
"Dara ceritain dong gimana ceritanya kamu bisa di kasih kerja sama suami kamu."
"Panjang ceritanya bestie males ah ngulangin lagi." Dara menyeruput minumannya.
"Yah gak seru, kamu cel gimana ceritanya." Alexsa masih kepo menanyakan tentang kedua sahabatnya.
"Ya gitu deh karena waktu itu posisinya mas Dirga belum juga naik jabatan, akhirnya kita mutusin untuk buka usaha sendiri."
"Jadi butik kamu yang sekarang ini hasil kalian berdua." Celine pun mengangguk.
"Wah mantap dong."
"Jangan keasikan ngobrol kapan makanya bestie." Sindir dara sambil mengaduk-aduk makanan.
"Hehehe maaf bestie ini juga kita makan kok." Dara hanya menaikkan alisnya saja.
Alexsa menyikut lengannya Celine, dia menunjuk ke arah dara yang masih mengaduk-aduk makanan tanpa memakannya.
"Ekhem dara dimakan kali makanannya." Ujar Celine.
"Ngak tau tiba-tiba Selera makan ku hilang." Ucapnya meletakkan sendok di atas piringnya.
"Bestie kamu kenapa sih ceritain dong ke kita." Alexsa memegang tangannya dara dengan wajah memelas.
"Aku gak papa kok cuma gak enak badan aja kali ya." Dara masih bersikap baik baik saja di depan kedua sahabatnya.
"Kalau butuh teman curhat jangan sungkan bicara ke kita ya bestie." Dara mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan Celine.
"Iya bestie kuh."
*
*
*
Malam yang dingin membuat siapa saja pasti malas untuk melakukan aktivitas apapun, apalagi seorang bumil yang masih berleha leha di atas ranjangnya. Jangankan untuk melakukan sesuatu mandi saja dia sangat malas untuk melakukannya.
"Sayang kamu gak mandi."
"Males aku."
"Ayolah Elen kamu mandi dulu, nantik kalau kamu gak mandi baby kita bisa kenak penyakit kulit mau kamu."
Alena membulatkan kedua matanya mendengar penjelasan same, dia pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Makanya jangan males mandi." Tanpa mengucapkan sepatah katapun Alena berlalu ke kamar mandi.
Ceklek. . . Pintu kamar mandi terbuka.
__ADS_1
"Ihh segernya." Keluh Alena setelah selesai mandi.
"Dasar kebo." Same mencibir Alena.
"Biarin Wek."
Hubungan keduanya berangsur membaik setelah Same memutuskan untuk menerima Alena tanpa paksaan. Dan same juga bersyukur ternyata Alena sangat mudah untuk diajak ke ajak ke jalan yang lebih baik lagi, dan sekarang dia juga sedang mengandung buah hati mereka.
"Sayang besok mau ikut ke kantor gak."
"Males mas enakan aku rebahan di rumah." Alena merebahkan dirinya di kasur setelah selesai berpakaian.
"Jangan rebahan Mulu sayang gak baik buat kandungan kamu, mendingan besok kamu treatment aja ya." Same membujuk istrinya agar mau pergi ke salon.
"Iya iya besok aku nyalon, puas kamu." Alena kembali merebahkan dirinya di kasur.
Same hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sangat istri akhir akhir ini Alena sangat malas untuk membersihkan diri. Same juga memaklumi itu semua apalagi dia juga sedang mengandung calon buah hati mereka.
Karena merasa bosan same memutuskan untuk keluar sebentar, Alena juga tidak mau ikut bersamanya.
"Sayang aku keluar sebentar ya."
"Emm." Alena menjawab dengan malas.
Same ingin menemui sahabatnya di sebuah cafe, mereka sudah janjian semalam. Rencananya dia akan datang bersama Alena karena sahabatnya juga membawa istrinya. Tapi karena Alena tidak mau ikut jadinya same harus pergi sendiri.
"Hai bro." Same melakukan tos ala lelaki bersama sahabatnya.
