Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
kemarahan vicky


__ADS_3

Alexsa merasa semakin jauh bersama vicky, semenjak kejadian penjebakannya waktu itu kini vicky malah semakin membenci nya. Apalagi acara pertunangan mereka akan berlangsung 3 hari lagi. Alexsa semakin gelisah apalagi semua undangan sudah tersebar tapi vicky masih tidak memperdulikan nya hingga sekarang.


"Aku harus gimana! vic kamu dimana sekarang hiks aku mohon vic jangan kek gini" alexsa mondar-mandir di dalam kamarnya sambil menggigit kuku jarinya karena sangat gelisah memikirkan keberadaan vicky.


"Apa aku telpon papa aja kali ya? 3 hari lagi kita tunangan tapi kamu masih belum ada kabarnya vic".


Alexsa merebahkan dirinya di kasur dan perlahan matanya mulai terpejam akibat kelelahan menangis dan sibuk memikirkan vicky yang entah dimana keberadaan nya.


Sedangkan di hotel tempat dimana kemarin arga dan istrinya menginap terjadi kegaduhan di lobby, vicky mendatangi resepsionis hotel dan menanyai keberadaan arga dan dara. Namun resepsionis tersebut menjawab 'tidak tau' tapi vicky tidak percaya dan malah mengamuk di sana.


Akhirnya karena para stuf sudah muak melihat keributan yang di buat vicky. Mereka memanggil satpam dan mengusir vicky secara paksa dari sana.


" Arghhh sialan kamu arga!! dimana kamu sembunyikan caraku?? " vicky menyugar rambutnya kebelakang.


"Pokonya aku gak akan nyerah dara, aku akan tetap mencari kamu karena aku tau kamu masih ada di kota ini".


Vicky mengendarai mobilnya dengan ugal ugalan di jalanan tanpa memikirkan konsekuensi nya. Pikirannya kalut dan hatinya terasa kosong seakan hidupnya benar-benar hancur saat ini, butuh waktu untuk merelakan orang yang dia sayang bahagia bersama yang lain.


" Gara gara kamu alexsa jika bukan karena ulah kamu semuanya gak akan seperti ini" racau vicky dengan menggertak giginya karena geram dan marah.


"Awas kamu alexsa, jangan nyesal kamu karena memilih bertunangan dan menikah denganku" vicky memutar balik mobilnya menuju jalan pulang ke rumahnya.


Sesampainya dirumah.


Vicky menetralkan amarahnya dan mencoba bersikap baik seolah tidak terjadi apa apa. Ternyata alexsa berada di rumahnya, dia menyambut kedatangan vicky dengan merentangkan tangannya. Vicky menyambut alexsa dengan pelukannya dan senyuman manis.


"Honey kamu dari mana aja? aku takut kamu kenapa napa".


" Aku cuma keluar sebentar aja kok, kamu udah lama! " tanya vicky sengaja bersikap manis.


"Kalok gitu aku ke kamar bentar ya mau bersih bersih, kamu disini dulu".


" Okey" balas alexsa tersenyum lega akhirnya vicky menerimanya.


Akexsa sangat sumringah saat ini, ternyata vicky tidak mempersalahkan kejadian waktu lalu. Dan hari ini mereka berbincang-bincang tentang pertunangan mereka yang akan berlangsung 3 hari lagi.


"Jadi gimana vic? apa kamu siap bertunangan dengan alexsa? " tanya papanya vicky.


"Vicky mau langsung nikah aja pa, habis tunangan kan akhirnya nikah jugak jadi sekalian aja" usul vicky dengan santai.


Alexsa terkejut dan sangat senang mendengar usul vicky. Dia menatap vicky dengan terharu akhirnya impiannya tercapai dan vicky mau menerimanya.


"Kamu yakin nak? " tanya mamanya.


"Iya mam, sama aja kan! jadi kita singkat aja biar sekalian jadi gak bertele-tele urusannya".

__ADS_1


Mereka semua tersenyum lega dengan keputusan vicky. Apalagi alexsa yang tiada hentinya menebar senyum bahagianya, dia terus menatap vicky dengan bahagia dan vicky juga membalas tatapannya dengan senyum terbaiknya.


" Terima kasih vic, akhirnya kamu membalas rasa cintaku ".


Vicky menggenggam tangan alexsa dengan lembut.


" Sama sama aku tau kamu tulus mencintai aku" ucap vicky dengan menatap teduh ke arah alexsa.


