Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Kebahagiaan Bram and family


__ADS_3

Dara beserta suami dan kedua anaknya masih berdiri di luar pintu, mereka ingin mengejutkan Bram karena kedatangannya yang secara tiba-tiba. Dara menarik nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu rumahnya, Arga yang sudah tidak tahan berdiri terus. Berinisiatif untuk mengetuk pintu duluan, karena jika menunggu dara yang mengetuknya pasti akan lama dan pasti banyak drama lagi.


Tok tok tok


"Ih mas Kok di ketuk sih." Omel dara kesal.


"Lagian kamu lama amat, gak kasian sama anaknya." Jawab Arga.


Tak lama kemudian pintu pun terbuka dari dalam, bukan Bram ataupun Nayla yang membuka melainkan ARTnya.


"Eh ada non dara, wah selamat datang non sama tuan. Ayo silahkan masuk."


"Hehe iya bik, Ayuk mas kita masuk."


Dara melihat sekeliling rumah yang tampak sepi tanpa adanya orang sangat dia rindukan. Rasa rindunya berganti dengan sedih karena tidak melihat kehadiran abangnya, dara melangkah lesu ke arah suaminya.


"Mas mereka udah tidur belum." Dara melihat kedua buah hatinya yang masih berada di dalam stroller.


"Udah yang, aku tidurin mereka dulu ya. Kamu disini aja dulu tungguin bang Bram." Arga menidurkan kedua anaknya ke dalam kamar, dan dijagain oleh baby sitternya yang dia bawa dari rumahnya dulu.


Karena tidak sabaran dara menuju dapur dan menanyakan ke art yang ada disana, karena sudah sejam menunggu tapi Bram masih belum pulang.


"Bik, Abang kemana ya." Dara membantu bibik merajang bawang.


"Bapak lagi keluar non, mungkin sebentar lagi juga pulang." Dara membantu art menyelesaikan masakannya.


Setelah semua masakan telah jadi dia pun memilih mandi dan berganti pakaian. Ternyata baby twins nya sudah bangun dan lagi di ajak main oleh baby sitternya.


"Anak mama udah bangun ya." Dara mencubit pipi anaknya.


"Sus, saya mandi dulu ya. Nantik tolong mandikan mereka ya, kita makan malam dulu." Ujar dara dan berlalu keluar dari sana.


Dara telah selesai mandi dan berganti pakaian, dia membangun suaminya yang masih tertidur.


"Mas bangun udah waktunya makan malam." Tutur dara lembut sambil membelai pipi suaminya.


"Hoaam jam berapa yang." Arga mengucek kedua matanya.


"Jam 08:00 mas." Dia pun segera bangun untuk mandi dan berganti pakaian juga. Mungkin Bram sudah pulang, karena mereka sudah lama berada di atas dan belum mengecek ke bawah.

__ADS_1


Dara turun denagn menggendong Brian dan Arga menggendong Bella, di ikuti oleh baby sitternya dari belakang.


"Happy birthday adikku tersayang." Teriak Bram begitu melihat sang adik turun dari atas.


Dara menutup mulut dengan kedua tangannya, bola matanya mulai berkaca-kaca. Baru sebentar dia meninggalkan lantai bawah begitu dia turun ternyata sudah di sulap dengan sangat cantik. Bram mendekati adiknya sambil membawakan kue tart dan di ikuti oleh Nayla yang menggendong Azam.


"Ayo dong turun dulu, jangan bengong." Bram membuyarkan lamunan dara.


"Hiks hiks aku sampai lupa bang kalau hari ini aku ulang tahun." Dara menyuruh baby sitternya untuk menggendong Bella.


Mereka telah berkumpul di ruang tamu yang sudah di dekor oleh Bram dan juga beberapa orang suruhannya. Dara sangat terharu dan bahagia ternyata abangnya telah menyiapkan surprise terbaik untuk dirinya.


"Makasih bang hiks hiks aku bahagia malam ini." Ucapnya sesegukan.


"Jangan nangis dong." Bram membawa dara ke dalam pelukannya.


