
Hubungan bram bersama nayla masih berlanjut seperti biasanya, walaupun umur sudah tua namun keduanya masih sama sama polos dalam hubungan percintaan. Apalagi dalam menyampaikan sebuah perasaan, bram jadi bingung sendiri sekarang ingin menyatakan cinta namun gengsi. Mau di pendam pun takut kehilangan jadinya bram serba salah sekarang, ingin minta pendapatnya dari arga takutnya di ledekin. masak gitu aja gak bisa?? 😂.
"Kira kira nayla mau gak ya sama aku?? ". Bram bermonolog dalam hatinya.
" Entar kalok di tolak malu dah jadinya! bisa trauma akunya". Bram mondar mandir gak jelas di dalam bengkelnya.
"Woyy ngapain kamu mondar-mandir gak jelas kayak setrikaan busuk" ledek anton temennya Bram.
" Ganggu aja kamu ton, eh aku mau nanyak serius ni" . Anton mendekat dan duduk di samping Bram.
"Nanyak apaan! kapan gajian?? bosnya kan kamu" jawab anton asal.
"Dasar kamu, aku serius ini soal nayla".
" kenapa emang nayla! udah nikah? terus kamu putus asa? makanya jangan di tahan langsung sikat kalok udah terpikat, nyesek kan udah di ikat duluan sama orang lain ahahahah" anton terus mengoceh tanpa mendengar penjelasan Bram lebih dulu.
"Tau gini mending tanyak ke mbah google aja, nyesel panggil kamu" Bram mulai kesel.
"Iya deh apa, aku serius ni" jawab anton dalam mode serius.
"Gini, caranya nyatain perasaan ke cewek gimana sih?? ton bantuin aku dong" .
"Kamu beneran gak bisa apa pura pura gak bisa? ". Bram menggeleng pelan dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Anton melotot dan akhirnya menertawakan Bram yang nampak seperti orang bodoh sekarang.
" Nyesel aku cerita" ucap Bram ingin beranjak dari tempat duduknya.
"Eitss tunggu tunggu, sorry deh sorry abisnya kamu lucu Bram, emang umur berapa sih gitu aja gak bisa" anton menarik tangan Bram agar duduk kembali.
"Kan kamu tau apa alasan aku gak pernah mau? jatuh cinta".
" Oke deh jadi serius ni kamu mau nembak nayla?? mau langsung apa kawin dulu nih" goda anton sambil menaik turunkan alisnya.
"Sialan kamu ton emang anak orang kambing apa? ".
" Hahahaha iyaiya maaf kali ini serius nih dengerin. . . .. . . . " anton memberi trik andalannya kepada Bram.
Setelah mendengar trik dari anton kini Bram menjadi lebih semangat, dia ingin menyusun segala sesuatunya yang akan dia perlukan untuk menyatakan perasaannya pada nayla.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Dara sedang bermalas-malasan di atas kasurnya sambil bermain game di ponselnya. Semenjak mengetahui kehamilannya dara sekarang lebih berhati-hati dalam segala hal, apalagi arga yang selalu menjaganya dengan sangat baik. Walaupun lelah habis bekerja arga tetap memenuhi permintaan dari sang istri dengan senang hati.
"Mas mas arga" teriak dara.
"Iya sayang apa?? jangan teriak teriak dong yang". Arga muncul dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
" Lagian kamu di panggil lama banget nyaut nya " jawab dara kesal. Arga menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan.
__ADS_1
"Mas kan lagi mandi sayang". Dara menoleh ke arah arga dan tersenyum tanpa merasa bersalah.
" Oh kirain ngapain kamu". Dara kembali bermain game di ponselnya.
Semenjak kehamilannya dara lebih suka memanggil Arga dengan sebutan mas, karna menurutnya panggilan itu lebih manis dan nyaman.
Arga hanya bisa bersabar sekarang dalam menghadapi bumil yang satu ini. Walaupun sedang emosi dia harus lebih bisa mengontrol emosinya.
"Sayang jangan asik sama ponsel terus, sesekali banyakin gerak biar dedeknya sehat" ucap Arga sambil memakai pakaian kantornya.
Dara menoleh dan menyimpan ponselnya. Dia mendekati Arga dan membantu Arga memasang dasinya.
"Mas aku ikut kamu ke kantor ya? ".
" Emang kamu gak bosen nantik di sananya? mas banyak kegiatan loh hari ini" jelas Arga dengan hati hati.
"Alesan kamu, jangan jangan kamu ada main serong lagi di belakang aku hayo ngaku kamu" dara mulai dengan mode ngeselinnya.
"Yaudah kamu siap siap gih, mas tunggu di bawah" Arga hanya mengalah, takutnya malah panjang urusannya kalau di turutin ambekan istrinya.
Dara berjingkrak senang, dia mulai memilih pakaian yang akan di kenakannnya. Dara turun ke bawah dan menemui suaminya yang sedang sarapan.
