk gak." Tanya arga saat mengetuk pintu kamar anak-anaknya.


"Boleh dong pa." Jawab dara dari dalam.


Arga pun masuk dan duduk di samping dara yang sedang memakaikan baju untuk putranya, Arga pun berinisiatif memakaikan baju untuk putrinya juga. Dara tersenyum melihat suaminya yang begitu telaten memakaikan baju untuk baby Bella.


"Ih Pinter banget sih pa." Ucap dara gemas.


Arga tersenyum dan kembali melanjutkan memakai baju Bella.


"Sayang lucu gak sih kalau kita ubah nama panggilan kita." Ujar Arga.


"Ubah gimana mas." Tanya dara.


"Ya, sekarang kan kita udah punya baby. Gak mungkin dong masih panggil sayang sayangan." Ucap Arga.


"Terus." Tanya dara.


"Kita manggilnya papa mama aja ya." Ujar Arga yang berhasil membuat tawanya dara meledak.

__ADS_1


"Ahahahahaha papa mama, boleh sih tapi aku ngerasa aneh gitu ya."Jawab dara yang masih tertawa ringan, dia menghapus sudut matanya yang berair akibat tawanya barusan.


"Uwe uwe uwe." Bella menangis karena kaget mendengar tawa mamanya.


"Hush sayang anak papa, kamu sih ketawanya kenceng." Arga menyenggol dara.


"Apa sih mas, orang ketawanya gak kenceng kok." Balas dara tak terima.


"Yaudah nih Bella kamu kasih mom dulu." Ujar Arga.


Dara pun mengambil alih Bella dan menyusuinya, walaupun mempunyai dua baby dan hal menyusui sangat merepotkan. Tapi dara tetap memberikan yang terbaik kepada buah hatinya, apalagi dia juga memiliki asi yang cukup. Disaat lagi menyusui baby Bella, dia teringat akan alexsa sahabatnya.


"Mas alexsa apa kabar ya. Udah lama kami gak ketemu." Ucap dara di sela sela menyusui Bella.


"Vicky juga udah lama gak masuk kantor, masalah meeting aja selalu asistennya yang handle." Ujar Arga.


"Kira kira ada apa ya mas." Tanya dara lagi.


"Gak tau sayang, nanti coba kamu telpon dulu." Ujar Arga memberi saran.


Dara mangut mangut dan kembali menyusui Bella, setelah putrinya kenyang. Dia kembali menidurkan Bella di keranjangnya, dia juga menitipkan kedua babynya pada Arga karena dia akan berbelanja bulanan bersama artnya.


"Mas kalau kamu kerepotan, panggil art aja ya aku gak lama kok."


*


*


*


Dara sibuk memilih milih barang untuk keperluan mereka, di temani oleh ketiga


artnya yang ikut bersama dara. Di saat sedang memilih popok untuk anaknya dia di kejutkan dengan suara seorang laki-laki yang begitu familiar di telinganya.


"Dara kamu dara kan." Tanya laki laki tersebut dengan menepuk bahunya dara.


Dia pun menoleh untuk melihat wajah si laki-laki tersebut. Keningnya berkerut karena bingung, tapi dia juga tidak merasa asing dengan wajahnya.


"Iya, anda siapa ya." Tanya dara ragu ragu.


"Serius kamu gak ingat siapa aku." Tanya laki laki tersebut terkejut dengan pertanyaan dara.


Dara menggelengkan kepalanya, dan laki laki itu juga menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Aku Randi loh dar, masak iya kamu bisa lupa sama aku." Ucapnya agak kecewa dengan responnya dara.


"Randy ya, hmmmm Randy." Dara masih bingung dan mencoba untuk berpikir.


"Teman satu fakultas dulu, di saat kamu masih galau galaunya di tinggalin mantan." Ucap Randy cepat karena kesal.


"Ya ampun aku sampai lupa ran, hehehe maaf ya maaf. Serius deh bukan sengaja." Dara tersenyum canggung ke pada Randy, apalagi Randy yang terlihat begitu kesal.


"Uuu dasar cepat amat di lupain, btw belanja popok buat siapa." Tanya Randy penasaran.


"Buat baby aku lah, kamu udah nikah belum." Tabya dara balik.


" baby. Kapan nikahnya kamu." Randy malah bertanya balik.


"Udah lama, yang pasti bukan sama dia." Ujar dara cepat sebelum Randy kembali menanyakan isi pikirannya.


"Heheh tau aja aku mau nanyak apa." Dia cengengesan karena isi pikirannya berhasil di tebak sama dara.


"Kamu ngapain disini." Dara balik bertanya.


"Biasa stok kulkas abis, makanya mau belanja mingguan." Ujarnya sambil mengambil beberapa mie instan.


"Kebiasaan mie terus, makanya cari istri biar dimasakin." Ketus dara.


"Mentang mentang udah married." Cibir Randy.


Mereka pun kembali melanjutkan belanjaannya sambil mengobrol tentang perjalanan kuliah mereka dulu.


"Ran, kapan kapan mampir kerumah." Tukas dara.


"Oke siap, asal pak su kamu gak melototin." Ujarnya yang membuat dara menampol bahunya dengan keras.


"Suami aku gak segalak itu ya." Jawab dara kesal.


"Becanda dar, sensian amat sih Mahmud satu ini." Ledek Randy.


Mereka pun berpisah masuk ke mobil masing-masing, dara sangat lelah karena belanja bulanan kali ini full sama perlengkapan baby. Dara juga memilih beberapa snak untuk dirinya juga para art, karena akhir akhir ini dara sangat suka mengemil. Selama menyusui dirinya sangat mudah kelaparan karena kedua anaknya selalu rutin meminum asi.


Banyak juga makanan yang bergizi karena dia juga harus menjaga pola makannya Selama masih menyusui baby-nya. Dia tidak ingin apabila salah dalam memilih makanan, karena akan membawa pengaruh pada baby-nya.


Dara juga membantu para artnya untuk membawakan semua belanjaan, setelah menaruh belanjaannya dia ingin menemui anak anaknya. Dara menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ternyata suami dan anak anaknya sudah tertidur dengan begitu pulas.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2