
Dua bulan kemudian. . . .
Dara sudah kembali ceria kembali walaupun sesekali dia juga masih teringat dengan bayinya yang sudah tiada. Berkat dukungan dari suami dan abangnya juga celine dan mbak nayla, dara sudah bisa mengikhlaskan semuanya. Sekarang malahan dia sedang melakukan promil kembali bersama sang suami, karena celine juga sedang mengandung buah hatinya bersama suaminya Dirga.
Ya, tepat bulan kemarin celine dan Dirga resmi menikah dan sekarang dirinya sudah mengandung dengan umur kehamilannya yang sudah mencapai 1 bulan penuh.
Bahkan sekarang dia sudah tidak lagi bekerja, karena Dirga melarang nya. Celine sangat bahagia karena suaminya selalu memanjakan dirinya, Dirga selalu meluangkan waktunya untuk bisa bersama celine walau hanya sebentar.
Dan begitu juga dengan pasangan bram dan nayla, umur kehamilan nayla sudah memasuki 2 bulan lebih. Dara bahagia karena abangnya akan menjadi seorang daddy sebentar lagi, terkadang dia juga sedih karena hingga saat ini dirinya juga tak kunjung hamil kembali.
"Kamu kenapa melamun hm." Tegur arga yang melihat istrinya sedang melamun di balkon kamarnya.
"Mas, kapan ya kita bisa punya baby." Tanya dara sendu.
Arga membawa dara ke pelukannya, hatinya sakit melihat istrinya yang sangat mengharapkan kehadiran seorang anak.
"Hei liat mas, jangan sedih oke. Kita hanya perlu ikhtiar dan sabar jangan mudah menyerah." Jelas Arga memberi pengertian.
"Iya mas, semoga kita cepat dikasih momongan." Jawab dara singkat.
Arga hanya bisa menghela nafas, dia pun mengajak dara untuk makan siang di luar biar bisa sedikit mengobati kegundahan hatinya dara.
Mereka memilih makan di restoran favoritnya dara, dia sangat antusias melihat beragam menu masakan yang ada di atas meja. Bahkan air liurnya hampir menetes, dengan tidak sabaran dara melahap satu persatu menu yang ada di hadapannya.
"Emmm enak banget mas." Ucap dara saat mencoba kerang saus padang kesukaannya.
"Kamu suka sayang." Tanya Arga tersenyum lega. Dia bahagia melihat istrinya yang sangat antusias begini, dara terlihat sangat bahagia menikmati semua hidangannya yang ada di depannya.
Saat lagi asik melahap makanannya alexsa, alena dan vicky menghampiri mereka. Tepatnya alexsa yang sangat senang bisa bertemu dengan dara kembali.
"Bestie aku kangen." Teriak alexsa dengan senangnya.
Sontak dara berhenti makan dan menoleh ke arah suara, dirinya juga sama senangnya melihat keberadaan alexsa.
"Hei lexsa." Ujar dara dan mereka saling berpelukan, vicky sampai heran melihat ke akraban mereka berdua. Sejak kapan alexsa dekat dengan mantan kekasihnya.
Arga hanya tersenyum karena dia sudah mengetahui tentang kedekatan mereka. Tapi tidak dengan alena, dia mulai berkeringat dingin melihat dua perempuan bermulut pedas ini saling berpelukan dan terlihat sangat akrab. Pasti dia akan menjadi bulan bulanan mereka bila vicky memilih untuk bergabung.
__ADS_1
"Hai Arga apa kabar." Sapa vicky mencoba untuk berbasa basi.
"Baik. Kalian mau makan siang jugak." Tanya Arga. Dan vicky mengangguk sedangkan alena tersenyum canggung.
"Arga, kita gabung ya udah lama loh kita gak makan bareng." Ujar alexsa dengan girang.
"Oh tentu, silahkan dengan senang hati." Jawab Arga tanpa keberatan.
"Yang kita pindah aja yuk." Bisik alena pelan pada vicky.
"Honey kita disini aja ya, aku sekalian mau kangen kangenan sama dara. Boleh ya hon." Pinta alexsa dengan pully eyes-nya.
Vicky pun mengangguk, dan mereka akhirnya gabung untuk makan siang bersama.
Vicky sudah terlihat biasa saja ketika berhadapan dengan dara. Arga bisa melihat itu dan dia bernafas lega, akhirnya vicky mau melupakan istrinya.
"Ini sekretaris kamu kan vic, kalian kebetulan ketemu." Pancing Arga.