"Sayang sarapan dulu gih, tuh susunya udah di siapain sama bik inem".
Dara meminum susunya dan merebut suapan bubur dari suaminya.
" Mas ayuk nantik telat ngantor nya? "
Yang mau ngantor siapa! yang paling semangat kok dia? dasar bumil satu ini.
Arga hanya menggeleng dan tersenyum melihat istrinya yang sangat semangat ingin ikut ke kantor.
* * *
Arga memasuki kantor dengan menggandeng istrinya, semua mata menatap ke arah mereka dengan penuh tanda tanya. Karena selama ini yang mereka tau jika bosnya mereka masih single, tapi sekarang dia datang dengan menggandeng mesra seorang perempuan berhijab dan sangat anggun.
"Wush itu pak Arga sama siapa? pacarnya ya kok aku gak tau? ".
" Aku jugak sama kali".
"Cocok banget ya? ternyata selera pak Arga yang terbungkus hihi" para karyawan asik membicarakan Arga dan dara.
Dara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dan dia menghampiri mereka untuk menegurnya.
"Ekhem apa karyawan disini di gaji hanya untuk bergosip? " tanya dara dengan sikap antagonis nya.
Sontak Arga menepuk keningnya sendiri karena kelakuan sang istri. Para karyawan di buat terkejut dengan teguran dara yang secara tiba tiba.
"Maaf buk" ucap mereka serentak sambil menunduk ke bawah.
__ADS_1
"Ahahahaha santai aja dong, jangan di bawak serius kenalin saya dara istrinya mas Arga bos kalian" ucap dara sambil cekikan.
Para karyawan yang tadi menunduk jadi melongo tidak percaya dengan tingkah dara saat ini. Arga tersenyum geli melihat tingkah sang istri, dia mendekati sang istri dan membawanya masuk ke dalam lift.
"Kamu apaan sih yang, ngapain negur mereka begitu? " tanya Arga yang menahan tawanya.
"Gabut aja mas, biar rame" jawab dara asal.
Mereka memasuki ruang khusus ceo. Dara baru pertama kali mendatangi kantor suaminya di buat terkagum-kagum dengan desainnya yang begitu modif dan sangat rapi penataannya. Arga meninggalkan dara di ruangannya dan keluar menemui cliennya di ruang meeting.
"Mas ke ruang meeting ya sayang".
" Ehem pergi aja " jawab dara sekenanya.
Selepas kepergian arga, dara memilih duduk di kursi kerja suaminya dan mengotak atik laptopnya. Dia asik bermain game sambil mengemil makanan ringan yang telah di sediakan oleh OB suruhan arga.
TOK tok tok
Setelah mengetuk pintu, tanpa permisi seorang wanita seksi memasuki ruangan arga. Setibanya di dalam dia bingung melihat dara yang duduk di meja kerjanya arga.
"Ekhem anda siapa ya! kenapa bisa ada di sini" tanya wanita tersebut dengan sinis.
Dara seperti mempunyai mainan baru sekarang, dia masih duduk di kursi kerja suaminya dengan santai.
"Hei nona, seharusnya saya yang bertanya kenapa anda memasuki ruangan ini tanpa permisi" tanya dara santai .
"Heh apa kamu karyawan baru disini? lancang sekali kamu bicara seperti kepada saya" jawab wanita tersebut tidak Terima.
"Kenapa gak Terima kamu?? yaudah keluar sana ganggu orang aja" jawab dara acuh.
Namun perempuan tadi malah geram dengan tingkah dara yang mengabaikannya.
Eiitt suara pintu terbuka.
"Alena kenapa kamu masih disini? apa masih ada yang ketinggalan? " tanya arga yang bingung melihat cliennya yang bernama Alena masuk ke ruangannya.
"Emm aku masih ada perlu sama kamu arga" jawab Alena dengan senyum menggodanya.
Arga malah risih di buatnya, apalagi tatapan horor yang di berikan dara saat ini. Arga sampai kesusahan menelan salivanya sendiri.
"EEkhemm" dara sengaja berdehem.
"Oiya Alena kenalkan yang disana istri saya namanya dara" Arga memperkenalkan dara.
Alena sontak terkejut dengan pernyataan Arga, ternyata dia sudah menikah dan yang tadi bicara dengannya adalah istri Arga.
"Hellow nona alien, silahkan out dari sini tampang aja berpendidikan ternyata otak valid gak sesuai ijazah" sindir dara dengan geram.
Alena benar-benar malu saat ini, ternyata mulut istri Arga sangat mematikan. Dia memilih segera pergi dari pada harus dipermalukan oleh dara.
__ADS_1
Setelah kepergian alena, kini dara menatap Arga dengan tatapan horornya yang membuat Arga menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil berjalan ke arah istrinya dengan tersenyum kaku.
#Bersambung