"Gimana gak gini bro, istri gak mau ikutan jadi nyamuk kan akunya."
"Hahahaha udah rileks aja."
"Hai aku same."
"Karina." Same berjabat tangan dengan karina istri sahabatnya.
"Ga, ini gak salah istri kamu." Same berbisik pada arga.
"Panjang ceritanya bro, kapan kapan aku ceritain." Jawab arga dengan berbisik.
Awalnya arga ingin mengajak istrinya untuk menemui sahabatnya yang bernama same, namun karena dara sedang sibuk dengan urusan kantornya alhasil karina lah yang menemaninya.
Arga juga sempat menolak di saat karina ngotot ingin pergi bersamanya, namun karena dia terus mengancam akhirnya dengan terpaksa arga harus membawanya.
"Jadi gimana soal kerjasama kita bulan lalu ga." Same memastikan soal pekerjaan yang baru berjalan sebulan yang lalu.
"Untuk saat ini perkembangannya lumayan bagus ya semoga aja levelnya selalu naik."
"Mas aku ke toilet dulu." Karina pamit pada arga dan hanya di angguki.
__ADS_1
Selepas kepergian istrinya arga, same menunjuk nunjuk arga dengan jarinya.
"Wah wah parah kamu ga, parah banget. Kamu gak mikir gimana perasaannya istri pertama kamu."
"Bro ini gak seperti yang kamu lihat, aku punya alasan untuk ini."
"Mau seperti apapun alasannya kamu harus siap siap untuk kehilangan dara."
Deg. . .
Arga baru menyadari kekhawatirannya belakangan ini, apa kegundahan hatinya karena takut bila suatu saat dara tau tentang kebohongan ini lalu dia memutuskan untuk pergi. Arga benar-benar tidak siap bila harus kehilangan dara, dia pun jadi bingung dengan perasaannya sendiri.
Awalnya hubungan dia bersama sekretarisnya hanya sebatas rekan kerja saja, namun karena saat itu dara sibuk dalam bisnis barunya membuat arga seperti jauh dari istrinya. Dulunya dia biasa saja walau sebentar berjauhan dari istrinya, entah mengapa tiba-tiba dia menjadi haus akan kasih sayang seorang istri.
Walau sebenarnya dara sangat pandai dalam mengatur schedulenya tapi entah mengapa arga tidak menyadarinya.
Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya, amanah yang dia Terima dari bram telah dia sia siakan.
"Kenapa bengong kamu." Same menyadarkan arga dari lamunannya.
"Hah. . Sorry same. Aku gak tau harus apa sekarang same, tolong jaga rahasia ini dari istriku." Same hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Kamu yang punya bini dia, aku yang stress arga." Keluh same memijit mijit kepalanya.
*
*
*
Bram dan istrinya hari ini akan mengunjungi dara dan keluarganya, azam sangat suka bila di ajak berkunjung kerumahnya bella. Hanya brian yang risih melihat keakraban mereka berdua, karena dia selalu di abaikan.
"Ma nanti kita belikan cake stroberi dulu ya buat bella."
"Iya sayang nanti kita ke toko kue dulu." Azam sangat senang karena dia akan memilihkan cake yang cantik buat adiknya bella.
"Kenapa senyum terus sih." Nayla mencubit gemas pipi anaknya.
"Hehehe senang aja ma bentar lagi kerumah aunti dara. Udah lama kita gak kesana."
"Mas minggu depan dara ngajakin kita liburan loh."
Bram yang sedang mengemudi pun menoleh ke arah istrinya.
"Oh ya kemana yang."
"Belum tau sih mas, nantilah kita tanyakan ke dia." Bram hanya mangut mangut dan kembali fokus ke jalanan.
Sudah sangat lama Bram tidak mengunjungi keluarga adiknya di karenakan mereka tinggal sedikit berjauhan dan Bram juga sangat sibuk dengan kantor juga bengkelnya.
__ADS_1
Baru sekarang mereka sempat berkunjung apalagi besok adalah hari minggu, jadi mereka bisa sekalian menginap di sana.
#Bersambung