Karena keputusan dan kesepakatan sudah final, mereka mulai menyiapkan segala keperluan yang akan di butuhkan. Mulai dari cetak undangan, catering, EOnya dan fitting baju pengantin.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Dara merasa rindu dengan abangnya sudah hampir satu bulan mereka berpisah. Dan belum sekalipun bertemu, bang bram juga tidak pernah mengunjunginya mereka hanya bertukar kabar lewat ponsel.


"Kenapa melamun hm".


" Bby aku kangen bang bram " jawab dara dengan sendu.


"Sabar ya sayang habis ini kita pasti pulang jengukin bang bram" jelas arga memberi pengertian pada istrinya.


"Pulang??? jengukin!! maksudnya bby".


" Maaf sayang aku udah mutusin kita buat netap disini, karena perusahaan pusat aku adanya di sini kita gak mungkin kan harus bolak-balik Indonesia paris terus ".


Dara menatap arga dengan pandangan yang tak biasa.


"Sayang please jangan nangis maaf aku egois karena belum sempat membicarakan masalah ini sama kamu".


" Hiks aku kangen bang bram bby" dara sesegukan karena merasakan rindu yang teramat sangat pada abangnya.


Arga merasa heran dengan tingkahnya dara, tidak biasanya dia bersikap begini. Malahan kalok rindu sama abang nya pasti dia langsung melakukan video call. Arga menerka-nerka apakah ada sesuatu yang dia lewatkan?.


"Sayang apa aku boleh nanyak sesuatu? ".


Dara mengangguk pelan sambil menghapus sisa air matanya.


" Apa tamu bulanan kamu lancar akhir akhir ini? " tanya Arga harap harap cemas.


"Apa hubungannya sih bby, aku lagi sedih ini loh". Dara merasa aneh dengan pertanyaan Arga.


" Lupain aja, apa kamu pengen yang asam asam atau apa gitu? ". Arga masih ingin mencari tau.


" Ihh apa sih bby gak jelas kamu" dara bangkit dari duduknya dan berjalan ke dapur.


Arga mengikuti dari belakang, dia hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Tidak salah Arga berpikiran jika istrinya sedang hamil, apalagi mereka menikah sudah sebulan bisa jadi tebakannya benar.

__ADS_1


"Carik apa sih yang? " Arga bingung melihat dara yang sibuk mengacak-acak isi dapur.


"Aku pengen seblak bby, tapi bahannya kok ga ada ya? " Arga menepuk keningnya sendiri dan tersenyum gemas.


"Kamu pikir ini Indonesia?? ya mana ada seblak di sini sayang".


Dara menunduk sedih padahal dia sangat ingin memakan seblak pedas, mengingatnya aja udah bikin ileran.


" Kamu serius pengen seblak? " tanya Arga tidak tega melihat raut wajah sedihnya dara.


Dara mengangguk.


"Tunggu disana aja yuk, biar art aja yang nyiapinnya tenang disini juga ada art yang dari Indonesia kok".


Dara nampak sumrigah sekarang akhirnya dia bisa makan seblak. Dara sebenarnya jugak merasa aneh dengan perubahan moodnya yang suka berubah ubah. Namun dia juga tidak tau kenapa dia hanya berpikir mungkin karena sudah lama tidak mencoba seblak kesukaannya.


" Sayang bulan ini udah datang bulan belum? " kini mereka sedang duduk di ruang tivi dengan Arga yang merangkul istrinya.


"Emmm entah kayaknya sih belum" jawab dara santai.


"Belom ya? kamu merasa aneh gak sama diri kamu sendiri? " tanya Arga kelepasan.


Sontak dara menatapnya dengan horor sekarang, Arga baru sadar kalau dia salah ucap.


"Maksud kamu apa nanyak begitu?? " tanya dara sensian.


"Ya gak papa aku salah ngomong mungkin hehe" Arga cengengesan.


"Maksud kamu aku gendutan sekarang? aku udah gak cantik lagi hah?? " dara mulai bangun dan berkacak pinggang.


"Eh eh bukan begitu sayang, kamu cantik kok seksi malahan beneran " Arga tidak tau harus apa sekarang.


"Ngeselin kamu, " dara kembali duduk dan membuang muka.


"Tuan, ini seblak nya udah jadi" ucap salah satu art yang bernama inem.


"Oh iya bik makasih ya" . Bik inem kembali ke dapur.


"Sayang ini seblak special buat kamu ayok cobain".


" Udah gak minat, kamu aja yang ngabisin" dara berlalu ke kamar dan meninggalkan Arga yang seperti orang bodoh di ruang tivi.


Arga sampai melongo dengan mulut terbuka.


"Kayaknya fiks ini, dari pada gak siap mending telponin dokter aja deh buat mastiin".

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2