Vicky gelagapan dan tidak tau harus menjawab apa, namun dia merasa lega setelah alexsa berhasil menjawab pertanyaan dari Arga.
"Iya, tadi engga sengaja ketemu ga. Sekalian aja kami ajak makan bareng iya kan hon." Jawab alexsa dengan cepat.
"Hehe belom tau dar, enggak pernah cek soalnya. Kamu gimana kandungan kamu sehat kan." Tanya alexsa, karena dia masih belum tau soal dara yang keguguran.
Dara terlihat sedih dan menatap alexsa dengan sendu.
"Aku keguguran sejak 2 bulan yang lalu lexsa." Ucap dara yang membuat alexsa jadi merasa bersalah.
"Ya ampun bestie, aku minta maaf aku beneran enggak tau." Ujar alexsa merasa bersalah dan segera memeluk dara.
"Enggak papa santai aja. Lagian sekarang kita juga lagi promil loh." Ucap dara berbinar.
Dara dan alexsa terlihat akrab dengan obrolan keduanya bahkan sesekali mereka juga ketawa bareng. Alena merasa di kacangin berada di sana, dia terlihat kesal dan menahan emosinya.
Alexsa pasti sengaja membuatnya seperti orang bodoh disana.
"Lexsa, kamu harus hati hati loh. Jaman sekarang pelakor ada di mana-mana, bahkan bisa terang terangan menunjukkan aksinya." Sindir dara dengan sengaja.
__ADS_1
"Hehehe siap bestie, asal suami bisa setia dan tidak mudah berpaling. Sematan pelakor juga tidak ada gunanya." Balas alexsa menyindir vicky.
'Nah mulai kan kalian, awas kamu lexsa.' Monolognya dalam hati.
"Makanya di jaga baik-baik bestie, kasih service terbaik tiap hari biar enggak ngacir kemana-mana. Hahahahaha." Dara tertawa ngakak bersama alexsa.
Vicky sedikit tercubit dengan obrolan mereka, namun tidak dengan Arga. Dirinya hampir saja ingin tertawa lepas karena obrolan kedua wanita di hadapannya.
"Hem aku ke toilet sebentar." Pamit Alena yang sudah tidak tahan berada di sana.
"Eh ada orang ternyata. Yang ampun lexsa kenapa enggak bilang dari tadi kalau ada temen." ujar dara sok ramah.
"Permisi." Alena langsung bangkit dan pergi dari sana.
Alexsa melirik dara dan kemudian mereka tertawa bersama.
"Hahahahaha puas enggak kamu." Tanya dara.
"Hahahaa dasar kamu dara bisa aja. Sumpah enggak kuat liat mukak dia yang kayak nahan emosi." Alexsa memegang perutnya yang sakit akibat terlalu lama ketawa.
"Udah ketawanya, makan gih ketawa mulu dari tadi." Ujar vicky yang sudah kesal sedari tadi mereka hanya asik ngerumpi dan ngetawain Alena.
Mereka baru bisa makan setelah Alena pergi dari sana. Arga paham dengan situasi makanya dia hanya memilih diam dan tidak ingin berkomentar.
*
*
*
Entah sistem seperti apa yang di gunakan oleh alexsa, hidup seatap dengan madu alias pelakor dalam rumah tangga nya. Tapi dia hanya biasa saja dan tidak banyak mengeluh ataupun berdebat dengan vicky. Dia hanya bersikap santai seolah olah tidak terjadi apa apa rumah tangganya.
Sejauh ini kedua orang tua vicky juga belum mengetahui soal biduk rumah tangga anaknyaa. Karena alexsa selalu bisa menutupi semuanya dengan aman, apa mungkin dia sedang merencanakan sesuatu.
Kita tidak tau apa yang akan alexsa lakukan setelah ini. Yang jelas walaupun keduanya hidup satu atap, mereka juga jarang ketemu karena Alena yang selalu di kejar waktu sama tugas kantornya. Sedangkan alexsa hanya duduk bersantai di rumah dan melayani suami nya dengan baik, maka cuan pun mengalir bebas dalam rekeningnya. 😅😅
Sebenarnya alexsa juga merasa heran, kenapa vicky malah masih menyuruh Alena untuk bekerja. Bukannya dia juga istrinya, lantas kenapa dia masih mengandalkan tenaganya. Alexsa tidak ingin di pusingkan oleh permasalahan mereka, yang penting dirinya aman dan nyaman itu sudah cukup.
__ADS_1
Dia hanya berharap semoga hubungan vicky bersama Alena segera berakhir.
#Bersambung