"Yang mau kasih kejutan siapa yang di buat terkejut juga siapa." Ledek Arga yang membuat mereka semua jadi tertawa.


"Mas ih, kamu mah." Dara malu karena yang dibilang sama suaminya memang benar.


Malam ini mereka begitu saling menikmati indahnya momen keluarga yang sudah lama tidak mereka rasakan. Dara sangat bahagai walaupun tidak dengan hadirnya alm kedua orangtuanya, tapi kehadiran Bram dan juga iparnya Nayla cukup membuatnya bahagai.


"Ekehm jadi sama aku gak bahagia ni." Sindir Arga yang membuat mereka tertawa.


"Kamu juga mas kamu kan sayangnya aku."


"Ideh sayangnya akoeh ahahahah." Ledek Bram dan Nayla barengan.


Merekapun memutuskan untuk tidur karena acara makan malam juga sudah selesai, dan anak anak juga udah pada ngantuk.


*


*


*


5 Tahun telah berlalu kini anak anak mereka telah bisa bicara juga bersekolah di taman kanak-kanak. Perusahaan Arga juga berkembang sangat pesat bahkan dara kini sudah mempunyai usaha sendiri, keinginannya untuk menjadi wanita karir terwujud setelah kedua anaknya sudah besar.


Dara tidak mempermasalahkannya karena yang terpenting dia bisa memiliki usaha sendiri dan bisa sibuk dengan pekerjaan. Dia juga selalu membagi waktunya untuk anak anak dan juga suaminya, Arga sangat kagum dengan kemampuan yang dimiliki oleh istrinya.

__ADS_1


Karena walaupun super sibuk dia selalu bisa mengatur waktu untuk keluarga, jadi Arga dan juga si kembar tidak merasakan kekurangan kasih sayang dari dara.


"Buk jadwal meeting kali ini dengan perusahaan alexsa beauty." Dara mengeryit bingung dia begitu familiar dengan nama alexsa.


"Alexsa beauty, jam berapa." Dara bertanya pada asisten pribadinya yang bernama Moza.


"Tepat saat jam makan siang buk di cafe melati." Ucapnya sopan.


"Oke kamu siapkan semua keperluannya kita pergi setengah jam lagi." Tutur dara sambil melanjutkan pekerjaannya.


Moza izin pamit keruangannya kini tinggallah dara yang masih mengotak-atik papan keyboard di depannya. Dia jadi kepikiran dengan nama alexsa apakah alexsa yang dimaksud adalah sahabatnya dulu sewaktu di Paris.


Dia akan membuktikannya nanti harapannya semoga benar. Dara sudah lama tidak berkomunikasi dengan alexsa, dia juga tidak tau bagaimana keadaan sahabatnya yang satu itu.


"Bestie." Teriak Celine saat memasuki ruangan dara.


"Hei bestie tumben kesini." Mereka duduk di sofa yang ada di ruangannya dara.


"Maklum lah bestie, butik lagi sibuk-sibuknya."


"Anak kemana cel."


"Udah di jemput sama neneknya, aku mampir kesini bentar mau rumpi rumpi cantik ahahah." Mereka tertawa karena sama sama membayangkan bagaimana repotnya menjadi wanita karir dan juga ibu rumah tangga.


"Eh tapi kamu ngejalanin dua profesi begini."


"Aku sih senang cek, kamu gimana."


"Senang senang susah sih ahahah. Eh btw Minggu depan liburan yuk." Ajak Celine antusias, dara nampak berpikir pikir.


"Ih jangan kelamaan mikir dara." Omel Celine kesal.


"Hehe becanda cel, yaudah Minggu depan kita liburan."


"Yeeey aku pamit lah ya. Entar di omelin mamah bye bestie."


Sepeninggalan Celine dia kembali membereskan meja kerjanya dan menelpon asistennya untuk segera ke ruangan. Dara sudah tidak sabar untuk segera menuju ke cafe melati, dia begitu penasaran sama owner yang bernama alexsa.


"Semoga aja benar kamu lexsa." Gumam dara pelan.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2